10
Tonton Selengkapnya
27 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 1 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Peran Jin dan Manusia dalam Kehidupan Sehari-hari

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

[[CAP:Editor]] Rusdiono Mukri by [[CAP:Editor]] Rusdiono Mukri
15 May 2026
in Tafsir
0
Peran Jin dan Manusia dalam Kehidupan Sehari-hari

Foto: Baitulmaal Muamalat

Landasan Teologis

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”  (QS Adz-Dzariyat :56)

Interpretasi Para Mufasir

BACA JUGA

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Ibadah dan Amal Terbaik  

Membangun Integritas Pendidik dan Peserta Didik

Belajar Ikhlas dan Taat dalam Perjalanan Haji

Tingkatan Rezeki

Tafsir As-Sa’di menyebutkan, tujuan inilah yang Allah ciptakan jin dan manusia untuknya, dan Allah mengutus seluruh para rasul untuk menyerukan kepadanya, yaitu beribadah kepada-Nya, yang mencakup mengenal-Nya, mencintai-Nya, kembali (bertobat) kepada-Nya, menghadap kepada-Nya, serta berpaling dari selain-Nya.

Hal itu juga mengandung makrifat (pengenalan) kepada Allah Ta‘ala, karena kesempurnaan ibadah bergantung pada makrifat kepada Allah. Bahkan, semakin bertambah pengetahuan seorang hamba tentang Rabb-nya, maka semakin sempurna pula ibadahnya. Inilah tujuan Allah menciptakan makhluk-makhluk yang dibebani syariat (mukallaf) agar makrifatullah dan ibadahnya sempurna.

Sedangkan Tafsir al-Baghawi menyebutkan, Al-Kalbi, Adh-Dhahhak, dan Sufyan berkata: Ayat ini khusus bagi orang-orang yang taat dari kedua golongan tersebut (jin dan manusia). Sebagian ulama berkata: ‘Aku tidak menciptakan orang-orang yang berbahagia dari kalangan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku, dan orang-orang yang celaka di antara mereka kecuali untuk bermaksiat kepada-Ku.’

Ali bin Abi Thalib berkata, maksudnya ialah: ‘Kecuali agar Aku memerintahkan mereka untuk beribadah kepada-Ku dan mengajak mereka kepada ibadah kepada-Ku.’

Ada pula yang berpendapat: ‘Agar mereka tunduk dan merendahkan diri kepada-Ku.’ Maka setiap makhluk dari kalangan jin dan manusia tunduk kepada ketetapan Allah dan patuh kepada kehendak-Nya. Tidak seorang pun mampu keluar dari keadaan yang telah Allah ciptakan baginya.

Sementara itu, Tafsir Ath-Thabari menyebutkan, sebagian ulama berkata, mMaknanya ialah, ‘Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka tunduk kepada-Ku dengan penghambaan.’

Pendapat yang paling utama yaitu pendapat yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, yaitu: ‘Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku dan tunduk kepada perintah-Ku.’

Sesungguhnya mereka tetap tunduk kepada ketetapan Allah yang telah Allah tetapkan atas mereka, karena keputusan-Nya berlaku pada mereka dan mereka tidak mampu menolaknya ketika ketetapan itu menimpa mereka. Yang menyelisihi-Nya hanyalah orang yang kafir dalam pelaksanaan perintah yang Allah bebankan kepadanya. Adapun ketundukan terhadap ketetapan Allah, maka tidak seorang pun mampu menolaknya.”

Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas: ‘Kecuali agar mereka mengakui penghambaan kepada-Ku, baik dengan suka rela maupun terpaksa.’

Ibnu Juraij berkata: ‘Agar mereka mengenal-Ku.’

’Ar-Rabi‘ bin Anas berkata: ‘Kecuali untuk beribadah.’

’As-Suddi berkata: ‘Di antara bentuk ibadah ada yang bermanfaat dan ada pula yang tidak bermanfaat.’

Inti Reflektif

Allah menciptakan jin dan manusia bukan sekadar untuk hidup, tetapi untuk beribadah dan mengabdi kepada-Nya. Ibadah tidak terbatas pada ritual semata, melainkan mencakup seluruh aktivitas yang dilakukan dengan niat yang benar, penuh tanggung jawab, dan sesuai dengan tuntunan Allah.

Karena itu, manusia hendaknya menjadikan setiap aspek kehidupannya: belajar, bekerja, berkeluarga, dan bermasyarakat, sebagai bentuk penghambaan kepada Allah, sambil menyadari bahwa kehidupan di dunia merupakan amanah yang akan dipertanggungjawabkan.

Nilai-Nilai Pedagogis

QS Adz-Dzariyat: 56 mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan bagi manusia, khususnya umat Islam. Pertama, Nilai Tauhid. Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama penciptaan manusia untuk beribadah kepada Allah. Pendidikan Islam harus membangun keyakinan tauhid yang kuat sehingga peserta didik memahami bahwa seluruh aktivitas hidupnya bernilai ibadah.

Guru dan orang tua harus menanamkan keimanan sejak dini, mengajarkan peserta didik dengan mengaitkan ilmu tentang kebesaran Allah dan membiasakan ibadah dalam kehidupan sehari-hari kepada peserta didik, agar mereka menjadi hamba yang beriman, bertakwa dan bertauhid kepada Allah sejak dini.

Kedua, Nilai Tujuan Hidup. Ayat ini mengajarkan bahwa manusia memiliki tujuan hidup yang jelas, yaitu mengabdi kepada Allah. Pendidikan harus membantu peserta didik memahami arah hidup yang benar dan menjadikan Allah sebagai prioritas utama.

Guru dan orang tua harus membimbing peserta didik menentukan cita-cita yang mulia dan bermanfaat, menanamkan kesadaran bahwa belajar merupakan bagian dari ibadah serta membimbing peserta didik dalam menggunakan ilmu untuk kebaikan dunia dan akhirat sebagai bekal ibadah dan memperbaiki diri.

Ketiga, Nilai Tanggung Jawab. Pada ayat ini Allah mengingatkan bahwa jin dan manusia diciptakan untuk beribadah, maka setiap manusia memiliki tanggung jawab moral dan spiritual terhadap Allah dan sesama yang harus dijalankan.

Guru dan orang tua harus membiasakan disiplin dan amanah dalam kehidupan sehari-hari kepada peserta didik. Guru dan orang tua harus memberikan sikap teladan bertanggung jawab terhadap amanah dan kewajiban serta menanamkan kesadaran kepada peserta didik akan konsekuensi setiap perbuatan yang kita lakukan.

Keempat, Nilai Keikhlasan. Pada ayat ini Allah mengingatkan hamba-Nya agar ibadah dilakukan dengan ikhlas hanya karena Allah. Dalam pendidikan, nilai ini sangat penting agar proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pujian atau nilai semata.

Guru dan orang tua harus mengajarkan niat yang benar sebelum belajar kepada peserta didik. Adapun guru harus mengajar dengan penuh pengabdian, keikhlasan dalam menyampaikan materi serta membiasakan peserta didik berbuat baik tanpa pamrih dalam melakukan kebaikan dan mengerjakan ibadah.

Landasan Teoretis

Dalam pandangan Islam, manusia dan jin hidup berdampingan di bumi dengan peran utama beribadah kepada Allah SWT, namun beroperasi dalam dimensi berbeda.

Qadi Badruddin bin Abdullah as-Syibly, mengungkap fakta menarik dalam kitabnya yang berjudul ‘Ajaib wa Gharaib al-Jin.’ Melalui kitab yang bercorak hadis tekstual ini, dia menyatakan bahwa aktivitas jin, pada dasarnya serupa dengan manusia. Mereka makan, minum, tidur, dan beranak-pinak.

Kesamaan tersebut bukan hanya soal kebutuhan biologis sehari-hari, tetapi soal aspek ritual, pada dasarnya bangsa jin juga mendapat perintah yang sama yaitu beribadah kepada Allah SWT.

Mereka juga mendapat perintah dan larangan. Demikian bangsa jin dan manusia mempunyai rasul dari kalangan sendiri yang mengingatkan mereka terhadap petunjuk dan hari akhir. Allah SWT berfirman:

يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنْكُمْ يَقُصُّوْنَ عَلَيْكُمْ اٰيٰتِيْ وَيُنْذِرُوْنَكُمْ لِقَاۤءَ يَوْمِكُمْ هٰذَاۗ قَالُوْا شَهِدْنَا عَلٰٓى اَنْفُسِنَا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ اَنَّهُمْ كَانُوْا كٰفِرِيْنَ

“(Allah berfirman,) “Wahai golongan jin dan manusia, tidakkah sudah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri yang menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini?” Mereka menjawab, “(Ya,) kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.” Namun, mereka tertipu oleh kehidupan dunia. Mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka kafir.” (QS Al-An’am: 130)

Manusia dan jin memiliki hati, mata dan telinga yang harus digunakan kepada kebaikan dan beriman kepada Allah jangan dibiarkan berpaling dari petunjuk Allah.

Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ

“Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan banyak dari kalangan jin dan manusia untuk (masuk neraka) Jahanam (karena kesesatan mereka). Mereka memiliki hati yang tidak mereka pergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan memiliki mata yang tidak mereka pergunakan untuk melihat (ayat-ayat Allah), serta memiliki telinga yang tidak mereka pergunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah. (QS Al-A’raf: 179)

Peran Jin dan Manusia

Lalu apa saja peran jin dan manusia dalam kehidupan sehari-hari? Pertama, peran manusia berfokus mengelola bumi, sementara jin hidup berdampingan secara tersembunyi. Ini peran dalam interaksi di dunia. Allah SWT berfirman:

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةًۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

“(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.” (QS Al-Baqarah: 30)

Kedua, peran dalam pengaruh moral (kebaikan dan keburukan). Manusia memiliki potensi untuk dipengaruhi oleh jin, tetapi juga memiliki akal untuk membedakan yang baik dan buruk. Manusia memiliki derajat yang lebih tinggi jika taat, namun bisa lebih rendah dari binatang jika mengikuti hawa nafsu.

Allah SWT berfirman:

قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ

“Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, karena Engkau telah menyesatkanku, sungguh aku akan menjadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi dan sungguh aku akan menyesatkan mereka semua”.” (QS Al-Hijr: 39)

Disebutkan pada ayat di atas bahwa iblis dari golongan jin yang terkutuk dan dilaknat Allah akan menyesatkan manusia agar berpaling kepada Allah. Oleh karena itu, kita harus menjadi hamba Allah yang ikhlas dalam beribadah dan bertakwa.

Ketiga, peran kemampuan jin dan manusia itu berbeda. Jin memiliki kemampuan fisik yang lebih besar, seperti bergerak cepat, berubah bentuk, dan terbang. Mereka tidak hidup kekal dan makan tulang. Adapun manusia itu terbatas oleh fisik tanah. Meskipun terbatas, manusia memiliki kelebihan dalam akal dan kemampuan untuk mengendalikan (atas izin Allah), seperti kisah Nabi Sulaiman yang mengendalikan jin.

Allah SWT berfirman:

وَحُشِرَ لِسُلَيْمٰنَ جُنُوْدُهٗ مِنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوْزَعُوْنَ

“Untuk Sulaiman dikumpulkanlah bala tentara dari (kalangan) jin, manusia, dan burung, lalu mereka diatur dengan tertib.” (QS An-Naml: 17)

Keempat, peran jin bagi manusia sebagai pendamping. Setiap manusia didampingi oleh jin qarin yang bertugas membisikkan hal-hal buruk, namun manusia diperintahkan untuk melawannya dengan dzikir.

Allah SWT berfirman:

قَالَ قَرِيْنُهٗ رَبَّنَا مَآ اَطْغَيْتُهٗ وَلٰكِنْ كَانَ فِيْ ضَلٰلٍ ۢ بَعِيْدٍ

“(Setan) yang menyertainya berkata (pula), ‘Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi dia sendiri yang berada dalam kesesatan yang jauh’.” (QS Qaf: 27)

Interaksi Manusia terhadap Jin

Berikut ini interaksi manusia terhadap jin dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, perlindungan dengan doa. Manusia dianjurkan membaca doa/basmalah sebelum masuk rumah, makan, mandi, atau melepas pakaian agar tidak diganggu jin.

Allah SWT berfirman:

وَاِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِۗ اِنَّهٗ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

“Jika setan benar-benar menggodamu dengan halus, berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-A’raf: 200)

Kedua, gunakanlah rumahmu untuk ibadah dan membaca Al-Qur’an. Jin menyukai tempat kotor, lembab, gelap, dan rumah yang tidak pernah digunakan untuk ibadah dan tidak juga membaca Al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda:

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ؛ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ البَقَرَةِ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

“Janganlah kalian menjadikan rumah kalian bagaikan pekuburan. Sesungguhnya setan lari (benar-benar berpaling) dari rumah yang dibacakan padanya surat Al-Baqarah.” (HR Muslim, No. 780)

Ketiga, jangan bersekutu dengan jin. Islam melarang keras meminta pertolongan atau bekerjasama dengan jin (perdukunan/syirik) untuk tujuan tertentu karena dapat menjerumuskan manusia pada kesesatan.

Allah SWT berfirman:

وَّاَنَّهٗ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْاِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًاۖ

“Sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari (kalangan) manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari (kalangan) jin sehingga mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.” (QS. Al-Jin: 6)

Keempat, meningkatkan ketaatan ibadah. Setan tidak dapat menembus hamba Allah yang benar-benar ikhlas dan mengoptimalkan ibadahnya (disebut Ibad atau Mukhlis).

Allah SWT berfirman:

قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ ۝٣٩

اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ ۝٤٠

“Ia (Iblis) berkata, ‘Tuhanku, karena Engkau telah menyesatkanku, sungguh aku akan menjadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi dan sungguh aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih (karena keikhlasannya) di antara mereka’.” (QS Al-Hijr: 39-40)

Kisah Teladan

Dalam sebuah kisah shahih, sekelompok jin dari wilayah Irak datang kepada Nabi Muhammad SAW untuk mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Setelah mendengar wahyu, mereka masuk Islam dan berjanji untuk menyebarkan kebenaran kepada kaumnya. Al-Qur’an dan ajaran Islam berlaku universal bagi jin dan manusia. Jin shalih merupakan saudara seiman manusia, sedangkan jin kafir seringkali bertindak sebagai setan yang mengganggu manusia.

Dikisahkan terdapat jin Muslim bernama Muhbar bin Abhar yang tinggal di Bukit Tursina. Ia marah melihat jin musyrik (Musfir) menghina Rasulullah melalui berhala Hubal. Muhbar mengejar dan membunuh jin musyrik tersebut. Dengan izin Rasulullah, ia menghancurkan berhala Hubal dari dalam, menunjukkan bahwa jin shalih berperan membela kebenaran.

Ada juga kisah sesosok jin pernah muncul mengganggu di depan Imam Mujahid, lalu beliau mengejarnya sampai jin itu jatuh. Beliau berkata “Kalau kamu takut, mereka akan menguasaimu. Untuk itu bersikap keraslah.” (Riwayat Ibnu Abi Dunya)

Selain berwujud manusia, jin juga dapat tampil dalam wujud binatang. Imam Bukhari menyebutkan dari sekian riwayat menyangkut perubahan bentuk jin, antara lain dalam bentuk ular. Sementara itu, Ibnu Taimiyah menulis dalam kumpulan fatwa-fatwanya bahwa jin dapat mengambil bentuk manusia atau binatang, seperti ular, kalajengking, sapi, kambing, dan kuda.

Demikianlah jin yang beriman akan membantu manusia yang beriman dalam berdakwah. Adapun jin kafir/setan akan menganggu manusia dan menghalangi jalan kita kepada Allah. Oleh karena itu, janganlah kita takut pada jin karena Allah telah memberikan kelebihan kepada kita.

أَعُوذُ بِوَجْهِ اللَّهِ الْكَرِيمِ، وَبِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا. وَمِن شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الْأَرْضِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ طَوَارِقِ اللَّيْلِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ

“Aku berlindung dengan Zat Allah yang Mahamulia, dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna, yang tidak ada orang baik dan juga orang durhaka yang melampauinya, dari keburukan yang turun dari langit dan keburukan apa pun yang naik ke langit; dari keburukan apa saja yang masuk ke bumi dan keburukan apa saja yang keluar dari bumi; dari keburukan fitnah-fitnah siang dan malam; dari keburukan petaka-petaka malam; dari keburukan setiap petaka yang datang, kecuali petaka yang datang membawa kebaikan, wahai Zat yang Maha Penyayang.” (HR At-Tabrani di Al-Mu’jam Shagir dan Awsat)  []

Tags: JinManusiaSetan
Share36Tweet23Send
Previous Post

BAZNAS Kembangkan Layanan Kurban yang Lebih Bermakna dan Berdampak

Next Post

BAZNAS Bersama Blibli Salurkan Paket Logistik bagi Masyarakat Miskin di Jakarta

[[CAP:Editor]] Rusdiono Mukri

[[CAP:Editor]] Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Sarasehan Nasional Pesantren Memperingati 100 Tahun Gontor

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Sarasehan Nasional Pesantren Memperingati 100 Tahun Gontor

23 June 2026
Sidang Tahfizh ke-10 SIT Insantama Leuwiliang: Saksi Perjalanan 105 Generasi Qur’ani

Sidang Tahfizh ke-10 SIT Insantama Leuwiliang: Saksi Perjalanan 105 Generasi Qur’ani

22 June 2026
Telaah Akhlak antara Adab dan Pencitraan: Meluruskan Makna ‘Cari Ridha’ dan ‘Cari Muka’

Menuju Abad Kedua Gontor: Tantangan Membangun Jaringan 1.500 Pesantren Menuju Lahirnya Ribuan Ma’had Ashriyah Muttahidah

23 June 2026
18 Lembaga Pendidikan Hadiri Workshop Manajemen “Cara Unik Promosi & Branding Sekolah” di FORBIS National Economic Summit & Expo 2026

18 Lembaga Pendidikan Hadiri Workshop Manajemen “Cara Unik Promosi & Branding Sekolah” di FORBIS National Economic Summit & Expo 2026

21 June 2026
Ajang Kreativitas Arena Gembira PMDG Kampus 9 Sulit Air

Ajang Kreativitas Arena Gembira PMDG Kampus 9 Sulit Air

21 June 2026
BAZNAS Salurkan Daging Kurban kepada Pengungsi Palestina di Suriah

BAZNAS Salurkan Daging Kurban kepada Pengungsi Palestina di Suriah

0
BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Perluas Akses Pendidikan Tinggi dan Pemberdayaan

BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Perluas Akses Pendidikan Tinggi dan Pemberdayaan

0
Struktur dan Kultur

Gontor dan Panggilan Peradaban Abad Kedua

0
Telaah Akhlak antara Adab dan Pencitraan: Meluruskan Makna ‘Cari Ridha’ dan ‘Cari Muka’

Menuju Abad Kedua Gontor: Tantangan Membangun Jaringan 1.500 Pesantren Menuju Lahirnya Ribuan Ma’had Ashriyah Muttahidah

0
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Sarasehan Nasional Pesantren Memperingati 100 Tahun Gontor

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Sarasehan Nasional Pesantren Memperingati 100 Tahun Gontor

0
BAZNAS Salurkan Daging Kurban kepada Pengungsi Palestina di Suriah

BAZNAS Salurkan Daging Kurban kepada Pengungsi Palestina di Suriah

24 June 2026
BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Perluas Akses Pendidikan Tinggi dan Pemberdayaan

BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Perluas Akses Pendidikan Tinggi dan Pemberdayaan

24 June 2026
Struktur dan Kultur

Gontor dan Panggilan Peradaban Abad Kedua

24 June 2026
Telaah Akhlak antara Adab dan Pencitraan: Meluruskan Makna ‘Cari Ridha’ dan ‘Cari Muka’

Menuju Abad Kedua Gontor: Tantangan Membangun Jaringan 1.500 Pesantren Menuju Lahirnya Ribuan Ma’had Ashriyah Muttahidah

23 June 2026
Melalui BAZNAS RI, BAZNAS Kalsel Salurkan Bantuan untuk Aceh dan Sumatera

Melalui BAZNAS RI, BAZNAS Kalsel Salurkan Bantuan untuk Aceh dan Sumatera

23 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.
  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
  • Beriman itu tandanya jujur. Beriman itu tandanya bersaudara. Iman seseorang bisa diukur dari perilakunyaProf. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result