Jakarta, Gontornews — Dalam rangka memperdalam wawasan ekonomi dan sejarah keuangan nasional, kelas Santri Preneur Pondok Pesantren Ummul Quro Al-Islami mengadakan kegiatan Study Tour ke Museum Bank Indonesia, Museum Bank Mandiri, Museum Fatahillah, dan Perpustakaan Nasional RI. Kegiatan ini merupakan inisiatif pembimbing kelas Santri Preneur untuk menggabungkan konsep pembelajaran teori ekonomi dengan pengalaman langsung di lapangan.
Ustadz Ibnu Shofi, Pembimbing dan Penanggung Jawab kegiatan menjelaskan, bahwa Santri Preneur merupakan kelas peminatan yang dirancang agar para santri memahami dasar-dasar bisnis dan kewirausahaan.
“Santri itu tidak selalu harus menjadi kiai. Ada kalanya santri juga perlu memahami ilmu ekonomi dan bisnis, karena Rasulullah sendiri seorang pedagang,” ujarnya kepada Gontornews.com di Jakarta, Selasa (14/10/2025).
Melalui kegiatan study tour ini, para santri diajak mempelajari sejarah perkembangan ekonomi Indonesia, mulai dari sistem keuangan, lembaga perbankan, hingga nilai-nilai historis yang melatarbelakanginya.
Ustadz Ibnu menjelaskan, banyak santri yang baru mengetahui bahwa pada masa awal kemerdekaan Indonesia, setiap daerah pernah memiliki mata uangnya sendiri.
“Itu hal yang tidak pernah mereka pelajari di kelas. Jadi ketika dijelaskan di museum dan mereka melihat langsung koleksi uang dari berbagai daerah, itu membuka wawasan baru,” tambahnya.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menanamkan kesadaran bahwa dunia bisnis dapat dijalani sesuai syariat Islam. “Yang penting jujur dan mengikuti ajaran Rasulullah dalam berdagang,” tutupnya.
Melalui study tour ini, santri tidak hanya memahami teori ekonomi, tetapi juga menyelami nilai sejarah dan moral di balik dunia usaha, sehingga membentuk karakter wirausaha Muslim yang berilmu dan berakhlak. [Bayu]


















