15
Tonton Selengkapnya
31 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 6 June, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Gawang Tak Pernah Salah

Oleh Muhamad Towil Akhirudin, Kaprodi Hukum Keluarga Islam Universitas Darunnajah

[[CAP:Editor]] Mohamad Deny Irawan by [[CAP:Editor]] Mohamad Deny Irawan
6 April 2026
in Kolom
0
Gawang Tak Pernah Salah

Gawang tidak Pernah Salah. (Ilustrasi)

Dalam sebuah pertandingan sepak bola, gawang merupakan titik koordinat yang paling jujur. Ia tegak berdiri di antara dua tiang dan satu palang, menjadi saksi bisu dari seluruh drama, keringat, dan ambisi yang tumpah di lapangan hijau. Gawang memiliki dimensi yang tetap, tidak pernah mengecil saat ditekan, dan tidak pernah bergeser meski bola meluncur deras ke arahnya.

Namun, ada sebuah anomali pemikiran yang sering muncul dalam kehidupan berorganisasi maupun kepemimpinan kita: ketika kegagalan terjadi berkali-kali, kita justru lebih sibuk menyalahkan “gawang” ketimbang mengevaluasi siapa yang menjaganya.

Gawang sebagai Simbol Integritas Sistem

Secara filosofis, gawang adalah representasi dari standar, visi, dan integritas sebuah sistem. Dalam dunia pendidikan, gawang bisa berarti standar kelulusan atau kualitas riset. Dalam birokrasi, ia adalah pelayanan publik yang bersih. Dalam bisnis, ia target kepuasan pelanggan. Sifat gawang yang statis dan objektif sebenarnya merupakan sebuah anugerah, karena ia memberikan kepastian mengenai apa yang disebut sebagai keberhasilan dan apa yang disebut sebagai kegagalan.

Namun, manusia modern cenderung mencari jalan pintas melalui relativisme. Ketika sebuah lembaga gagal mencapai target, sering kali yang dilakukan bukan meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya, melainkan menurunkan standar targetnya. Inilah yang kita sebut sebagai “menggeser gawang”. Kita memanipulasi angka, mengubah indikator keberhasilan menjadi lebih rendah, atau menciptakan narasi pembelaan agar kegagalan terlihat seperti keberhasilan yang tertunda. Padahal, gawang tak pernah salah. Jika bola lewat di bawah mistar, maka terjadilah gol. Sesederhana itu.

BACA JUGA

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Struktur dan Kultur

Mengenal Gareth Morgan di Balik Metafora Organisme Pesantren

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Mendidik Manusia, Bukan Mesin

Dilema Kiper: Antara Refleks dan Refleksi

Di depan gawang, berdiri seorang penjaga (kiper). Dialah benteng terakhir yang memikul beban harapan satu tim. Secara humanis, posisi kiper merupakan posisi yang paling sunyi sekaligus paling rentan. Seorang penyerang bisa gagal sepuluh kali dan dimaafkan hanya dengan satu gol di menit akhir, namun seorang kiper bisa bermain gemilang sepanjang laga dan dianggap gagal total hanya karena satu kali kebobolan.

Namun, disinilah letak ujian kedewasaan. Ketika gawang kebobolan, langkah pertama yang harus diambil bukanlah menyalahkan angin, menyalahkan liciknya bola, atau mengeluhkan luasnya gawang. Langkah pertama evaluasi diri. Apakah posisi berdiri sudah tepat? Apakah refleks sudah dilatih dengan maksimal? Ataukah fokus telah terpecah oleh sorak-sorai penonton yang tak relevan?

Dalam konteks kepemimpinan, seringkali kita menemukan figur-figur yang menolak untuk bercermin. Mereka merasa kebal terhadap evaluasi karena senioritas atau merasa telah berjasa di masa lalu. Padahal, kompetensi bukanlah sesuatu yang bersifat statis. Ia harus terus diasah. Jika seorang penjaga gawang berhenti belajar membaca arah bola, maka kebobolan demi kebobolan hanyalah masalah waktu. Kebobolan yang berulang merupakan sinyal kuat bahwa ada sesuatu yang usang dalam cara kerja kita.

Tanggung Jawab Pelatih: Ketegasan sebagai Bentuk Kasih Sayang

Jika kiper merupakan pelaksana, maka pelatih menjadi penentu arah. Pelatih merupakan personifikasi dari kepemimpinan strategis. Salah satu tugas terberat seorang pemimpin bukan hanya menyusun taktik, tetapi juga mengambil keputusan sulit mengenai personalia.

Ada sebuah fenomena yang sering menghambat kemajuan organisasi, yaitu rasa “pakewuh” atau sungkan yang berlebihan. Karena hubungan pertemanan yang lama atau rasa balas budi, seorang pelatih sering kali membiarkan kiper yang sudah sering kebobolan tetap berada di bawah mistar. Ini kesalahan fatal yang dibalut dengan etika yang keliru.

Ketegasan untuk mengganti personel yang sudah tidak lagi kompeten bukanlah bentuk kebencian. Sebaliknya, itu bentuk kasih sayang terhadap tim secara keseluruhan. Bayangkan perasaan pemain bertahan (bek) yang sudah jatuh bangun menghalau serangan, atau pemain depan yang sudah lari maraton untuk mencetak gol, namun semua usaha itu sia-sia karena kiper di belakang tidak mampu menangkap bola yang seharusnya bisa diamankan.

Membiarkan ketidakmampuan terus berada di posisi kunci merupakan bentuk ketidakadilan bagi mereka yang telah bekerja keras.

Budaya Organisasi dan Mitos Karismatik

Sering kali, gawang terus-menerus kebobolan karena kita terjebak dalam budaya organisasi yang terlalu mendewakan sosok. Kita sering merasa bahwa tanpa figur tertentu, “tim” akan hancur. Ini mitos karismatik yang sering kali menjadi tabir bagi inefisiensi.

Dalam perspektif sosiologi kelembagaan, sistem yang sehat yaitu sistem yang tidak bergantung pada satu individu, melainkan pada mekanisme evaluasi yang berjalan otomatis. Jika seorang kiper sudah tidak layak, sistem harus memiliki keberanian untuk melahirkan pengganti. Regenerasi bukanlah pengkhianatan terhadap sejarah, melainkan cara terbaik untuk menghormati masa depan.

Kita harus mulai belajar bahwa “kursi” jabatan atau posisi fungsional merupakan amanah yang sifatnya dinamis. Ia bukan hak milik abadi. Jika kita tidak lagi mampu menjaga amanah tersebut dengan standar yang telah ditetapkan (gawang), maka mundur atau diganti merupakan tindakan yang paling terhormat. Mengundurkan diri karena menyadari keterbatasan diri merupakan puncak dari kejujuran seorang profesional.

Mentalitas Pemilik (Ownership)

Naskah ini bukan ingin menyudutkan individu, melainkan ingin mengajak kita semua untuk memiliki mentalitas “pemilik” terhadap setiap peran yang kita emban. Gawang yang bersih dari kebobolan merupakan kebanggaan bersama. Namun, ia hanya bisa dicapai jika setiap orang dalam tim, mulai dari kiper hingga pelatih, sepakat bahwa standar tidak boleh dikompromi.

Kejujuran intelektual harus dikedepankan. Kita harus berani mengatakan “tidak sanggup” jika memang beban tersebut sudah melampaui kapasitas kita, daripada terus memaksa bertahan sambil merusak sistem dari dalam. Sebaliknya, bagi mereka yang memegang otoritas, keberanian untuk melakukan perombakan menjadi syarat mutlak bagi keberlangsungan sebuah misi besar.

Kembali ke Marwah

Dunia sepak bola memberikan pelajaran hidup yang sangat murni: hasil akhir tidak bisa dimanipulasi. Papan skor akan menunjukkan angka yang jujur di akhir pertandingan. Begitu pula dengan kehidupan dan pekerjaan kita. Sejarah tidak akan mencatat seberapa hebat kita membangun narasi pembelaan, tetapi sejarah akan mencatat apakah gawang kita terjaga dengan baik atau tidak.

Maka, mari berhenti menyalahkan situasi. Berhenti menunjuk bola yang terlalu bulat atau gawang yang terlalu lebar. Mari kembali ke dasar. Evaluasi diri, tingkatkan kompetensi, dan jika saatnya tiba, miliki keberanian untuk melakukan pergantian. Karena pada akhirnya, tim yang menang bukan tim yang paling jago bersilat lidah, melainkan tim yang paling disiplin menjaga gawangnya agar tetap suci dari kebobolan.

Gawang tak pernah salah. Ia hanya pengingat bahwa di lapangan kehidupan, hanya mereka yang mau berbenah yang layak untuk terus menjaga harapan. []

Tags: KepemimpinanmentalitasOrganisasiSistem
Share44Tweet28Send
Previous Post

Halal Bihalal SIT Insantama Leuwiliang: Saling Memaafkan dan Bersama dalam Kebaikan

Next Post

Apresiasi Penandatanganan Perpres Ditjen Pesantren, HNW: Itu Untuk Kuatkan dan Majukan Pesantren

[[CAP:Editor]] Mohamad Deny Irawan

[[CAP:Editor]] Mohamad Deny Irawan

Reporter Media Online Gontornews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

Filosofi Takbir, Tahlil, dan Tahmid dalam Idul Adha: Kajian Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

30 May 2026
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

31 May 2026
Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

Ini dia Lirik Lagu Gontor ‘Takkan Terlupa’

30 August 2021
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

4 June 2026
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

0
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

0
Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

0
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

0
Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

Bekali Lulusan Hadapi Ujian Kehidupan, SMPIT Insantama Leuwiliang Gelar Pesantren Wisuda di Kawasan Wisata Gunung Salak

0
Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

Kisah Alumni SMPIT Insantama Leuwiliang Bekali Junior pada Pesantren Wisuda 2026

6 June 2026
Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

Mahasiswi Penerima Beasiswa BAZNAS Raih Juara 1 Panahan Nasional

5 June 2026
Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

Ikhlas: Rahasia Ketangguhan Gontor

5 June 2026
BCA Syariah Salurkan Zakat Nasabah kepada BAZNAS dan Hadirkan Fitur ZIS di BSya

BCA Syariah Salurkan Zakat Nasabah kepada BAZNAS dan Hadirkan Fitur ZIS di BSya

5 June 2026
Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

Pesantren Wisuda: Bekali Lulusan SMPIT Insantama Leuwiliang Menuju Masa Depan

4 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
  • KAJIAN PARENTING EKSKLUSIF & VIRTUAL TOUR ARABIC GLOBAL SCHOOL JAKARTA.Menyiapkan Generasi Cerdas: Menyeimbangkan Adab Islami & Kompetensi Global di Era DigitalBersama Narasumber dari Arabic Global School (AGS):
1.​Dedek Febrian (Pembimbing Akademik AGS)
2.​Ramdhanil (Kepala Sekolah Kindergarten AGS)
3.​Adi Suroto (Kepala Sekolah Primary AGS)Moderator :
Devi Lusianawati
Reporter Majalah Gontor dan Gontornews.com🗓 Rabu, 22 April 2026
⏰ 13.00 – 15.30 WIB​👇 KLIK LINK DI BAWAH INI UNTUK MENDAFTAR:
👉 https://bit.ly/pendaftaran-kajian-online#bedahbuku #parentingislami #muslimmilenial #gontornews #majalahgontor #gontor #kajianonline #kajianislam #psikologianak #polaasuh #bukuislami #livezoom #webinarislami #pendidikananak #belajarparenting #polaasuhanak #generasimilenial #islammodern #kajianjakarta
  • Mestinya orang Islam itu hanya dengan menjalankan shalat, jiwanya itu bersih. Shalat itu harus ada hubungannya dengan perilaku.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result