10
Tonton Selengkapnya
28 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Monday, 13 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Ibadah dan Amal Terbaik  

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
24 May 2026
in Tafsir
0
Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Ibadah dan Amal Terbaik   

Foto: Mu4.co.id

Landasan Teologis

وَالْفَجْرِۙ ۝١

وَلَيَالٍ عَشْرٍۙ ۝٢

Artinya: “(1) Demi waktu fajar, (2) Demi malam yang sepuluh.” (QS Al-Fajar: 1-2)

BACA JUGA

Menjadi Pribadi yang Menenangkan, Bukan Meresahkan

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Peran Jin dan Manusia dalam Kehidupan Sehari-hari

Membangun Integritas Pendidik dan Peserta Didik

Belajar Ikhlas dan Taat dalam Perjalanan Haji

Interpretasi Para Mufasir

Tafsir As-Sa’di menyebutkan, dalam ayat ini Allah Ta‘ala bersumpah dengan waktu fajar, yaitu akhir malam dan permulaan siang. Karena pada pergantian malam menuju siang terdapat tanda-tanda yang menunjukkan sempurnanya kekuasaan Allah Ta‘ala. Pada waktu fajar juga terdapat shalat yang mulia dan agung, sehingga pantas Allah bersumpah dengannya.

Oleh karena itu, setelahnya Allah bersumpah dengan malam-malam yang sepuluh, yang menurut pendapat paling benar yaitu sepuluh malam terakhir Ramadhan atau sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Karena malam-malam tersebut mencakup hari-hari yang utama, dan di dalamnya terdapat berbagai ibadah dan pendekatan diri kepada Allah yang tidak terdapat pada waktu-waktu lainnya.

Disebutkan juga dalam tafsir As-Sa’di bahwa pada sepuluh malam terakhir Ramadhan terdapat malam Lailatul Qadar, yang nilainya lebih baik daripada seribu bulan. Pada siang harinya terdapat puasa di akhir Ramadhan, yang merupakan salah satu rukun Islam.

Dan juga pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah terdapat wukuf di Arafah, yaitu saat Allah memberikan ampunan kepada hamba-hamba-Nya dengan ampunan yang membuat setan merasa sangat sedih. Tidak pernah terlihat setan lebih hina dan lebih terusir daripada ketika hari Arafah, karena ia melihat turunnya para malaikat dan limpahan rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya.

Pada hari-hari itu juga dilaksanakan banyak amalan haji dan umrah. Semua itu merupakan perkara-perkara yang agung dan layak bagi Allah untuk bersumpah dengannya.

Sedangkan dalam tafsir Al-Baghawi disebutkan beberapa makna ayat “Demi fajar” (Allah SWT bersumpah dengan waktu fajar), yaitu: Pertama, diriwayatkan oleh Abu Shalih dari Ibnu Abbas, beliau berkata, “Yang dimaksud adalah terbitnya fajar setiap hari.” Sedangkan ‘Athiyyah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksud adalah shalat Subuh.

Qatadah berkata, “Yang dimaksud adalah fajar pada hari pertama bulan Muharram, karena dari waktu itu tahun mulai terbuka.” Sementara itu, Adh-Dhahhak berkata, “Yang dimaksud adalah fajar Dzulhijjah, karena ia disandingkan dengan malam-malam yang sepuluh.”

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksud adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Ini juga merupakan pendapat Mujahid, Qatadah, Adh-Dhahhak, As-Suddi, dan Al-Kalbi.

Dalam tafsir Al-Qurthubi disebutkan makna ayat pertama surat al-Fajr: “Demi fajar”, Allah bersumpah dengan waktu fajar. Para ulama berbeda pendapat tentang makna “fajar”.  Sebagian berkata bahwa yang dimaksud adalah terbitnya cahaya siang setelah gelap malam pada setiap hari. Pendapat ini dikemukakan oleh Ali, Ibnu Zubair, dan Ibnu Abbas.

Diriwayatkan pula dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksud adalah seluruh siang hari, namun disebut dengan “fajar” karena fajar merupakan permulaan siang.

Ibnu Muhaishin meriwayatkan dari ‘Athiyyah, dari Ibnu Abbas bahwa yang dimaksud adalah fajar pada hari pertama bulan Muharram. Diriwayatkan pula dari Qatadah bahwa yang dimaksud adalah shalat Shubuh. Sedangkan riwayat dari Ibnu Abbas menyebutkan demi fajar adalah siang hari.

Dalam tafsir Al-Qurthubi juga disebutkan Ibnu Juraij meriwayatkan dari ‘Atha’, dari Ibnu Abbas bahwa makna “Demi fajar” adalah pagi hari Idul Adha. Karena Allah Ta‘ala menjadikan setiap hari memiliki malam sebelumnya, kecuali hari Nahr (Idul Adha). Sebab hari Arafah memiliki dua malam: malam sebelumnya dan malam sesudahnya. Maka siapa yang masih mendapatkan wukuf pada malam setelah Arafah, berarti ia masih mendapatkan haji hingga terbit fajar pada hari Nahr. Ini juga merupakan pendapat Mujahid.

Ikrimah berkata, “Yang dimaksud dengan fajar adalah terbitnya fajar pada hari Jam‘i (Muzdalifah).” Dan Muhammad bin Ka‘ab Al-Qurazhi menyebutkan, “Fajar adalah akhir dari hari-hari yang sepuluh, ketika kalian bertolak dari Muzdalifah.”

Adh-Dhahhak berkata, “Itu fajar Dzulhijjah, karena Allah Ta‘ala menyandingkan hari-hari tersebut dengannya.”

Dalam tafsir Al-Qurthubi disebutkan makna firman-Nya dalam ayat kedua: “Dan malam-malam yang sepuluh” maksudnya yaitu sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah. Demikian pula pendapat Mujahid, As-Suddi, dan Al-Kalbi mengenai firman Allah: “Dan malam-malam yang sepuluh”, yaitu sepuluh hari Dzulhijjah.

Masruq berkata, “Itu sepuluh malam yang disebut Allah dalam kisah Nabi Musa AS. Malam-malam itu merupakan hari-hari terbaik dalam setahun.”

Abu Az-Zubair meriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah bersabda, “Itu sepuluh hari Idul Adha (Dzulhijjah).” Maka malam-malam tersebut disebut “sepuluh malam” menurut pendapat ini, karena malam hari Nahr (Idul Adha) termasuk di dalamnya. Allah telah mengkhususkannya sebagai waktu wukuf bagi orang yang belum sempat wukuf pada hari Arafah.

Inti Reflektif

Surat Al-Qur’an pada ayat pertama dan kedua dari Surat Al-Fajr mengingatkan bahwa Allah bersumpah demi waktu fajar dan malam-malam yang sepuluh, yang oleh banyak ulama ditafsirkan sebagai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Ini menunjukkan betapa agung dan mulianya waktu tersebut di sisi Allah.

Kajian ini mengajak kita untuk tidak menyia-nyiakan momentum Dzulhijjah, tetapi mengisinya dengan semangat ibadah, memperbanyak amal shalih, dzikir, doa, sedekah, puasa, serta memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Hari-hari mulia ini menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah dengan amal terbaiknya.

Fajar yang Allah jadikan sumpah juga memberi pesan bahwa setiap datangnya waktu baru menjadi peluang untuk hijrah menuju pribadi yang lebih baik, lebih ikhlas dalam beribadah, dan lebih sungguh-sungguh dalam mempersiapkan bekal akhirat

Nilai-Nilai Pedagogis

QS Al-Fajar: 1-2 mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan (pedagogi) bagi umat manusia, khususnya umat Islam. Pertama, Nilai Ketauhidan dan Keimanan. Allah membuka surat ini dengan sumpah atas waktu-waktu tertentu. Hal ini menunjukkan kebesaran Allah sebagai pencipta waktu dan kehidupan. Hal ini mengajarkan kita untuk meyakini kekuasaan Allah, mengagungkan ciptaan-Nya, dan menumbuhkan rasa iman dan takwa.

Guru dan orang tua harus mendidik dan membiasakan peserta didik untuk senantiasa mengingat Allah dalam setiap aktivitas, serta menanamkan kesadaran bahwa waktu merupakan amanah dari Allah yang sangat berharga dan harus kita jaga dengan ilmu, akhlak, tauhid, iman, dan takwa, serta mengagungkan kebesaran Allah SWT yang sangat besar dan tidak terbatas, agar peserta didik menjadi generasi hebat yang dicintai Allah.

Kedua, Nilai Disiplin Waktu. Dalam ayat ini disebut kata “Al-Fajr” (waktu fajar/Shubuh) yang menunjukkan pentingnya waktu dalam Islam. Fajar merupakan awal aktivitas dan simbol kedisiplinan. Orang yang mampu menjaga waktu akan lebih mudah mencapai keberhasilan dunia dan akhirat.

Guru dan orang tua harus membiasakan peserta didik untuk bangun di waktu fajar agar mereka menjadi disiplin dalam belajar, ibadah, menghargai waktu dan tidak menyia-nyiakannya. Generasi yang bisa membangun kebiasaan baik di waktu fajar akan memperoleh keberkahan yang luar biasa. Sehingga peserta didik menjadi generasi yang sukses di dunia dan akhirat serta diberkahi dalam setiap langkahnya.

Ketiga, Nilai Spiritual dan Ibadah. Dalam ayat kedua “Walayālin ‘asyr” (malam yang sepuluh) menurut banyak ulama merujuk pada sepuluh malam pertama bulan Dzulhijjah yang penuh keutamaan ibadah yang harus kita isi dengan ibadah dan amal shalih agar kita memperoleh banyak keutamaan.

Guru dan orang tua harus memberikan semangat dan dorongan untuk beribadah kepada peserta didik agar mendekatkan diri kepada Allah dan memperbanyak amal shalih di bulan ini (Dzulhijjah) dan bulan lainnya. Ajarkan mereka dan sertai mereka dalam setiap amalan agar mereka semakin kuat dalam ibadah dan menjadi hamba-hamba Allah yang ikhlas dan taat.

Keempat, Nilai Kesungguhan dan Kerja Keras. Ayat ini mengingatkan pentingnya waktu fajar yang menandakan awal perjuangan manusia dalam mencari ilmu dan rezeki. Pendidikan Islam mengajarkan pentingnya rajin belajar, bersungguh-sungguh dan tidak malas.

Guru dan orang tua harus memberikan keteladan dan contoh mulia kepada peserta didik untuk kerja keras dan sungguh-sungguh dalam ibadah dan amal shalih lainnya sehingga tumbuh dalam jiwa peserta didik etos kerja islami, aktif, produktif dan termotivasi untuk memanfaatkan masa muda dengan baik.

Landaan Teoretis

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan ke-12 dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan mulia dalam Islam. Nama “Dzulhijjah” berasal dari kata “dzul” yang berarti memiliki, dan “hijjah” yang berarti haji. Dengan demikian, Dzulhijjah dapat dimaknai sebagai bulan pelaksanaan ibadah haji.

Pada bulan ini, umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di Tanah Suci untuk melaksanakan rukun Islam kelima. Momentum ini menjadikan Dzulhijjah memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam syariat Islam.

Para ulama menafsirkan bahwa salah satu keistimewaannya berada pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Dzulhijjah bukan hanya tentang haji tapi juga tentang ibadah kurban, puasa Arafah, takbir, serta berbagai amalan yang memiliki pahala besar. Tidak heran jika banyak umat Islam menjadikan bulan ini sebagai momentum memperbaiki kualitas ibadah dan memperbanyak amal shalih.

Bulan Dzulhijjah memiliki banyak keutamaan yang membuatnya menjadi salah satu bulan paling istimewa dalam Islam. Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ اَلْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّام. يَعْنِي أَيَّامُ الْعُشْرِ. قَالُوْا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ؟ قَالَ: وَلاَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ، فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيءٍ. (رواه البخاري)

Artinya: “Tidak ada hari di mana amal kebaikan saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini. Rasulullah menghendaki 10 hari (awal Dzulhijjah). Lantas para sahabat bertanya: ‘Wahai Rasulullah, tidak juga jihad di jalan Allah?’ Rasulullah shallalâhu ‘alaihi wasallam menjawab: ‘Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun (mati syahid)’.”  (HR Al-Bukhari)

Dalam hadis ini Rasulullah SAW memberikan motivasi yang sangat tinggi kepada para sahabat dan umatnya untuk tidak menyia-nyiakan keutamaan 10 hari awal Dzulhijjah. Bahkan perbandingannya dengan jihad di jalan Allah.

Hadis di atas memberikan pemahaman adanya keutamaan 10 hari awal Dzulhijjah. Semua ibadah dan amal kebaikan yang dilakukan saat itu lebih mulia dan lebih besar pahalanya daripada di hari-hari lainnya. Karenanya, tidak heran jika Rasulullah SAW sangat memotivasi para sahabat dan umatnya untuk melakukan ibadah dan amal kebaikan pada hari-hari tersebut.

Sangat beruntung umat Islam yang bisa menjumpai 10 hari awal bulan Dzulhijjah dan dapat melakukan ibadah disertai berbagai kebaikan lainnya. Semua itu merupakan nikmat sangat besar yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang dikehendaki.

Ketika Dzulhijjah datang, Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam memperbanyak amal shalih. Bulan ini merupakan kesempatan besar yang tidak selalu datang dua kali dalam hidup manusia. Karena itu, para salaf dahulu sangat bersungguh-sungguh menghidupkan hari-hari Dzulhijjah dengan ibadah. Salah satu amalan utamanya memperbanyak dzikir, takbir, tahmid, dan tahlil. Suara takbir yang berkumandang sejak awal Dzulhijjah hingga hari tasyrik menjadi simbol pengagungan kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

شَهْرَانِ لاَ يَنْقُصَانِ، شَهْرَا عِيدٍ: رَمَضَانُ، وَذُو الحَجَّةِ

“Ada dua bulan yang pahala amalnya tidak akan berkurang. Keduanya dua bulan hari raya yaitu Ramadhan dan Dzulhijjah.” (HR Bukhari, No 1912 dan Muslim , No 1089)

Mengisi Bulan Dzulhijjah

Lalu bagaimana cara menyambut dan mengisi bulan Dzulhijjah dengan semangat ibadah dan amal terbaik? Pertama, berpuasa pada sepuluh hari pertama. Rasulullah SAW bersabda:

مَا الْعَمَلُ فِى أَيَّامِ الْعَشْرِ أَفْضَلَ مِنَ الْعَمَلِ فِى هَذِهِ قَالُوا وَلاَ الْجِهَادُ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَىْءٍ

“Tidak ada amal ibadah yang lebih utama selain yang dikerjakan pada sepuluh hari ini (maksudnya sepuluh hari pertama dari bulan Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya: “Apakah sekalipun jihad di jalan Allah?” Rasulullah SAW menjawab: “Sekalipun jihad. Kecuali seseorang yang keluar untuk berjihad dengan diri dan hartanya, lalu tidak ada sedikit pun yang pulang dari padanya.” (HR Bukhari)

Kedua, memperbanyak mengingat Allah (tahmid, tahlil, takbir dan tahlil). Allah SWT berfirman:

لِّيَشْهَدُوْا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۚ فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْبَاۤىِٕسَ الْفَقِيْرَۖ

“(Mereka berdatangan) supaya menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka berupa binatang ternak. Makanlah sebagian darinya dan (sebagian lainnya) berilah makan orang yang sengsara lagi fakir.” (QS Al-Hajj: 28)

Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ فَأَكْثِرُوا فِيهِنَّ مِنْ التَّهْلِيلِ وَالتَّكْبِيرِ وَالتَّحْمِيدِ

“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya.” (HR Ahmad)

Ketiga, mengisi 10 hari Dzulhijjah dengan amalan terbaik. Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ أَيَّامٍ أَعْظَمُ عِنْدَ اللَّهِ وَلَا أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعَمَلُ فِيهِنَّ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْر

“Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal shalih di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah).” (HR Ahmad, dishahihkan Syaikh Ahmad Syakir)

Keempat, berpuasa Arafah. Rasulullah SAW bersabda:

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim, No 1162)

Kelima, melaksanakan shalat Idul Adha. Allah SWT berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ

“Maka, laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!” (QS Al-Kautsar: 2)

Keenam, berkurban. Allah SWT berfirman:

لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ

“Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya ketakwaanmu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al-Hajj: 37)

Ketujuh, tidak melakukan maksiat, bertobat dan memperbaiki diri. Allah SWT berfirman:

ثُمَّ اِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِيْنَ عَمِلُوا السُّوْۤءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابُوْا مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ وَاَصْلَحُوْٓا اِنَّ رَبَّكَ مِنْۢ بَعْدِهَا لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌࣖ

“Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) orang-orang yang melakukan keburukan karena kebodohan (tidak menyadari akibatnya), lalu bertobat dan memperbaiki (dirinya). Sesungguhnya Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-Nahl: 119)

Kisah Teladan

Dalam kitab An-Nawâdir karya Syekh Syihabuddin Ahmad ibn Salamah al-Qalyubi diceritakan, suatu kali Abu Yusuf Ya’qub bin Yusuf bercerita tentang salah seorang sahabatnya yang unik. Ia orang yang wara’ dan takwa meski orang-orang mengenal karibnya itu sebagai orang fasik dan pendosa.

Sudah dua puluh tahun Abu Yusuf melakukan tawaf di sekitar Ka’bah bersamanya. Abu Yusuf berpuasa terus menerus (dawâm), berbeda dengan sahabatnya yang sehari puasa sehari berbuka.

Memasuki 10 hari bulan Dzulhijjah, sahabat Abu Yusuf ini menunaikan puasa secara sempurna kendati ia berada di padang sahara yang tandus. Bersama Abu Yusuf, ia masuk kota Thurthus dan menetap di sana untuk beberapa lama. Di tempat gersang inilah, persisnya di sebuah kawasan reruntuhan bangunan, ia wafat tanpa seorang pun yang tahu kecuali Abu Yusuf.

Abu Yusuf pun keluar mencari kain kafan dan alangkah kagetnya tatkala dirinya kembali menyaksikan kerumunan orang berkunjung, mengafani, sekaligus menyalati jenazah sahabatnya tersebut di tempat yang semula tak berpenghuni. Karena begitu ramainya, Abu Yusuf sampai tak bisa masuk lokasi reruntuhan bangunan itu.

Para pelayat menyebut-nyebut almarhum sebagai orang yang zuhud dan termasuk dari kekasih Allah (waliyyullah). “Subhanallah, siapa yang mengumumkan kematiannya hingga orang-orang berbondong-bondong bertakziah, menyalati, dan menangisi kepergiannya?” Kata Abu Yusuf.

Setelah melalui perjuangan keras, Abu Yusuf akhirnya berhasil menghampiri jenazah sahabatnya tersebut dan terperanjat saat melihat kain kafan yang tak biasa. Pada kain itu tercantum tulisan berwarna hijau: “Inilah balasan orang yang mengutamakan ridha Allah ketimbang ridha dirinya sendiri; orang yang rindu menemui-Ku dan karenanya Aku pun rindu menemuinya.”

hSelepas melaksanakan salat jenazah dan mengebumikannya, rasa kantuk berat menghampiri Abu Yusuf hingga akhirnya tertidur. Di dunia mimpi inilah Abu Yusuf menyaksikan sahabatnya yang ahli puasa tersebut menunggang kuda hijau serta berpakaian hijau dengan sebuah bendera di tangannya. Di belakangnya ada seorang pemuda tampan berbau harum. Di belakang pemuda ini, ada dua orang tua diikuti di belangnya lagi satu orang tua dan satu pemuda.

“Siapa mereka?” Tanya Abu Yusuf.

“Pemuda tampan itu Nabi kita Muhammad SAW. Dua orang tua itu Abu Bakar dan Umar, sementara orang tua dan pemuda itu Utsman dan Ali. Dan akulah pemegang bendera di depan mereka,” jelas almarhum sahabatnya dalam mimpi itu.

“Hendak ke manakah mereka?” “Mereka ingin menziarahiku.” Abu Yusuf pun kagum, “Bagaimana kau bisa mendapatkan kemuliaan semacam ini?”

“Sebab aku memprioritaskan ridha Allah dibanding ridha diriku sendiri dan aku berpuasa pada 10 hari Dzulhijjah,” jawab sahabatnya.

Abu Yusuf pun bangun dari tidur, lalu sejak itu ia tak pernah meninggalkan amalan puasa itu hingga akhir hayat.

Anjuran memperbanyak amal shalih pada 10 hari pertama Dzulhijjah termaktub dalam beberapa hadis. Misalnya hadis riwayat Ibnu ‘Abbas yang ada di dalam Sunan At-Tirmidzi yang mengatakan, “Tiada hari lain yang disukai Allah SWT untuk beribadah seperti sepuluh hari ini (Dzulhijjah).”

Meskipun disebutkan kata “sepuluh hari”, puasa jika dimulai tanggal 1 Dzulhijjah cukup dijalankan sembilan hari karena tanggal 10 Dzulhijjah (juga hari tasyriq: 11, 12, 13 Dzulhijjah) merupakan hari terlarang untuk berpuasa. Demikian keteladanan orang yang menjaga amalan 10 hari bulan Dzulhijjah dari para salafus shalih.

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Mahaesa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” (HR At-Tirmidzi)  []

Tags: ArafahDzulhijjahKurban
Share30Tweet19Send
Previous Post

elTAHFIDH Indonesia Siap Wisuda 170 Hafidz-Hafidzah 30 Juz

Next Post

UNIDA Gontor Kelas C Adakan Diskusi dan Pembacaan Buku Khutbatu-l-‘Arsy

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pondok Gontor Putri Siap Sambut Ribuan Alumni di Reuni Akbar Gontor Putri 2026

Pondok Gontor Putri Siap Sambut Ribuan Alumni di Reuni Akbar Gontor Putri 2026

2 July 2026
Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA: Merancang Abad Kedua Gontor

Reuni Akbar Alumni PTD, IPD, ISID, dan UNIDA: Merancang Abad Kedua Gontor

4 July 2026
Alumni Gontor 2003 Serahkan Wakaf 203 Juta untuk Syukuran 100 Tahun Gontor  ‎

Alumni Gontor 2003 Serahkan Wakaf 203 Juta untuk Syukuran 100 Tahun Gontor ‎

8 July 2026
Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

1 July 2026
Generasi Yahanu Abad Kedua Gontor: Berkualitas, Menginspirasi, dan Membangun Peradaban*

Generasi Yahanu Abad Kedua Gontor: Berkualitas, Menginspirasi, dan Membangun Peradaban*

7 July 2026
SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

0
Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

0
Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

0
Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

0
Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

0
Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

Ketua DSN MUI Ajak Perusahaan Tunaikan Zakat Melalui BAZNAS

9 July 2026
SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

SMP Islam Miftahussa’adah Jakarta Gelar Capacity Building dan Rapat Kerja 2026

9 July 2026
Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

Raker Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027 Lead with Excellence: Menyatukan Langkah Menguatkan Manajemen Menuju SDM Primago yang Solid

9 July 2026
Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

Universitas Darunnajah Perkuat Kolaborasi Strategis di Launching Sekolah Wakaf dan Desa Binaan UNIDA Gontor

9 July 2026
Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

Membangun Manusia Menyalakan Peradaban: Membaca Posisi Perempuan dalam Falsafah Pendidikan Gontor

8 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.
  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result