Ngawi, Gontornews — Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor bekerjasama dengan Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Ngrambe, Senin (23/2/2026), menyelenggarakan Workshop Pembelajaran Berbasis Penyelesaian Masalah (Problem Based Learning/PBL) dan Projek (Project Based Leraning/PjBL).
Koordinator Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) UNIDA Gontor, Siti Nikmatul Rochma, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menegaskan kembali peran guru dalam membangun pola pikir siswa sejak dini.
“Kemampuan berpikir kritis dan komprehensif harus dibangun dari jenjang dasar. Guru merupakan garda terdepan dalam membentuk karakter dan cara berpikir sebuah generasi,” kata Siti Nikmah dalam rilis yang diterima gontornews.com.
Sementara itu, Kepala Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Ngrambe Ngawi, Budiono, menekankan pentingnya inovasi pembelajaran. “Guru harus terus berkembang dan beradaptasi. Workhsop ini bagian dari penguatan IPTEK pendidikan berbasis inovasi,” tutur Budiono saat membuka acara.
Kegiatan yang diselenggarakan di Kantor Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Ngrambe itu menghadirkan Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAI) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Dra Alminiati MPd, dan Nurul Azizah MPd, Dosen UNIDA Gontor, selaku pembicara.
Pembicara pertama, Dra Alminiati, menjelaskan bahwa profesionalisme seorang guru tidak dapat dinilai dari sisi administratif saja. Para guru, sambung Alminiati, juga harus mengajarkan keteladanan dan kreatif dalam mengajar.
“Guru bukan sekadar mentransfer ilmu, tetapi juga harus menanamkan karakter kepada siswa. Pembelajaran tidak boleh membosankan, perlu pertanyaan pemantik dan aktivitas yang menghidupkan kelas,” ujar peraih gelar Magister Manajemen Pendidikan Universitas Muhammadiyah Solo (UMS) tersebut.
Sementara itu, pembicara kedua, Nurul Azizah MPd dari UNIDA Gontor, menyoroti pentingnya desain pembelajaran dalam penyusunan modul ajar. Penyesuaian karakter siswa dan capaian pembelajaran harus menjadi poin awal dalam penyusunan modul ajar.
“Tujuan pembelajaran harus selaras dengan asesmen agar penilaian tidak keluar dari arah yang direncanakan,” ujar Dosen Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor itu.
“Energi pembelajaran harus berpindah dari guru ke siswa. Guru harus menjadi fasilitator sementara siswa menjadi subjek aktif,” imbuh peraih gelar Magister Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Malik Ibrahim Malang itu.
Workshop ditutup dengan praktik penyusunan modul ajar berbasis PBL/PjBL secara berkelompok serta presentasi hasil rancangan.
“Kegiatan ini menandai komitmen bersama UNIDA Gontor dan Koordinator Wilayah bidang Pendidikan Kecamatan Ngrambe dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih kontekstual, kreatif dan adaptif,” tutup Tachnia Vitamaya Mahanani dan Dytha Salsabila selaku Humas KKNT UNIDA Gontor 2026. [Mohamad Deny Irawan]

















