Jakarta, Gontornews — Wakil Menteri Agama RI, Romo Muhammad Syafi’i, menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya World Muslim Scout Jamboree (WMSJ) 2025, ajang pramuka Muslim pertama di dunia yang digelar di Bumi Perkemahan Cibubur dan Graha Wisata, Jakarta Timur.
“Terima kasih Gontor, terima kasih Indonesia. Inilah momentum sejarah yang melahirkan generasi pemimpin masa depan,” ujar Romo Syafi’i penuh haru, Sabtu (13/9/2025).
Menurutnya, WMSJ bukan sekadar perkemahan, melainkan wadah pendidikan kepemimpinan, kemandirian, dan nilai keislaman yang tumbuh dari rahim pesantren. Sebagai Wamenag RI yang bertanggung jawab atas pendidikan keagamaan di sekolah menengah, ia menegaskan dukungannya terhadap perhelatan yang menjadi simbol kaderisasi pemimpin Muslim dunia ini.
“Yang saya soroti pendidikan kepemimpinan dan kemandirian yang menjadi jiwa pramuka. Semuanya ada di pesantren, semuanya ada di WMSJ,” tegasnya sebagaimana dirilis panitia WMSJ 2025.
Romo Syafi’i juga menekankan nilai inklusivitas yang terkandung dalam kepramukaan. Melalui kegiatan jambore, para peserta dari berbagai daerah dan negara belajar saling mengenal, menghargai, serta menjalin persaudaraan lintas latar belakang.
“Dalam pramuka, adik-adik belajar bahwa perbedaan bukan penghalang. Justru dari sinilah lahir pemimpin yang bisa merangkul semua kalangan,” jelasnya.
Sementara itu, Sekjen Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG), KH Anang Rikza Masyhadi, menilai keberadaan WMSJ menjadi jawaban atas krisis moralitas dan konflik global yang kian marak. Ia berharap WMSJ melahirkan duta perdamaian yang mampu menebarkan nilai kasih sayang dan persaudaraan.
“Ketika moralitas dunia sedang turun, WMSJ hadir sebagai alternatif. Di sini anak-anak muda bertemu, berinteraksi, dan belajar membawa misi damai, bukan hanya untuk Indonesia, tapi juga untuk dunia,” pungkasnya. [Edithya Miranti]





















