Jakarta, Gontornews — Suasana semarak mewarnai kegiatan Jambore Pramuka Muslim Dunia 2025 yang digelar di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Lebih dari 15 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta 16 negara turut ambil bagian dalam ajang pramuka yang mengedepankan nilai persaudaraan, kedisiplinan, dan pembinaan karakter Islami bagi generasi muda.
Salah satu sekolah yang ikut jambore pramuka ini yaitu MTs MA Milbos (Maghfirah Islamic Leadership Boarding School) Kabupaten Bogor, yang mengirimkan 40 peserta terdiri atas 30 putra dan 10 putri. Kehadiran mereka mendapat pendampingan langsung dari pembina pramuka sekolah, M Fadel Irfan, yang turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan besar tersebut.
“Alhamdulillah bisa mengikuti Jambore Pramuka Muslim ini. Lebih dari 15 ribu peserta, kita bisa saling mengenal satu sama lain di Cibubur. Kita juga bisa belajar melihat manajemen membuat acara sebesar ini. Secara keseluruhan oke, meski ada beberapa evaluasi, itu sudah biasa,” ungkap Fadel Irfan.
Ajang Silaturahmi dan Belajar Manajemen Acara
Menurut Fadel, kegiatan Jambore Pramuka Muslim tidak hanya menjadi arena pertemuan antarpramuka dari berbagai daerah, tetapi juga memberikan pengalaman baru dalam memahami cara mengelola acara besar dengan ribuan peserta. Peserta mendapat kesempatan untuk berinteraksi lintas daerah, bertukar pengalaman, hingga memperluas jejaring pertemanan.
Menurut Fadel, pengalaman inilah yang menjadi nilai tambah dari jambore, karena peserta tidak hanya belajar dalam lingkup sekolah atau daerah masing-masing, tetapi juga bisa melihat secara langsung cara panitia mempersiapkan dan menjalankan kegiatan berskala internasional.
Fadel Irfan juga menyampaikan harapan agar kegiatan Jambore Pramuka Muslim terus berlanjut dengan kualitas yang lebih baik di tahun-tahun mendatang. Ia menilai, penyelenggaraan yang digagas oleh Pondok Modern Darussalam Gontor dan sejumlah lembaga terkait ini bisa menjadi semakin besar dan berpengaruh, bahkan hingga ke tingkat internasional.
“Semoga Gontor bisa lebih berkiprah lagi. Ke depan, mudah-mudahan bisa diselenggarakan di negara lain agar mendapatkan pengalaman yang baik,” tuturnya.
Harapan tersebut sejalan dengan cita-cita banyak pihak untuk menjadikan Jambore Pramuka Muslim sebagai ajang yang tidak hanya mempererat ukhuwah di dalam negeri, tetapi juga membangun jejaring internasional, sehingga pramuka Muslim Indonesia dapat belajar sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur bangsa ke dunia.
Bagi MTs MA Milbos, keikutsertaan ini menjadi kebanggaan tersendiri. Para siswa mendapatkan pengalaman berharga yang mungkin sulit didapatkan di luar kegiatan jambore. Mereka belajar arti kebersamaan, kemandirian, serta pentingnya menjaga nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari.[Fathur]





















