pesanan-baju-kaos
27 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 19 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Gawang Tak Pernah Salah

Oleh Muhamad Towil Akhirudin, Kaprodi Hukum Keluarga Islam Universitas Darunnajah

Mohamad Deny Irawan by Mohamad Deny Irawan
6 April 2026
in Kolom
0
Gawang Tak Pernah Salah

Gawang tidak Pernah Salah. (Ilustrasi)

Dalam sebuah pertandingan sepak bola, gawang merupakan titik koordinat yang paling jujur. Ia tegak berdiri di antara dua tiang dan satu palang, menjadi saksi bisu dari seluruh drama, keringat, dan ambisi yang tumpah di lapangan hijau. Gawang memiliki dimensi yang tetap, tidak pernah mengecil saat ditekan, dan tidak pernah bergeser meski bola meluncur deras ke arahnya.

Namun, ada sebuah anomali pemikiran yang sering muncul dalam kehidupan berorganisasi maupun kepemimpinan kita: ketika kegagalan terjadi berkali-kali, kita justru lebih sibuk menyalahkan “gawang” ketimbang mengevaluasi siapa yang menjaganya.

Gawang sebagai Simbol Integritas Sistem

Secara filosofis, gawang adalah representasi dari standar, visi, dan integritas sebuah sistem. Dalam dunia pendidikan, gawang bisa berarti standar kelulusan atau kualitas riset. Dalam birokrasi, ia adalah pelayanan publik yang bersih. Dalam bisnis, ia target kepuasan pelanggan. Sifat gawang yang statis dan objektif sebenarnya merupakan sebuah anugerah, karena ia memberikan kepastian mengenai apa yang disebut sebagai keberhasilan dan apa yang disebut sebagai kegagalan.

Namun, manusia modern cenderung mencari jalan pintas melalui relativisme. Ketika sebuah lembaga gagal mencapai target, sering kali yang dilakukan bukan meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya, melainkan menurunkan standar targetnya. Inilah yang kita sebut sebagai “menggeser gawang”. Kita memanipulasi angka, mengubah indikator keberhasilan menjadi lebih rendah, atau menciptakan narasi pembelaan agar kegagalan terlihat seperti keberhasilan yang tertunda. Padahal, gawang tak pernah salah. Jika bola lewat di bawah mistar, maka terjadilah gol. Sesederhana itu.

BACA JUGA

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Dilema Kiper: Antara Refleks dan Refleksi

Di depan gawang, berdiri seorang penjaga (kiper). Dialah benteng terakhir yang memikul beban harapan satu tim. Secara humanis, posisi kiper merupakan posisi yang paling sunyi sekaligus paling rentan. Seorang penyerang bisa gagal sepuluh kali dan dimaafkan hanya dengan satu gol di menit akhir, namun seorang kiper bisa bermain gemilang sepanjang laga dan dianggap gagal total hanya karena satu kali kebobolan.

Namun, disinilah letak ujian kedewasaan. Ketika gawang kebobolan, langkah pertama yang harus diambil bukanlah menyalahkan angin, menyalahkan liciknya bola, atau mengeluhkan luasnya gawang. Langkah pertama evaluasi diri. Apakah posisi berdiri sudah tepat? Apakah refleks sudah dilatih dengan maksimal? Ataukah fokus telah terpecah oleh sorak-sorai penonton yang tak relevan?

Dalam konteks kepemimpinan, seringkali kita menemukan figur-figur yang menolak untuk bercermin. Mereka merasa kebal terhadap evaluasi karena senioritas atau merasa telah berjasa di masa lalu. Padahal, kompetensi bukanlah sesuatu yang bersifat statis. Ia harus terus diasah. Jika seorang penjaga gawang berhenti belajar membaca arah bola, maka kebobolan demi kebobolan hanyalah masalah waktu. Kebobolan yang berulang merupakan sinyal kuat bahwa ada sesuatu yang usang dalam cara kerja kita.

Tanggung Jawab Pelatih: Ketegasan sebagai Bentuk Kasih Sayang

Jika kiper merupakan pelaksana, maka pelatih menjadi penentu arah. Pelatih merupakan personifikasi dari kepemimpinan strategis. Salah satu tugas terberat seorang pemimpin bukan hanya menyusun taktik, tetapi juga mengambil keputusan sulit mengenai personalia.

Ada sebuah fenomena yang sering menghambat kemajuan organisasi, yaitu rasa “pakewuh” atau sungkan yang berlebihan. Karena hubungan pertemanan yang lama atau rasa balas budi, seorang pelatih sering kali membiarkan kiper yang sudah sering kebobolan tetap berada di bawah mistar. Ini kesalahan fatal yang dibalut dengan etika yang keliru.

Ketegasan untuk mengganti personel yang sudah tidak lagi kompeten bukanlah bentuk kebencian. Sebaliknya, itu bentuk kasih sayang terhadap tim secara keseluruhan. Bayangkan perasaan pemain bertahan (bek) yang sudah jatuh bangun menghalau serangan, atau pemain depan yang sudah lari maraton untuk mencetak gol, namun semua usaha itu sia-sia karena kiper di belakang tidak mampu menangkap bola yang seharusnya bisa diamankan.

Membiarkan ketidakmampuan terus berada di posisi kunci merupakan bentuk ketidakadilan bagi mereka yang telah bekerja keras.

Budaya Organisasi dan Mitos Karismatik

Sering kali, gawang terus-menerus kebobolan karena kita terjebak dalam budaya organisasi yang terlalu mendewakan sosok. Kita sering merasa bahwa tanpa figur tertentu, “tim” akan hancur. Ini mitos karismatik yang sering kali menjadi tabir bagi inefisiensi.

Dalam perspektif sosiologi kelembagaan, sistem yang sehat yaitu sistem yang tidak bergantung pada satu individu, melainkan pada mekanisme evaluasi yang berjalan otomatis. Jika seorang kiper sudah tidak layak, sistem harus memiliki keberanian untuk melahirkan pengganti. Regenerasi bukanlah pengkhianatan terhadap sejarah, melainkan cara terbaik untuk menghormati masa depan.

Kita harus mulai belajar bahwa “kursi” jabatan atau posisi fungsional merupakan amanah yang sifatnya dinamis. Ia bukan hak milik abadi. Jika kita tidak lagi mampu menjaga amanah tersebut dengan standar yang telah ditetapkan (gawang), maka mundur atau diganti merupakan tindakan yang paling terhormat. Mengundurkan diri karena menyadari keterbatasan diri merupakan puncak dari kejujuran seorang profesional.

Mentalitas Pemilik (Ownership)

Naskah ini bukan ingin menyudutkan individu, melainkan ingin mengajak kita semua untuk memiliki mentalitas “pemilik” terhadap setiap peran yang kita emban. Gawang yang bersih dari kebobolan merupakan kebanggaan bersama. Namun, ia hanya bisa dicapai jika setiap orang dalam tim, mulai dari kiper hingga pelatih, sepakat bahwa standar tidak boleh dikompromi.

Kejujuran intelektual harus dikedepankan. Kita harus berani mengatakan “tidak sanggup” jika memang beban tersebut sudah melampaui kapasitas kita, daripada terus memaksa bertahan sambil merusak sistem dari dalam. Sebaliknya, bagi mereka yang memegang otoritas, keberanian untuk melakukan perombakan menjadi syarat mutlak bagi keberlangsungan sebuah misi besar.

Kembali ke Marwah

Dunia sepak bola memberikan pelajaran hidup yang sangat murni: hasil akhir tidak bisa dimanipulasi. Papan skor akan menunjukkan angka yang jujur di akhir pertandingan. Begitu pula dengan kehidupan dan pekerjaan kita. Sejarah tidak akan mencatat seberapa hebat kita membangun narasi pembelaan, tetapi sejarah akan mencatat apakah gawang kita terjaga dengan baik atau tidak.

Maka, mari berhenti menyalahkan situasi. Berhenti menunjuk bola yang terlalu bulat atau gawang yang terlalu lebar. Mari kembali ke dasar. Evaluasi diri, tingkatkan kompetensi, dan jika saatnya tiba, miliki keberanian untuk melakukan pergantian. Karena pada akhirnya, tim yang menang bukan tim yang paling jago bersilat lidah, melainkan tim yang paling disiplin menjaga gawangnya agar tetap suci dari kebobolan.

Gawang tak pernah salah. Ia hanya pengingat bahwa di lapangan kehidupan, hanya mereka yang mau berbenah yang layak untuk terus menjaga harapan. []

Tags: KepemimpinanmentalitasOrganisasiSistem
Share46Tweet29Send
Previous Post

Halal Bihalal SIT Insantama Leuwiliang: Saling Memaafkan dan Bersama dalam Kebaikan

Next Post

Apresiasi Penandatanganan Perpres Ditjen Pesantren, HNW: Itu Untuk Kuatkan dan Majukan Pesantren

Mohamad Deny Irawan

Mohamad Deny Irawan

Reporter Media Online Gontornews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

SDIT Insantama Leuwiliang Ajarkan Siswa Berniaga ala Rasulullah Lewat Market Day

16 September 2026
K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

K3S Leuwiliang Apresiasi Insantama Market Day: Siswa Belajar Berniaga Sesuai Syariah

16 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

Gontor Apresiasi Alumni Touring Motor hingga Mengayuh Sepeda Demi Hadiri 100 Tahun PMDG

15 September 2026
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

0
Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

Gontor Siap Sambut Puluhan Ribu Alumni Menuju 100 Tahun Gontor

0
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

0
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

0
Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

Presiden Prabowo Siap Hadir dan Resmikan Fakultas Kedokteran UNIDA Gontor

0
100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

17 September 2026
Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

Gontor Terus Matangkan Kesiapan Jelang Puncak Acara 100 Tahun

17 September 2026
Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

Kunjungan Tujuh Presiden ke Gontor: Relasi antara Dunia Pesantren dan Negara

17 September 2026
Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

Reuni Akbar 100 Tahun Gontor: Momentum Evaluasi Langkah Alumni dengan Cita-Cita Pendiri

17 September 2026
Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

Gontor, Alumni, dan Jejak Satu Abad

17 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
â–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result