Ponorogo, Gontornews — Tim Pelaksana Program Hibah Kedaireka Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi dari Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor sejak bulan November hingga Desember 2024 melaksanakan pendampingan intensif bagi Siswo Bantarangin (SB) Gallery, salah satu mitra binaan yang bergerak di bidang industri kreatif sebagai perajin alat-alat kesenian Reog Ponorogo.
SB Gallery, yang berlokasi di Jl. Soroito No. 22, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo, merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang fokus pada pembuatan perlengkapan kesenian Reog seperti dadak merak, barongan, topeng ganongan, dan klonosewandono. Dengan dua karyawan tetap, SB Gallery menghadapi tantangan untuk mempertahankan kualitas produk dengan nilai seni yang tinggi di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.
Sebagai warisan budaya khas Ponorogo, Reog membutuhkan kreativitas dan inovasi dalam menghasilkan produk kerajinan yang tidak hanya estetis tetapi juga memenuhi standar keamanan produk untuk pasar global. Selain itu, SB Gallery turut berkontribusi dalam pengembangan pusat kesenian dan industri kreatif Kabupaten Ponorogo, yang diharapkan menjadi etalase produk unggulan UMKM lokal.
Pendampingan oleh Tim UNIDA Gontor
Program pendampingan yang dilaksanakan sejak November hingga Desember 2024 ini dipimpin oleh Assoc Prof Dr Syamsuri SHI MSh dan melibatkan 12 dosen tetap, tiga mahasiswa semester enam, dan dua mahasiswa semester empat. Kepada Gontornews.com, Ustadz Syamsuri menjelaskan bahwa tim UNIDA Gontor memberikan pelatihan yang mencakup: (1) Pembuatan SOP Usaha. Penyusunan prosedur kerja yang terstandar untuk meningkatkan efisiensi produksi. (2) Manajemen Operasional dan Sumber Daya Manusia (SDM). Optimalisasi pengelolaan sumber daya manusia dan operasional usaha. (3) Pemilihan Bahan Baku Halal (Standar Halal Value Chain). Meningkatkan kesadaran akan pentingnya bahan baku yang sesuai standar halal untuk menjaga nilai keberlanjutan produk.
Ketua tim pelaksana program pendampingan IRT-UM Hibah Kedaireka, Assoc Prof Dr Syamsuri SHI MSh ini pun menyampaikan kesannya, “Melalui pelatihan pembuatan SOP usaha, manajemen operasional dan SDM, serta pemilihan bahan baku halal, kami berharap dapat membantu SB Gallery meningkatkan efisiensi kerja sekaligus menjaga kualitas produknya.
Pendampingan ini juga menjadi kesempatan bagi kami, lanjutnya, untuk belajar lebih dalam mengenai
kearifan lokal Ponorogo yang sarat nilai sejarah dan seni. Kami merasa bangga dapat berkontribusi dalam upaya mengangkat warisan budaya Reog Ponorogo melalui inovasi kerajinan. Harapan kami, SB Gallery dapat terus berkembang dan menjadi ikon yang mengharumkan nama Ponorogo, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Semoga kolaborasi ini memberikan manfaat berkelanjutan bagi semua pihak, khususnya dalam memajukan UMKM dan pelestarian budaya,” harapnya.
Wahyu Tri Dewantoro, pemilik SB Gallery pun mengungkapkan rasa terima kasih atas pendampingan yang diberikan oleh UNIDA Gontor. Dalam testimoninya, ia menyampaikan, “Kami dari mitra binaan SB Gallery mengucapkan banyak terima kasih kepada UNIDA Gontor yang telah membantu usaha kami.” Alhamdulillah, lanjutnya, ia diberi permodalan dalam bentuk alat dan bahan untuk usaha. “Kami sangat terbantu atas apa saja yang telah diberikan. In syaa Allah akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa banyak sekali ilmu yang diberikan oleh UNIDA Gontor melalui pelatihan-pelatihan yang diikuti. “Kami merasa seperti masuk kuliah gratis selama mengikuti pelatihan. Mendapat pengetahuan dari Ustadz dan Ustadzah sekaligus mendapat relasi dan teman baru,” lanjut Wahyu.
Sinergi untuk Kemandirian UMKM
Program pendampingan ini merupakan wujud nyata komitmen UNIDA Gontor untuk mendorong pengembangan UMKM berbasis kemitraan. Dengan keterlibatan aktif SB Gallery, diharapkan produk kerajinan Reog Ponorogo dapat terus berkembang dan memperluas jangkauan pasarnya, sekaligus memperkuat identitas budaya Indonesia di kancah global.
Tentang Program Hibah Kedaireka
Program Hibah Kedaireka merupakan inisiatif Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi untuk mendorong sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha mikro dalam meningkatkan daya saing UMKM lokal. Program ini juga mendukung transformasi pengetahuan dan teknologi untuk pengembangan ekonomi berbasis masyarakat. [Edithya Miranti]





















