Jakarta, Gontornews — Panggung World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025 yang berada di tengah pusaran ribuan peserta dan pengunjung stand Bazar WMSJ pada Jumat (12/9/2025) malam semakin menyala dengan kehadiran Ustadz Luqmanulhakim. Dai asal Pontianak, Kalimantan Barat, tersebut tampil dengan sangat memukau dan memberikan sejumlah pesan berharga ke para santri dan wali santri di sana.
Kepada Gontornews.com alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor tahun 2003 ini menyampaikan bahwa santri harus tahu, ketika memondokkan anaknya, orangtualah yang paling banyak berlinang air mata. “Apa-apa kepikir anak,” ucap Ustadz yang akrab disapa Ayah Man itu.
Ustadz Luqman lantas berpesan, “Kepada semua wali santri pastikan bawa pulang uang yang halal, terlebih uang yang kita kirimkan ke pondok.” Jangan lupa, sambungnya, untuk menuliskan surat menggunakan tulisan tangan ke anak kita. Karena tulisan tangan itu lebih powerfull atau kuat pengaruhnya kepada anak. Jangan sebatas video call, namun ungkapkan semua kasih sayang kita ke anak dengan tulisan tangan kita.
Inisiator Gerakan Sedekah Akbar Indonesia dan Gerakan Infaq Beras yang telah dilaksanakan rutin di berbagai daerah itu pun kemudian membagikan satu kata mujarab dalam doa. Kata mujarab ini sebaiknya selalu diselipkan di setiap doa orangtua kepada anak keturunannya, agar ketika kita sudah tiada, anak tetap merasakan manfaat dari iringan doa tulus orangtuanya.
“Berdoalah semoga anak cucu keturunan kita selama-lamanya.., masukkan kata “selama-lamanya” dalam tiap doa agar tidak ada kata expired dalam doa kita,” terang Ayah Man. Sebab jika kita meninggal dunia, anak masih bisa berbakti kepada kita, tetapi mereka sudah tidak bisa lagi mendapatkan doa kita lagi. Namun, sambung, ustadz kelahiran 27 Juni 1984, dengan memasukkan kata “selama-lamanya”, maka doa itu masih bisa diterima oleh mereka.
Ditutup dengan kisah nyata seorang ibu yang kerap menyikat WC pondok sebagai bentuk amal kebaikan yang diniatkannya untuk kebaikan sang anak kelak. Sambil berlinang air mata, Ustadz Luqman pun menyebutkan bahwa sosok ibu tersebut yaitu ibunya. Seorang ibu yang dengan suka rela menyikat WC pondok saat menyambangi anaknya menyantri dulu, sembari tak lepas mendoakan sang anak dan meniatkan segala amal kebaikan yang dilakukan agar bisa menjadikan anaknya sukses dan bermanfaat di kemudian hari.
“Maksudnya, jangan pernah kecilkan doamu karena Allah Mahamendengar,” tekan penceramah di stasiun televisi nasional, salah satunya program “Damai Indonesiaku” itu. Mungkin, lanjut Ustadz Luqman, sekarang keadaan belum baik, tapi kelak anak yang masuk pondok bisa jadi yang akan meningkatkan derajat kita. Maka, jangan bosan jadi orang baik! “Sekecil apa pun kebaikan kita, niatkan semoga menjadi kebaikan untuk anak keturunan kita selama-lamanya,” pungkas Ustadz Luqman. [Edithya Miranti]





















