pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Tuesday, 25 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Belajar Ikhlas dan Taat dalam Perjalanan Haji

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
30 April 2026
in Tafsir
0
Belajar Ikhlas dan Taat dalam Perjalanan Haji

Foto: RS PKU Cepu

Landasan Teologis

وَمَآ اُمِرُوْٓا اِلَّا لِيَعْبُدُوا اللّٰهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ ەۙ حُنَفَاۤءَ وَيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوا الزَّكٰوةَ وَذٰلِكَ دِيْنُ الْقَيِّمَةِۗ

“Mereka tidak diperintah kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya lagi hanif (istiqamah), melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus (benar).” (QS Al-Bayyinah: 5)

Interpretasi Para Mufasir

BACA JUGA

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

Penegakan Hukum yang Adil: Wujudkan Keamanan dan Harmoni

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

Dalam Tafsir Al-Qurtubi disebutkan makna ayat “Dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya” yaitu ibadah. Seperti firman-Nya: “Katakanlah: sesungguhnya aku diperintahkan untuk menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” Dalam ayat ini terdapat dalil tentang wajibnya niat dalam ibadah, karena keikhlasan merupakan amalan hati yang dengannya ditujukan hanya kepada Allah semata.

Adapun Makna firman-Nya: “hanif” yaitu condong dari seluruh agama kepada agama Islam. Ibnu Abbas berkata: Hanif berarti berada di atas agama Nabi Ibrahim AS. Ada pula yang mengatakan, hanif adalah orang yang berkhitan dan berhaji. Ini pendapat Sa‘id bin Jubair.

Para ahli bahasa mengatakan bahwa asal maknanya condong kepada Islam. Dalam tafsir Al-Qurtubi dijelaskan juga firman-Nya: “dan mereka menegakkan shalat” yaitu dengan memenuhi syarat-syaratnya pada waktunya.

Adapun makna “dan menunaikan zakat” yaitu memberikan pada tempatnya. “Dan itulah agama yang lurus” yakni agama yang diperintahkan kepada mereka yaitu agama yang tegak (lurus). Az-Zajjaj berkata: maksudnya agama yang lurus dan benar.

Dan dikatakan: agama umat yang tegak di atas kebenaran. Dalam qira’ah Abdullah: “dan itulah agama yang lurus (al-qayyim).”

Muhammad bin Al-Asy‘ats At-Thalqani berkata: “Yang dimaksud dengan al-qayyimah di sini adalah kitab-kitab yang telah disebutkan sebelumnya, dan kata agama disandarkan kepadanya.”

Sementara itu dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan makna “hanif”, yaitu berpaling dari kesyirikan menuju tauhid. Seperti firman-Nya: “Dan sungguh Kami telah mengutus pada setiap umat seorang rasul (yang menyerukan): sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.” (An-Nahl: 36).

Makna “Dan mereka menegakkan shalat”, yaitu ibadah badan yang paling utama. “Dan mereka menunaikan zakat”, yaitu berbuat baik kepada fakir dan orang-orang yang membutuhkan. Adapun  makna “Dan itulah agama yang lurus”, maksudnya agama yang tegak dan adil, atau umat yang lurus dan pertengahan.

Banyak imam, seperti Az-Zuhri dan Asy-Syafi’i, berdalil dengan ayat yang mulia ini bahwa amal perbuatan termasuk bagian dari iman. Oleh karena itu Allah berfirman: “Dan mereka tidak diperintahkan kecuali agar mereka menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam keadaan hanif, menegakkan shalat, menunaikan zakat, dan itulah agama yang lurus.”

Inti Reflektif

Surat Al-Bayyinah ayat 5 menegaskan bahwa manusia diperintahkan untuk beribadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan. Dalam konteks perjalanan haji, ayat ini menjadi pengingat bahwa seluruh rangkaian ibadah harus dilakukan semata-mata karena Allah, tanpa riya’ atau tujuan duniawi.

Haji melatih keikhlasan dan ketaatan, yang kemudian tercermin dalam perubahan sikap menjadi lebih taat, tulus, dan istiqamah setelah kembali ke kehidupan sehari-hari.

Nilai-Nilai Pedagogis

Surat Al-Bayyinah ayat 5 mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan (pedagogis) bagi umat manusia, khususnya umat Islam. Pertama, Nilai Keikhlasan (Ikhlas). Ayat ini mengajarkan bahwa setiap amal harus dilandasi niat yang murni karena Allah, bukan karena riya’ atau kepentingan lain serta membentuk karakter jujur dan integritas dalam setiap diri manusia.

Oleh karena itu, kita harus mengajarkan pentingnya niat sebelum beramal, memberi contoh yang baik, tidak mencari pujian, membiasakan peserta didik berbuat baik tanpa harus diumumkan dan menilai proses serta usaha, bukan hanya hasil. Sehingga peserta didik tumbuh menjadi anak yang shalih, ikhlas, berakhlak dan taat beribadah.

Kedua, Nilai Tauhid (Ketuhanan). Ayat ini menegaskan pentingnya mentauhidkan Allah (menyembah hanya kepada-Nya). Dalam pendidikan, ini menjadi dasar pembentukan aqidah yang kuat dan lurus.

Ketaatan merupakan bukti nyata tauhid. Orang yang benar tauhidnya akan berusaha menjalankan perintah Allah secara konsisten dan memperkuat aqidah dengan memahami bahwa segala bentuk ibadah, baik doa, harapan, takut dan cinta, hanyalah ditujukan kepada Allah, bukan kepada selain-Nya. Demikian orang yang bertauhid akan senantiasa bertawakal dan hanya bergantung kepada Allah SWT.

Ketiga, Nilai Konsistensi (Istiqamah). Ayat ini mengandung makna istiqamah dalam kebenaran. Kita tidak boleh mudah terpengaruh oleh penyimpangan. Senantiasa konsisten kepada Allah SWT. Istiqamah bukan sekadar semangat sesaat, tetapi keteguhan dalam jangka panjang.

Kita dapat membiasakan diri memiliki rutinitas ibadah, melatih kedisiplinan waktu, tanggung jawab dan memberi teladan konsistensi kepada peserta didik agar mereka meniru dan membiasakan diri dengan amalan yang baik dan konsisten beribadah dan taat kepada Allah SWT.

Keempat, Nilai Disiplin Ibadah. Ayat ini menunjukkan bahwa ibadah harus dilakukan teratur, tepat waktu, dan penuh tanggung jawab. Ayat ini juga mengandung perintah mendirikan shalat menunjukkan pentingnya kedisiplinan, keteraturan waktu, serta ketaatan dalam menjalankan kewajiban. Oleh karena itu, kita harus menjaga ibadah dan perintah Allah agar menjadi hamba yang bertakwa.

Landasan Teoretis

Ikhlas adalah memurnikan niat beramal ibadah semata-mata karena Allah SWT, tanpa mengharap pujian, imbalan, atau pengakuan dari manusia. Secara bahasa, ikhlas berarti bersih, tulus, atau murni dari campuran. Ini melibatkan penjernihan hati dari dorongan duniawi dan keterikatan pada hasil, fokus hanya pada ketaatan.

Allah SWT berfirman:

اِنَّآ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ فَاعْبُدِ اللّٰهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّيْنَۗ

“Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Nabi Muhammad) dengan hak. Maka, sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya.” (QS Az-Zumar: 2)

Adapun belajar ikhlas dan taat dalam perjalanan haji merupakan inti dari pencapaian haji mabrur, di mana setiap rukun (Ihram, Wukuf, Thawaf, Sa’i dan Tahalul) dilakukan semata-mata karena Allah, bukan untuk gelar atau pujian. Ini melibatkan totalitas kepasrahan, sabar atas ketidaknyamanan, dan kepatuhan mutlak terhadap aturan syariat dan prosedur, seringkali mengorbankan ego, harta, dan fisik. Allah SWT berfirman:

قُلْ اِنَّمَآ اَنَا۠ بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوْحٰٓى اِلَيَّ اَنَّمَآ اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌۚ فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ رَبِّهٖ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًاࣖ  

“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu yang diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa’. Siapa yang mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya hendaklah melakukan amal shalih dan tidak menjadikan apa dan siapa pun sebagai sekutu dalam beribadah kepada Tuhannya.” (QS Al-Kahfi: 110)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan QS Al-Kahfi ayat 110, beliau mengatakan bahwa dua rukun diterimanya amalan yaitu harus ikhlas karena Allah dan harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.

Demikian pula dalam ibadah haji, harus memenuhi syarat: Pertama ikhlas, yaitu mengerjakan amal ibadah murni hanya kepada Allah Ta’ala saja bukan kepada yang lain.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata dalam kitab Al-Fawaid, “Tidak akan berkumpul di dalam hati, keikhlasan dengan kecintaan terhadap pujian dan ketamakan terhadap yang ada di tangan manusia kecuali seperti berkumpulnya air dengan api atau biawak dengan ikan.”

Amalan yang tidak ikhlas tidak akan diterima oleh Allah Ta’ala. Rasulullah SAW bersabda:

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

“Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: “Aku Maha tidak butuh kepada sekutu, barangsiapa beramal suatu amalan yang dia menyekutukan-Ku di dalamnya, maka Aku tinggalkan amalan itu bersama apa yang dia sekutukan.” (HR Muslim)

Kedua, mutaba’ah, yaitu amalan ibadah tersebut hendaklah sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah SAW.  Nabi SAW bersabda:

مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa mengamalkan suatu amalan yang tidak ada asalnya dari agama kita maka amalan itu tertolak.” (HR Muslim)

Rasulullah SAW juga menyuruh umatnya untuk belajar manasik haji sebagai wujud mutaba’ah. Rasulullah SAW bersabda:

خُذُوا عَنِّى مَنَاسِكَكُمْ فَإِنِّى لاَ أَدْرِى لَعَلِّى أَنْ لاَ أَحُجَّ بَعْدَ حَجَّتِى هَذِهِ

 “Ambillah dariku manasik-manasik kalian, karena sesungguhnya aku tidak mengetahui, mungkin saja aku tidak berhaji setelah hajiku ini.” (HR Muslim)

Ikhlas dan Taat

Lalu bagaimana cara agar kita bisa belajar ikhlas dan taat dalam perjalanan haji dan ibadah lainnya? Pertama, menata niat dan hati karena Allah SWT.  Nabi SAW bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإنَّمَا لِكُلِّ امْرِىءٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan…” (HR Bukhari No. 1 dan Muslim No. 1907)

Karena itu kita harus meluruskan niat hanya untuk mencari ridha Allah, bukan pamer (riya’) dan ingin dipuji. Sabar, ikhlas, dan ridha (lapang dada) menerima kondisi ujian dari Allah serta hindari penyakit hati dengan tidak mengeluh, berdebat (rafats), berbuat fasik, dan berkata kotor agar ibadah kita baik dan diterima Allah.

Kedua, membangun ketaatan. Allah SWT berfirman:

فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ەۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًاۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًاۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ

“Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya (Baitullah), maka amanlah dia. (Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah yaitu melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.” (QS Ali ‘Imran: 97)

Ketiga, sabar dan rida dalam perjalanan ibadah. Allah SWT berfirman:

رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهٖۗ هَلْ تَعْلَمُ لَهٗ سَمِيًّاࣖ ۝٦٥

“(Dialah) Tuhan (yang menguasai) langit, bumi, dan segala yang ada di antara keduanya. Maka, sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah engkau mengetahui sesuatu yang sama dengan-Nya?” (QS Maryam: 65)

Keempat, menjaga hati dari segala yang merusak amalan. Allah SWT berfirman:

يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَۙ ۝٨٨اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۗ ۝٨٩

“(Yaitu) pada hari ketika tidak berguna (lagi) harta dan anak-anak. Kecuali, orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (QS Asy-Syu’ara: 88-89)

Kelima, totalitas dalam pengabdian kepada Allah SWT. Saat berihram, semua simbol duniawi dilepas, menegaskan kesetaraan manusia dan totalitas pengabdian kepada Allah, yang diutamakan bukan jabatan, harta atau perbedaan status sosial. Rasulullah SAW bersabda:

عَن أَبِي هُرَيْرَةَ عَن رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ الْحُجَّاجُ وَالْعُمَّارُ وَفْدُ اللَّهِ إِنْ دَعَوْهُ أَجَابَهُمْ وَإِنْ اسْتَغْفَرُوهُ غَفَرَ لَهُمْ

Dari sahabat Abu Hurairah RA, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Jamaah haji dan umrah merupakan tamu Allah. Jika mereka berdoa, Allah memenuhi permintaan mereka dan jika mereka meminta ampun kepada-Nya, niscaya Allah mengampuni mereka.” (HR Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

Keenam, memperbanyak doa agar Allah mengampuni dan menerima amalan ibadah yang kita lakukan.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْحَاجِ وَلِمَنْ اِسْتَغْفَرَ لَهُ الْحَاجُ

“Ya Allah, berikan ampunan pada orang yang haji, dan (berilah pula ampunan) kepada orang yang dimintakan ampunan oleh orang yang haji.”  (HR Baihaqi, Hakim, Ibnu Khuzaimah, dan al-Khatib).

Kisah Teladan

Kisah keikhlasan dalam haji seringkali menonjolkan pengorbanan harta dan ego demi ridha Allah SWT, bukan sekadar perjalanan fisik ke Mekkah. Contoh teladan utama meliputi kisah Ali Al-Muwaffaq yang memberikan biaya hajinya kepada tetangga miskin namun tetap mendapat pahala haji mabrur.

Ali menabung selama 30 tahun untuk haji. Saat ia memiliki uang cukup dan berniat berangkat, ia mendapati tetangganya kelaparan dan hampir mati. Ali kemudian memberikan seluruh tabungannya untuk makan tetangganya dan membatalkan haji. Meski tidak pergi, seorang ulama bermimpi bahwa haji Ali diterima dan menjadi sebab diterimanya haji ribuan jamaah lain karena keikhlasannya.

Contoh kisah keikhlasan dalam pelaksanaan ibadah haji yaitu kisah Uwais al-Qarni. Ia merupakan sosok yang namanya sering disebut sebagai teladan ketulusan, kerendahan hati, dan bakti kepada orangtua. Meskipun ia bukan sahabat Nabi karena tidak pernah bertemu langsung dengan Rasulullah, namun kedudukannya justru sangat tinggi di sisi Allah.

Uwais merupakan pemuda yang sangat bakti kepada ibunya. Saat ibunya meminta diantarkan haji, Uwais yang miskin melatih fisiknya dengan menggendong anak lembu naik turun bukit setiap hari selama berbulan-bulan. Hal ini ia lakukan agar kuat menggendong ibunya dari Yaman ke Mekkah demi mewujudkan impian ibunya, menunjukkan keikhlasan luar biasa dalam berbakti.

Demikian, keikhlasan adalah syarat utama diterimanya amalan dan wujud ketaatan kepada Allah SWT.

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَۖ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَاۚ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

“Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada-Mu, (jadikanlah) dari keturunan kami umat yang berserah diri kepada-Mu, tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan manasik (rangkaian ibadah) haji, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Baqarah: 128)  []

Tags: Ibadah hajiIkhlasTaat
Share28Tweet18Send
Previous Post

Rapat Evaluasi IKPM Subang Soroti Beasiswa Santri dan Wakaf Semen untuk Pesantren

Next Post

Lokasi, Lokasi, Lokasi: Pelajaran dari KH Sofwan Manaf

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Santri Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 Pulih dengan Cepat. Apa Faktornya?

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

24 August 2026
Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

20 August 2026
Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

22 August 2026
Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

23 August 2026
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

0
Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

0
Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

0
IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

0
Mendikasmen Apresiasi Pendidikan Holistik Pesantren

Mendikasmen Apresiasi Pendidikan Holistik Pesantren

0
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

24 August 2026
Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

24 August 2026
Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

24 August 2026
IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

24 August 2026
Santri Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 Pulih dengan Cepat. Apa Faktornya?

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

24 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo
  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result