Bogor, Gontornews — Suasana edukatif dan penuh antusias tampak di lingkungan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Insantama Leuwiliang, Kabupaten Bogor, pada Kamis (28/5/2026) dalam kegiatan pembelajaran bertema “Qurban untuk Pendidikan”. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan makna ibadah kurban sekaligus memberikan pemahaman praktis kepada peserta didik mengenai tata cara penyembelihan hewan kurban yang benar menurut ajaran Islam.
Dalam kegiatan tersebut, para guru memberikan penjelasan langsung mengenai syariat kurban, mulai dari pengertian, hikmah, jenis hewan yang sah dijadikan kurban, hingga tata cara penyembelihan yang sesuai ketentuan Islam. Siswa mengikuti pembelajaran dengan antusias melalui sesi pemaparan, pengamatan langsung terhadap proses penyembelihan hewan kurban dalam momen spesial Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Ustadz Sirojuddin S.Kom, guru kelas 6 SDIT Insantama Leuwiliang, menjelaskan bahwa penyembelihan hewan kurban tidak boleh dilakukan sembarangan, melainkan harus memenuhi syarat sah sebagaimana diajarkan dalam syariat Islam.
“Dalam penyembelihan hewan kurban, Islam mengajarkan adab sekaligus ketentuan teknis yang harus dipenuhi agar sembelihan menjadi halal dan sah. Di antaranya menggunakan alat yang tajam, membaca basmalah, serta memastikan terputusnya tiga saluran penting pada leher hewan,” jelasnya dalam sesi pembelajaran di depan para siswa.
Lebih lanjut ia menjelaskan, tiga bagian urat atau saluran pada leher hewan yang harus terpotong saat penyembelihan yaitu saluran pernapasan atau tenggorokan (hulqum), saluran makanan atau kerongkongan (mari’), dan dua pembuluh darah utama (wadajain) agar proses penyembelihan berlangsung sempurna sesuai tuntunan fikih. Penjelasan ini disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami para siswa.
Kegiatan edukasi kurban ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis praktik keislaman yang rutin dikembangkan di SIT Insantama Leuwiliang. Melalui kegiatan tersebut, sekolah berharap peserta didik tidak hanya memahami teori ibadah kurban, tetapi juga mampu menghayati nilai-nilai ketakwaan, kepedulian sosial, serta pentingnya menjalankan syariat Islam secara benar.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa pendidikan kurban menjadi salah satu media pembentukan karakter Islami sejak dini. Dengan memahami tata cara kurban yang benar, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki pemahaman agama yang baik sekaligus semangat berbagi kepada sesama.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa kurban bukan hanya menyembelih hewan, tetapi juga tentang keikhlasan, pengurbanan, dan kepedulian sosial,” ujar Ustadz Saeful Anwar SE, salah seorang pengurus Yayasan Amanah Insantama Leuwiliang, di sela-sela kegiatan.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat, sekaligus menjadi momentum edukasi keagamaan yang memberikan pengalaman belajar bermakna bagi para siswa SIT Insantama Leuwiliang. []






















