Bogor, Gontornews – Sekitar seratus guru dan staf Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insantama Leuwiliang, Kabupaten Bogor, menghadiri acara Halal Bihalal lembaga pendidikan itu, Sabtu (4/4/2026). Acara bertajuk “Saling Memaafkan dan Bersama dalam Kebaikan” itu digelar di lantai 2 Masjid Pendidikan Insantama Al-Haris.
Acara liqa Syawal itu dimeriahkan dengan tukar kado dan pembagian door prize. Door prize utama berupa smartphone (HP) dan tablet diraih oleh Suheri SPd (guru SDIT Insantama Leuwiliang) dan Ferdi (staf bagian kebersihan).
“Alhamdulillah, tidak menyangka mau dapat HP. Terima kasih Yayasan,” ujar Suheri dengan mata berbinar.
Pada kesempatan halal bihalal itu Ketua Yayasan Amanah Insantama Leuwiliang, Ir H Ahmad Soim, mengutip ayat kesembilan surat An-Nisa’ yang artinya: “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”
Menurutnya, menjadi guru atau bekerja di SIT Insantama tidak hanya untuk mencari uang. Tapi ikut berkontribusi melahirkan generasi yang kuat. Generasi yang berkualitas: iman, ilmu dan amalnya. Generasi Islam yang bertakwa.
“Kita harus takut meninggalkan anak-anak yang lemah,” papar Ustadz Soim.
Hal senada disampaikan oleh Yoga Swara SP, kepala SMPIT Insantama Leuwiliang. Bekerja di SIT Insantama, menurut Yoga, tidak hanya mencari uang. Tapi menanamkan peradaban. Menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada anak didik.
“Kita harus bisa memberikan keteladanan. Sebab, perilaku kita dicontoh oleh anak-anak,” katanya.
Sementara itu Pimpinan (Mudir) Insantama Leuwiliang Boarding School, Ustadz Yahya SPd, mengatakan ia dan rekan-rekannya beruntung bisa bekerja di Insantama. Beruntung bisa berada di lingkungan yang islami, di lingkungan yang sesuai dengan misi penciptaan manusia.
Mengutip sebuah hadis Nabi ia menyebutkan, “Kita itu sangat tergantung kepada siapa temannya.” Baik buruknya seseorang sangat tergantung kepada siapa temannya.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Seseorang itu akan (ikut berada) pada agama temannya. Karena itu, hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan siapa temannya itu.” (HR Ahmad, At Tirmidzi, Abu Daud, dan Al Baihaqi).
Halal bihalal diakhiri dengan doa dan saling memaafkan di antara guru dan staf SIT Insantama Leuwiliang serta pengurus Yayasan Amanah Insantama. []


















