15
Tonton Selengkapnya
28 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Monday, 8 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Ancaman Degradasi Moral di Era Digital

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
26 September 2025
in Tafsir
0
Ancaman Degradasi Moral di Era Digital

Landasan Teologis
اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ
(Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, janganlah berbuat rafaṡ, berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan (pasti) Allah mengetahuinya. Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal hanyalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat. (QS Al-Baqarah: 197)

Asbabun Nuzul
Ayat ini turun untuk menegur kebiasaan jamaah haji dari Yaman yang pada masa itu enggan membawa bekal. Akhirnya, sesampai di Mekkah mereka harus meminta-minta kepada jamaah haji yang lain guna memenuhi kebutuhan mereka.
Hadis riwayat Imam al-Bukhari dalam Kitab al-Hajj, Bab Qaul Allah Ta‘ala hlm. 371, hadis nomor 1523, menyebutkan sebab turunnya ayat ini dalam hadisnya:
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Dulu penduduk Yaman biasa berangkat haji tanpa membawa bekal. ‘Kami orang-orang yang bertawakal,’ begitu kata mereka. Sampai di Mekkah, mereka pun terpaksa meminta-minta kepada jamaah haji yang lain. Berkaitan dengan hal ini Allah menurunkan firman-Nya, watazawwaduu fainna khairaz-zaadit-taqwa (Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal hanyalah takwa). (HR Imam Al-Bukhari)

Interpretasi Para Mufasir
Dalam Tafsir Al-Muyassar disebutkan, pelaksanaan haji pada bulan-bulan yang telah dimaklumi, yaitu bulan Syawal, Dzulqa’dah, dan 10 hari dari bulan Dzulhijjah. Maka barangsiapa telah memantapkan niat haji atas dirinya pada bulan-bulan tersebut dengan memasuki keadaan ihram, maka diharamkan atas dirinya untuk berjimak dan aktivitas-aktivitas pengantarannya, baik berbentuk perkataan maupun perbuatan.
Dan haram atas dirinya keluar dari ketaatan kepada Allah dengan berbuat maksiat-maksiat, dan perdebatan dalam berhaji yang dapat menyeret pada tersulutnya kemarahan dan kebencian. Dan apapun kebaikan yang kalian perbuat niscaya Allah mengetahuinya, lalu membalasi tiap-tiap orang yang sesuai dengan amal perbuatannya. Dan bawalah oleh kalian perbekalan dari jenis makanan dan minuman untuk perjalanan ibadah haji, dan perbekalan dari jenis amal shalih untuk Kampung Akhirat. Karena sesungguhnya sebaik-baik perbekalan hanyalah ketakwaan kepada Allah.
Dalam Kitab Shafwatut Tafasir, Imam Ali As-Shabuni menafsirkan ayat ini bukan hanya tentang waktu pelaksanaan haji saja, namun ayat ini juga menjelaskan adab dan etika saat pelaksanaan haji, yaitu tidak melakukan hubungan suami-istri, bermaksiat ataupun bermusuhan satu sama lain, sebab ketika seseorang melaksanakan haji tak lain tujuannya ialah menghadap Allah dan mencari ridha-Nya.
Allah akan memberi balasan terbaik terhadap setiap kebaikan yang dilakukan di dalamnya.
Terkait makna takwa yang memiliki arti bekal haji juga dijelaskan oleh Imam As-Suyuthi dalam Tafsir al-Jalalain. Ia menjelaskan bahwa maksud dari takwa pada ayat ini ialah sesuatu yang dijadikan bekal untuk perjalanan ibadah haji agar tidak meminta-minta kepada orang lain.
Hal ini didukung dengan adanya riwayat yang menjelaskan bahwa ayat perintah membawa bekal tersebut turun untuk penduduk Yaman yang pergi melaksanakan haji tanpa membawa bekal sehingga menyusahkan orang lain.
Sedangkan Tafsir Aisarut Tafasir menyebutkan pelajaran dari ayat, yaitu: Keharaman melakukan perbuatan keji (rafats), kefasikan, dan permusuhan tatkala sedang ihram; dan disunnahkan bagi jamaah haji untuk memperbanyak amalan kebaikan selama ibadah haji agar pahalanya bertambah dan mabrur hajinya.

Nilai–nilai Pendidikan
QS Al-Baqarah: 197 mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan bagi manusia. Pertama, Nilai Akhlak. Ayat ini mengajarkan hamba-Nya agar menjauhi larangan terhadap rafats yaitu ucapan/tingkah laku yang mengandung unsur seksual atau tidak senonoh dan perilaku fusūq yaitu maksiat, perbuatan dosa atau menyimpang dari kebenaran serta perilaku jidāl yaitu perdebatan/pertengkaran yang tidak perlu. Sehingga ayat mengajarkan nilai pengendalian diri, kesopanan, serta menjauhi konflik dan dosa, terutama di tengah ibadah.
Karena itu guru, orangtua dan tokoh masyarakat harus senantiasa memberikan keteladanan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari agar peserta didik tidak menyimpang dari kebenaran dan tidak melakukan perbuatan rafats, fusuq dan jidal yang dapat merusak ibadah dan akhlaknya.
Kedua, Nilai Akidah (Keimanan). Ayat ini menegaskan bahwa ibadah haji merupakan perintah Allah yang memiliki waktu tertentu untuk mengajarkan pentingnya ketaatan pada aturan Allah. Kalimat “Apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya“, ayat ini menanamkan keyakinan bahwa Allah Maha Mengetahui setiap amal hamba-Nya.
Sehingga guru, orangtua dan tokoh masyarakat harus menanamkan keimanan sejak anak berusia dini agar mereka meneladani ketaatan kepada Allah di zaman era digital yang serba canggih. Anak akan mampu memilah semua apa yang dilihat dan didengar karena mereka memiliki keimanan yang kuat sehingga tidak terbawa arus yang salah dan menyimpang.
Ketiga, Nilai Rasional (Berpikir). Ayat ini menyeru kepada “ulil albab” (orang yang berakal) untuk mendorong manusia menggunakan akalnya dalam memahami perintah Allah, termasuk dalam menjalankan ibadah haji secara sadar dan penuh makna serta berbekal amal shalih dalam menjalankan ibadah.
Penting bagi guru, orangtua dan tokoh masyarakat mengarahkan peserta didik menjadi orang-orang yang berakal agar mereka memahami perintah Allah dan mengambil pelajaran dari apa yang Allah sudah berikan karena kekuasaan Allah tampak jelas. Peserta didik harus menjadi cendekiawan Muslim yang menguasai ilmu dan pintar dalam menjadikan digital sebagai ladang amal dan berbagi ilmu.

BACA JUGA

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Ibadah dan Amal Terbaik  

Peran Jin dan Manusia dalam Kehidupan Sehari-hari

Membangun Integritas Pendidik dan Peserta Didik

Belajar Ikhlas dan Taat dalam Perjalanan Haji

Landasan Teoretis
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), degradasi adalah penurunan (tentang pangkat, mutu, moral, dan sebagainya). Degradasi adalah kemunduran atau kemerosotan.
Degradasi moral adalah penurunan kualitas akhlak, budi pekerti, dan nilai-nilai etika dalam diri individu atau masyarakat, yang ditandai dengan pelanggaran norma dan aturan yang berlaku di masyarakat serta melemahnya nilai-nilai budaya luhur, seperti perilaku menyimpang, kurangnya empati, dan sikap individualistis. Istilah “degradasi” berarti kemerosotan atau penurunan, sementara “moral” merujuk pada perilaku yang sesuai dengan kebaikan dan keburukan yang diterima masyarakat.
Era digital adalah masa di mana aktivitas masyarakat hingga informasi disebarluaskan dengan menggunakan teknologi digital. Dalam era digital internet dan perangkat elektronik menjadi bagian yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, mempermudah akses informasi, komunikasi, dan berbagai aktivitas manusia lainnya secara praktis dan efisien.
Transformasi teknologi yang sangat pesat bisa mempengaruhi cara berpikir seseorang serta mempengaruhi bagaimana cara untuk berinteraksi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Di era digital, teknologi semakin mendominasi atau menonjol pada setiap aspek kehidupan dan mempengaruhi dinamika sosial masyarakat sehingga masyarakat harus memperhatikan akhlak dan cara menggunakan yang baik di dunia digital ataupun dunia interaksi langsung.
Degradasi moral era digital merupakan fenomena penurunan kualitas akhlak dan etika yang dipengaruhi oleh kemajuan teknologi digital. Nilai-nilai luhur masyarakat terkikis dan perilaku menyimpang seperti cyberbullying, kecanduan game online, dan lunturnya kesopanan menjadi lebih sering terjadi akibat paparan konten negatif dan berkurangnya interaksi sosial langsung di media digital.
Mengatasi degradasi moral di era digital memerlukan kerjasama dari berbagai pihak, termasuk keluarga, sekolah, dan lembaga pemerintah, melalui pendidikan karakter dan pembiasaan nilai-nilai luhur untuk membangun generasi penerus yang berakhlak mulia. Anak memerlukan keteladanan, bimbingan dan arahan dalam bersikap sehingga tidak semena-mena kepada siapa pun dan saling menghargai.
Generasi muda merupakan aset berharga umat dan bangsa. Jika mereka terseret arus negatif dari dunia digital, maka masa depan umat akan terancam. Oleh sebab itu, Islam telah memberikan panduan bagaimana membina akhlak agar generasi muda tetap terjaga di tengah derasnya arus perubahan zaman.
Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS At-Tahrim: 6)
Ayat ini mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga moral bukan hanya pada individu, tetapi juga orangtua, pendidik, dan masyarakat.
Perlu kita sadari bahwa zaman digital menyajikan dua wajah yakni peluang dan ancaman. Generasi muda bisa mengakses beragam ilmu dari beragam narasumber dunia melalui media sosial. Namun di saat yang sama, mereka juga bisa terjerumus ke dalam jurang maksiat karena mudahnya akses konten negatif. Ini menjadi bukti nyata dampak buruk teknologi yang tidak dikendalikan.
Islam telah memberikan solusi dalam menghadapi perubahan zaman di antaranya dengan menanamkan akidah dan akhlak sejak dini. Akidah adalah fondasi iman agar tertanam kuat dan menjadi benteng dari segala godaan dunia maya. Dengan akidah yang kokoh, anak-anak kita akan mampu membedakan mana yang bermanfaat dan mana yang berbahaya.
Mereka harus dididik untuk memanfaatkan media sosial untuk hal positif seperti sarana dakwah, berbagi ilmu, dan kebaikan. Mereka harus diberikan pemahaman bahwa setiap aktivitas dan postingan di media sosial memiliki konsekuensi dan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah. Dengan begitu, teknologi menjadi sarana jariyah pahala, bukan jariyah dosa.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا، وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ، وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ
“Barangsiapa yang membuat sunnah hasanah dalam Islam maka dia akan memperoleh pahala dan pahala orang yang mengikutinya, dengan tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang membuat sunnah sayyi’ah dalam Islam maka ia akan mendapatkan dosa dan dosa orang yang mengikutinya, dengan tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” (HR Muslim)

Selamat dari Ancaman Degradasi Moral
Lalu bagaimana cara agar kita selamat dari ancaman degradasi moral di era digital? Pertama, memperhatikan dan mengarahkan anak-anak dalam bermedia sosial yang baik dan mengambil manfaat darinya untuk mendekatkan kepada ketakwaan. Allah SWT berfirman:
وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا
“Hendaklah merasa takut orang-orang yang seandainya (mati) meninggalkan setelah mereka, keturunan yang lemah (yang) mereka khawatir terhadapnya. Maka, bertakwalah kepada Allah dan berbicaralah dengan tutur kata yang benar (dalam hal menjaga hak-hak keturunannya).” (QS An-Nisa: 9)
Ayat di atas turun untuk para orangtua yang hendak berwasiat sebelum kematiannya agar memperhatikan bagaimana kehidupan anak-anak keturunannya kelak, sebagaimana dijelaskan Syekh Muhammad Ali As-Shabuni dalam tafsirnya Shafwatut Tafasir.
Namun, apabila dilihat dari lahiriyah ayat, maka dapat diambil pelajaran, ayat ini memberikan peringatan kepada orangtua yang masih hidup agar mempersiapkan anak-anaknya yang akan mengarungi kehidupan di masa kelak, di antaranya dengan mendidik anak-anaknya. Pendidikan terhadap anak merupakan bagian dari perintah agama.
Kedua, mengajari anak akhlak yang mulia dalam berbicara maupun bertindak di dunia maya atau dunia nyata agar menjadi manusia yang berbudi pekerti dan bermanfaat.
Rasulullah SAW bersabda:
أَكْرِمُوْا أَوْلَادَكُمْ وَأَحْسِنُوْا آدَابَهُمْ
“Muliakanlah anak-anakmu, perbaikilah adab mereka.” (HR Ibnu Majah)
Bagi anak-anak, pendidikan ini menjadi penting. llmu agama akan menuntun mereka ke jalan kebenaran yang diridhai Allah.
Ketiga, mengajarkan anak memilih teman agar kelak setelah dewasa mampu memilih teman yang baik karena teman memiliki pengaruh besar. Rasulullah SAW bersabda:
اَلرَّجُلُ عَلى دِيْنِ خَلِيْلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang bergantung pada agama temannya. Maka hendaknya ia melihat dengan siapa dia berteman.” (HR Imam Abu Dawud-Imam Ahmad)
Dalam konteks penggunaan gadget, gadget juga dapat berperan sebagai teman bagi anak. Karena hampir setiap hari mereka berinteraksi dengan gadget. Maka periksalah dengan seksama, apa yang mereka buka dalam gadget mereka. Jangan sampai digunakan untuk maksiat dan kejelekan.
Keempat, orangtua harus senantiasa rajin mendoakan anak-anaknya. Sebagaimana Nabi Ibrahim AS yang senantiasa mendoakan anak-anaknya agar tetap tegak mendirikan shalat karena kita ketahui di era digital tidak sedikit mereka yang kecanduan media sosial, game dan sebagainya, mereka mengulur waktu mendirikan shalat dan kadang tidak melaksanakan shalat.
Allah SWT berfirman:
رَبِّ اجْعَلْنِيْ مُقِيْمَ الصَّلٰوةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِيْۖ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاۤءِ
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan sebagian anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.” (QS Ibrahim: 40)
Kelima, mengajarkan amar makruf nahi mungkar kepada anak. Anak yang sudah memahami amar makruf nahi mungkar maka dia akan menggunakan teknologi sebagai ladang memperoleh pahala dan menjauhi segala bentuk maksiat yang harus dihindari. Mereka akan senang terhadap dakwah dan kajian ilmu daripada berlama-lama balas komentar yang tidak jelas ataupun menonton tayangan yang tidak pantas. Allah SWT berfirman:
كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ
“Kamu (umat Islam) merupakan umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (selama) kamu menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Seandainya ahlul kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka orang-orang fasik.” (QS Ali Imran: 110)
Keenam, mengajarkan anak literasi digital. Anak harus diajarkan literasi agar mereka tidak mudah percaya dengan berita hoax yang bertebaran dan mereka tidak akan mengikuti sesuatu tanpa ilmunya. Mereka akan terjaga dari trend yang kurang pantas dan tanpa dasar ilmu sehingga membentengi anak menjadi anak yang berakhlak, berilmu dan bertakwa di tengah arus digital. Allah SWT berfirman:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا
“Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak kau ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS Al-Isra’: 36)

Kisah Teladan
Abdullah bin Abbas merupakan sepupu Nabi. Saat masih kecil, ia sering duduk di dekat Rasulullah dan mendengarkan semua nasihat beliau. Ia suka bertanya, mencatat, dan belajar. Bahkan setelah Rasulullah wafat, Abdullah tetap rajin menuntut ilmu dari sahabat-sahabat yang lain.
Ia akhirnya menjadi seorang ulama hebat yang paham Al-Qur’an dan Hadis. Abdullah bin Abbas juga dikenal sebagai anak yang sangat cerdas dan memiliki ingatan yang kuat. Ia mampu menghafal banyak ayat Al-Qur’an dan hadis Rasulullah. Kecintaannya terhadap ilmu membuatnya dihormati oleh banyak orang.
Abdullah bin Abbas mengajarkan pentingnya rajin belajar sejak kecil. Ilmu yang kita pelajari hari ini bisa menjadi bekal di kemudian hari.
Kisah Abdullah bin Abbas mengajarkan bahwa anak yang rajin belajar sejak kecil memiliki wawasan yang luas. Dia tidak akan terjerumus ke jalan yang sesat. Dia juga akan belajar menjadi jujur, pemberani, penyayang, rajin belajar, dan dekat dengan Allah serta Rasul-Nya, baik di dunia maya dan dunia nyata.
Abdullah bin Abbas menunjukkan bahwa anak kecil pun bisa menjadi hebat jika memiliki akhlak mulia dan semangat meneladani Rasulullah SAW. Karena itu didiklah anak kita agar mencintai ilmu dan kebenaran sejak kecil.
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةًۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ
“(Mereka berdoa) Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami berpaling setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan anugerahkanlah kepada kami rahmat dari hadirat-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.” (QS Ali Imran: 8) []

Tags: Degradasi moralEra digitalGadget
Share51Tweet32Send
Previous Post

‘Forum Abu Dhabi untuk Perdamaian’ Berperan Signifikan Promosikan Perdamaian Dunia

Next Post

Untuk Lindungi Anak Indonesia, HNW: BGN Tak Cukup Hanya Minta Maaf, Segera Evaluasi dan Selamatkan Program MBG

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

6 June 2026
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

7 June 2026
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

0
Kriteria Alumni Gontor

Kriteria Alumni Gontor

0
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

0
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

0
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

0
Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

Anatomi Pondok Pesantren Jalan di Tempat: Telaah Kritis 9  Faktor Penghambat Kemajuan

7 June 2026
Kriteria Alumni Gontor

Kriteria Alumni Gontor

7 June 2026
SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda 2026: Ini Pesan Wali Murid!

7 June 2026
BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

BAZNAS RI Lanjutkan Penanganan Kebakaran di Kemayoran, Pasang Instalasi Listrik dan Salurkan Bantuan Makanan

6 June 2026
BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

BAZNAS Salurkan Hewan Kurban dari Sedekah Konsumen Alfamidi di Yogyakarta

6 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result