Kuala Lumpur, Gontornews — Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, Ahad (23/07/2023), tidak akan memaafkan orang yang mencuri uang dan mengkhianati orang melayu. PM Anwar menegaskan bahwa ia tidak peduli dengan pihak-pihak yang pernah memenjarakanya di masa lalu.
βSaya memaafkan mereka yang mengirim saya ke penjara. Tapi, saya tidak akan memaafkan orang yang mencuri uang dan mengkhianati orang Melayu,β ungkap PM Anwar sebagaimana dilansir Channel News Asia dari New Strait Times.
βBanyak pihak yang menyalahkan kami. Kami hanya melakukan tugas kami. Kami ingin menjaga orang Melayu,β jelasnya.
Pada tahun 1999, Anwar dijatuhi hukuman enam tahun penjara karena kasus korupsi. Ia lantas mendapatkan hukuman penjara sembilan tahun pada tahun 2000 karena tuduhan sodomi. Banyak pihak menganggap bahwa hukuman penjara bagi Anwar bermuatan politis yang bertujuan untuk menghabisi karir politiknya.
Pada tahun 1998, ia berselisih dengan mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad tentang penanganan krisis keuangan yang melanda Asia tahun 1997. Pada 2015, ia kembali dijatuhi hukuman penjara karena tuduhan sodomi untuk yang kedua kalinya dan bebas pada tahun 2018 setelah mendapatkan pengampunan penuh dari kerajaan.
Pada pidato terbarunya, Anwar mengatakan bahwa pemerintahan yang ia pimpin dengan tegas menolak korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan. βMasyarakat Tionghoa, termasuk mereka yang menjadi pendukung DAP (Partai Aksi Demokratik), tidak mempermasalahkan itu,β tegasnya.
βMereka takut saya akan menindak karena mereka yang mencuri. Kali ini, rakyat harus bangkit dan membantu menyelamatkan Kelantan dan Malaysia. Saya memohon kepada rakyat Kelantan untuk memberi kami kesempatan,β imbuhnya. [Mohamad Deny Irawan]


















