Ponorogo, Gontornews — Pondok Modern Darussalam Gontor memliki keinginan dan bermimpi untuk menyelesaikan penulisan Mushaf Gontor bagi umat Islam sebagai bagian dari warisan 100 tahun Gontor. Ketua Panitia Penulisan Mushaf Gontor, Dr Kholid Muslih, mengatakan, sebagai pusat pengajaran Bahasa Al-Qur’an, Gontor sedang berfokus pada penulisan mushaf bagi umat Islam.
Ustadz Kholid Muslih, sapaan akrabnya, menambahkan, selama ini Gontor menitikberatkan pada bahasa Al-Qur’an, baik melalui tulisan maupun bacaan. Secara khusus, dari segi tulisan, Gontor sudah memiliki materi Imla dan Al-Khattul ‘Arabi.
“Puncak dari Al-Khatt Al-‘Arabi sebenarnya itu adalah penulisan Al-Qur’an,” kata Direktur Pascasarjana Universitas Darussalam Gontor itu kepada laman resmi Pondok Modern Darussalam Gontor.
Piagam Penyerahan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor pada tahun 1958 mengamanahkan untuk menjadikan Pondok Modern sebagai sumber pengetahuan agama Islam, bahasa Al-Qur’an/Arab, ilmu pengetahuan umum dan berjiwa pondok.
Rencananya, Mushaf Gontor ini akan ditulis oleh Ustadz Muhammad Nur Lc MH yang telah mendapatkan ijazah pada khat naskhi dari kaligrafer internasional berkebangsaan Maroko, Syeikh Belaid Hamidi. Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 2001 itu mengakui perlunya mempersiapkan dua segi dalam proses penulisan mushaf Al-Qur’an, yakni: dzahir dan batin atau fisik dan nonfisik. Satu faktor penentu lain yaitu menetapkan niat penulisan sebagai bagian dari ibadah lillahi ta’ala.
“Harapannya, (penulisan mushaf Gontor) dapat menjadi legasi atau warisan bagi generasi yang akan datang,” sambung Ustadz Muhammad Nur.
Ustadz Muhammad Nur menerangkan bahwa ada dua segi yang harus dipersiapkan. Yaitu persiapan dzahir dan batin atau fisik dan nonfisik. Dalam segi nonfisik, Ustadz Muhammad Nur menekankan pentingnya niat penulisan sebagai ibadah lillahi ta’ala.
Ia juga menyampaikan bahwa penulisan ini telah menjadi amanah Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor. “Harapannya, dapat menjadi legasi atau warisan bagi generasi yang akan datang,” ungkapnya.
Nantinya, Ustadz Muhammad Nur akan dibantu oleh tim pendukung penyedia alat tulis, peralatan digitalisasi master, tim pentashihan internal, tim dokumentasi dan persiapan teknis lainnya. Harapannya, tim ini dapat membantunya dalam mempersiapkan mental dan spiritual sebelum dan selama penulisan mushaf berlangsung. [Mohamad Deny Irawan]





















