pesanan-baju-kaos
30 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 5 November, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Gawang Tak Pernah Salah

Oleh Muhamad Towil Akhirudin, Kaprodi Hukum Keluarga Islam Universitas Darunnajah

Mohamad Deny Irawan by Mohamad Deny Irawan
7 months ago
in Kolom
0
Gawang Tak Pernah Salah

Gawang tidak Pernah Salah. (Ilustrasi)

Dalam sebuah pertandingan sepak bola, gawang merupakan titik koordinat yang paling jujur. Ia tegak berdiri di antara dua tiang dan satu palang, menjadi saksi bisu dari seluruh drama, keringat, dan ambisi yang tumpah di lapangan hijau. Gawang memiliki dimensi yang tetap, tidak pernah mengecil saat ditekan, dan tidak pernah bergeser meski bola meluncur deras ke arahnya.

Namun, ada sebuah anomali pemikiran yang sering muncul dalam kehidupan berorganisasi maupun kepemimpinan kita: ketika kegagalan terjadi berkali-kali, kita justru lebih sibuk menyalahkan “gawang” ketimbang mengevaluasi siapa yang menjaganya.

Gawang sebagai Simbol Integritas Sistem

Secara filosofis, gawang adalah representasi dari standar, visi, dan integritas sebuah sistem. Dalam dunia pendidikan, gawang bisa berarti standar kelulusan atau kualitas riset. Dalam birokrasi, ia adalah pelayanan publik yang bersih. Dalam bisnis, ia target kepuasan pelanggan. Sifat gawang yang statis dan objektif sebenarnya merupakan sebuah anugerah, karena ia memberikan kepastian mengenai apa yang disebut sebagai keberhasilan dan apa yang disebut sebagai kegagalan.





Namun, manusia modern cenderung mencari jalan pintas melalui relativisme. Ketika sebuah lembaga gagal mencapai target, sering kali yang dilakukan bukan meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya, melainkan menurunkan standar targetnya. Inilah yang kita sebut sebagai “menggeser gawang”. Kita memanipulasi angka, mengubah indikator keberhasilan menjadi lebih rendah, atau menciptakan narasi pembelaan agar kegagalan terlihat seperti keberhasilan yang tertunda. Padahal, gawang tak pernah salah. Jika bola lewat di bawah mistar, maka terjadilah gol. Sesederhana itu.

BACA JUGA

Kiai Jamhari dan Wasiat Kemandirian Perempuan

Al-Qur’an Menyeru Keseimbangan Hidup

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Malaikat Pencatat Amal sebagai Sumber Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab dalam Pembelajaran Akidah Akhlak

Dilema Kiper: Antara Refleks dan Refleksi

Di depan gawang, berdiri seorang penjaga (kiper). Dialah benteng terakhir yang memikul beban harapan satu tim. Secara humanis, posisi kiper merupakan posisi yang paling sunyi sekaligus paling rentan. Seorang penyerang bisa gagal sepuluh kali dan dimaafkan hanya dengan satu gol di menit akhir, namun seorang kiper bisa bermain gemilang sepanjang laga dan dianggap gagal total hanya karena satu kali kebobolan.

Namun, disinilah letak ujian kedewasaan. Ketika gawang kebobolan, langkah pertama yang harus diambil bukanlah menyalahkan angin, menyalahkan liciknya bola, atau mengeluhkan luasnya gawang. Langkah pertama evaluasi diri. Apakah posisi berdiri sudah tepat? Apakah refleks sudah dilatih dengan maksimal? Ataukah fokus telah terpecah oleh sorak-sorai penonton yang tak relevan?



Dalam konteks kepemimpinan, seringkali kita menemukan figur-figur yang menolak untuk bercermin. Mereka merasa kebal terhadap evaluasi karena senioritas atau merasa telah berjasa di masa lalu. Padahal, kompetensi bukanlah sesuatu yang bersifat statis. Ia harus terus diasah. Jika seorang penjaga gawang berhenti belajar membaca arah bola, maka kebobolan demi kebobolan hanyalah masalah waktu. Kebobolan yang berulang merupakan sinyal kuat bahwa ada sesuatu yang usang dalam cara kerja kita.

Tanggung Jawab Pelatih: Ketegasan sebagai Bentuk Kasih Sayang

Jika kiper merupakan pelaksana, maka pelatih menjadi penentu arah. Pelatih merupakan personifikasi dari kepemimpinan strategis. Salah satu tugas terberat seorang pemimpin bukan hanya menyusun taktik, tetapi juga mengambil keputusan sulit mengenai personalia.

Ada sebuah fenomena yang sering menghambat kemajuan organisasi, yaitu rasa “pakewuh” atau sungkan yang berlebihan. Karena hubungan pertemanan yang lama atau rasa balas budi, seorang pelatih sering kali membiarkan kiper yang sudah sering kebobolan tetap berada di bawah mistar. Ini kesalahan fatal yang dibalut dengan etika yang keliru.

Ketegasan untuk mengganti personel yang sudah tidak lagi kompeten bukanlah bentuk kebencian. Sebaliknya, itu bentuk kasih sayang terhadap tim secara keseluruhan. Bayangkan perasaan pemain bertahan (bek) yang sudah jatuh bangun menghalau serangan, atau pemain depan yang sudah lari maraton untuk mencetak gol, namun semua usaha itu sia-sia karena kiper di belakang tidak mampu menangkap bola yang seharusnya bisa diamankan.

Membiarkan ketidakmampuan terus berada di posisi kunci merupakan bentuk ketidakadilan bagi mereka yang telah bekerja keras.

Budaya Organisasi dan Mitos Karismatik

Sering kali, gawang terus-menerus kebobolan karena kita terjebak dalam budaya organisasi yang terlalu mendewakan sosok. Kita sering merasa bahwa tanpa figur tertentu, “tim” akan hancur. Ini mitos karismatik yang sering kali menjadi tabir bagi inefisiensi.

Dalam perspektif sosiologi kelembagaan, sistem yang sehat yaitu sistem yang tidak bergantung pada satu individu, melainkan pada mekanisme evaluasi yang berjalan otomatis. Jika seorang kiper sudah tidak layak, sistem harus memiliki keberanian untuk melahirkan pengganti. Regenerasi bukanlah pengkhianatan terhadap sejarah, melainkan cara terbaik untuk menghormati masa depan.

Kita harus mulai belajar bahwa “kursi” jabatan atau posisi fungsional merupakan amanah yang sifatnya dinamis. Ia bukan hak milik abadi. Jika kita tidak lagi mampu menjaga amanah tersebut dengan standar yang telah ditetapkan (gawang), maka mundur atau diganti merupakan tindakan yang paling terhormat. Mengundurkan diri karena menyadari keterbatasan diri merupakan puncak dari kejujuran seorang profesional.

Mentalitas Pemilik (Ownership)

Naskah ini bukan ingin menyudutkan individu, melainkan ingin mengajak kita semua untuk memiliki mentalitas “pemilik” terhadap setiap peran yang kita emban. Gawang yang bersih dari kebobolan merupakan kebanggaan bersama. Namun, ia hanya bisa dicapai jika setiap orang dalam tim, mulai dari kiper hingga pelatih, sepakat bahwa standar tidak boleh dikompromi.

Kejujuran intelektual harus dikedepankan. Kita harus berani mengatakan “tidak sanggup” jika memang beban tersebut sudah melampaui kapasitas kita, daripada terus memaksa bertahan sambil merusak sistem dari dalam. Sebaliknya, bagi mereka yang memegang otoritas, keberanian untuk melakukan perombakan menjadi syarat mutlak bagi keberlangsungan sebuah misi besar.

Kembali ke Marwah

Dunia sepak bola memberikan pelajaran hidup yang sangat murni: hasil akhir tidak bisa dimanipulasi. Papan skor akan menunjukkan angka yang jujur di akhir pertandingan. Begitu pula dengan kehidupan dan pekerjaan kita. Sejarah tidak akan mencatat seberapa hebat kita membangun narasi pembelaan, tetapi sejarah akan mencatat apakah gawang kita terjaga dengan baik atau tidak.

Maka, mari berhenti menyalahkan situasi. Berhenti menunjuk bola yang terlalu bulat atau gawang yang terlalu lebar. Mari kembali ke dasar. Evaluasi diri, tingkatkan kompetensi, dan jika saatnya tiba, miliki keberanian untuk melakukan pergantian. Karena pada akhirnya, tim yang menang bukan tim yang paling jago bersilat lidah, melainkan tim yang paling disiplin menjaga gawangnya agar tetap suci dari kebobolan.

Gawang tak pernah salah. Ia hanya pengingat bahwa di lapangan kehidupan, hanya mereka yang mau berbenah yang layak untuk terus menjaga harapan. []

Tags: KepemimpinanmentalitasOrganisasiSistem
Share47Tweet29Send
Previous Post

Halal Bihalal SIT Insantama Leuwiliang: Saling Memaafkan dan Bersama dalam Kebaikan

Next Post

Apresiasi Penandatanganan Perpres Ditjen Pesantren, HNW: Itu Untuk Kuatkan dan Majukan Pesantren

Mohamad Deny Irawan

Mohamad Deny Irawan

Reporter Media Online Gontornews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

Filosofi Ayam Mengerami Telur: Warisan Istiqamah KH Jamhari Abdul Jalal

29 October 2026
Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

Perkuat Branding & Promosi Kampus, UNIDA Gontor Gandeng Primago Consulting Depok

30 October 2026
Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

Mengenang KH Jamhari Abdul Jalal, Kiai yang Mengajarkan Arti Pengabdian di Luar Pesantren

29 October 2026
KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

KH Izzat Fahd Ajak Santri Baitul Arqom Jember Selalu Menjaga dan Memperjuangkan Pondok

2 November 2026
Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

Ketika Nasihat Tak Lagi Menyentuh Hati

30 October 2026
Pimpinan Darunnajah Jadi Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031

Pimpinan Darunnajah Jadi Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031

0
Tawaran Beasiswa S1 di Jepang

Swiss Government Excellence Scholarships 2027–2028 Kembali Dibuka

0
BAZNAS Buka Beasiswa Riset 2026, Sasar 308 Penerima

BAZNAS Buka Beasiswa Riset 2026, Sasar 308 Penerima

0
Sakinah Finance Mengadakan Kajian Muslimah di Masjid Ukhuwah Islamiyah Semarang

Investasi, Pensiun, dan Kripto: Santriwati Ummul Mukminin Melek Keuangan Syariah

0
Sakinah Finance Mengadakan Kajian Muslimah di Masjid Ukhuwah Islamiyah Semarang

Sakinah Finance Mengadakan Kajian Muslimah di Masjid Ukhuwah Islamiyah Semarang

0
Tawaran Beasiswa S1 di Jepang

University of Glasgow Buka Beasiswa PhD

3 November 2026
Sakinah Finance Mengadakan Kajian Muslimah di Masjid Ukhuwah Islamiyah Semarang

Investasi, Pensiun, dan Kripto: Santriwati Ummul Mukminin Melek Keuangan Syariah

3 November 2026
BAZNAS Buka Beasiswa Riset 2026, Sasar 308 Penerima

BAZNAS Buka Beasiswa Riset 2026, Sasar 308 Penerima

3 November 2026

Muslim Kamboja Merawat Iman Setelah Luka Sejarah

3 November 2026
Sakinah Finance Mengadakan Kajian Muslimah di Masjid Ukhuwah Islamiyah Semarang

Sakinah Finance Mengadakan Kajian Muslimah di Masjid Ukhuwah Islamiyah Semarang

3 November 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah, Pre-Order dibuka lagi, kini tersedia Crewneck Sweatshirt. Tersedia saat ini Warna :

1. Black
2. Navy
3. Maroon
4. Army
5. Light Pink

Silahkan di pesan melalui link :
https://tinyurl.com/pesan-baju/

atau bisa lihat link di profile

#majalahgontor
#gontornews
  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result