Ngawi, Gontornews — Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor memulai program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) ke-38 di Kecamatan Ngrambe. Untuk wilayah Dusun Srikaton, Desa Manisharjo Ngrambe, peserta KKNT UNIDA Gontor kampus putri bertugas untuk memperkuat pemahaman dan praktik ibadah masyarakat, terkhusus bagi kaum muda.
Dr Hifni Nasif, Dosen Pembimbing KKNT 38 UNIDA Gontor, berharap kegiatan ini dapat difokuskan pada penguatan etika keagamaan dan harmoni sosial melalui Pendidikan Anak berbasis Masjid. Beberapa kegiatan yang dipersiapkan di antaranya, yakni: pendampingan taman pendidikan Al-Qurβan (TPA) untuk anak-anak, pengajaran Al-Qurβan bagi kaum ibu hingga mendampingi hafalan surat pendek untuk anak-anak.
βSelama KKNT 38, para peserta diharapkan untuk menginsiasi berbagai program yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung,β ujar Dr Hifni Nasif dalam rilis yang diterima gontornews.com.
Hifni menambahkan, program KKNT 38 di Dusun Srikaton Manisharjo diikuti oleh 10 orang yang terdiri dari 9 mahasiswi dan 1 dosen pembimbing UNIDA Gontor kampus Putri Mantingan Ngawi. Melalui program KKNT 38, para peserta akan ambil bagian dalam sejumlah program kemasyarakatan mulai 8 Februari hingga 5 Maret 2026 mendatang.
βAlhamdulillah, program ini disambut antusias oleh masyarakat Dusun Srikaton yang selama ini mengharapkan pendampingan intensif di bidang pendidikan agama,β sambung alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor 2006 tersebut.
Penyelenggara KKNT telah merancang sejumlah program pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan agar para peserta merasa nyaman saat belajar di lingkungan masjid. βDengan demikian, masjid tidak hanya dipandang sebagai tempat shalat, tetapi juga sebagai ruang tumbuh kembang karakter,β ungkap Nayla Septiana Mayesya, salah seorang peserta KKNT 38 Unida Gontor, kepada gontornews.com.
Selain melakukan pendidikan anak berbasis masjid, program ini juga melibatkan orangtua dan sejumlah tokoh masyarakat baik melalui pendampingan baca Al-Qurβan hingga diskusi keagamaan. Kegiatan ini dipoyeksikan untuk menyamakan persepsi tentang pentingnya pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam.
βKetika anak dan orang tua sama-sama mendapatkan pembinaan, maka tercipta kesinambungan nilai di rumah maupun di lingkungan masyarakat,β tambah Nayla.
Selain pendidikan berbasis masjid, para peserta KKNT 38 juga terlibat dalam sejumlah kegiatan kemasyarakat seperti Yasinan bersama, kerja bakti, senam sehat dan peringatan hari besar Islam. Keterlibatan ini diperlukan sebagai upaya dan sarana mempererat ukhuwah antara peserta KKNT 38 UNIDA Gontor dengan masyarakat.
βInteraksi yang intens dan positif di lingkungan masjid mendorong terciptanya harmoni sosial yang lebih kuat di Dusun Srikaton,β ucap mahasiswi Prodi Akidah Filsafat Islam (AFI) Fakultas Ushuluddin semester 6 itu.
Kehadiran KKNT 38 Unida Gontor di Desa Srikaton menargetkan peningkatan kesadaran masyarakat tentang etika keagamaan dalam kehidupan sosial. βKami berharap, anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,β ujar Nayla yang juga berkhidmah sebagai guru di PMDG Putri Kampus 2 Mantingan Ngawi.
βDengan menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan dan pembinaan, Dusun Srikaton diharapkan mampu menjadi contoh lingkungan yang religius, rukun, dan harmonis,β tambahnya menutup. [Mohamad Deny Irawan]


















