pesanan-majalah-edisi-khusus
33 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 2 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
18 July 2026
in Wawancara
0
Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Foto: Suara Pesantren

Sebagai pengusaha Muslim, niat untuk beribadah, berdakwah, dan senantiasa mengharap ridha Allah SWT merupakan hal yang utama. Mungkin, hal ini mudah untuk disampaikan, tapi sulit untuk diterapkan. Penerapannya tentu saja perlu latihan terus-menerus dan tidak terputus karena suatu hal.

Zahrul Hadiprabowo, Komisaris Utama PT BPRS Harta Insan Karimah (HIK), memandang demikian: seorang pengusaha alumni pesantren haruslah berorientasi pada semangat untuk menjadi anfa’uhum linnas, yang paling bermanfaat untuk manusia, dan tidak semata-mata mengejar profit belaka. Zahrul tidak menampik, jika Gontor memberikan pemikiran yang cerah bagi hidupnya.

“Tapi satu yang pasti, suasana di Gontor memberikan semangat serta membangun karakter saya. Salah satu perbedaannya yaitu ‘saya ingin menjadi sesuatu’,” kata Zahrul Hadiprabowo kepada Mohamad Deny Irawan dari Majalah Gontor.

Berikut buah pikiran dan pengalaman hidup pengusaha alumni Gontor kawakan yang masih berkhidmah sebagai Dewan Pengawas Al-Azhar Syifa Budi Jati Bening, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi, dan mantan akuntan PT Bukaka, perusahaan milik keluarga Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, dalam sebuah kesempatan wawancara. Simak penuturannya!

BACA JUGA

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Ekopesantren: Gagasan Merancang Pesantren Ramah Lingkungan

Masyarakat Indonesia Ingin Awali-Akhiri Ramadhan Bersama

Bagaimana Pondok Modern Darussalam Gontor mendidik Anda?

Dari awal dulu waktu saya di Gontor. Gontor itulah tempat saya tercerahkan, dalam artian, saya jadi ‘sesuatu’ meskipun saya tidak lulus dan hanya sampai kelas 5. Mengapa demikian? Karena waktu itu saya melihat bahwa jalur pendidikan setelah Gontor hanya ke IAIN saja. Karenanya saat itu saya merasa tertantang oleh keadaan ini.

Makanya saya meminta izin kepada para ustadz untuk cuti agar bisa mengikuti ujian SMA, tapi tidak diberikan. Akhirnya, mau tidak mau, kakak saya menyarankan saya untuk keluar dan melanjutkan sekolah di luar. Alhamdulillah, saya lulus di SMA dan nilai saya memuaskan. Pendidikan saya pun berlanjut ke Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Belajar di UGM, semangat untuk terus bermanfaat dan selalu berkarya tertanam erat di jiwa saya. Saya tidak ingat betul siapa yang memberikan semangat itu. Tapi satu yang pasti, suasana di Gontor memberikan semangat serta membangun karakter saya. Salah satu perbedaannya yaitu “saya ingin menjadi sesuatu.”

Di Gajah Mada, saya aktif di HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan juga kegiatan-kegiatan lain. Saya pun rajin menulis di media nasional semisal Harian Kedaulatan Rakyat. Bahkan, tulisan-tulisan saya pernah dijadikan buku waktu itu. Saya aktif sekali.

Tiba-tiba, tahun 1981, sebelum lulus, saya dipanggil Pak Dekan seraya meminta CV-saya. Ternyata, beliau mempromosikan saya dan meminta saya untuk membuat sebuah paper. Saat itu, saya terpilih sebagai mahasiswa teladan di Universitas Gajah Mada dan mengungguli ribuan mahasiswa UGM lain dan dikirim ke Istana Presiden. Sejak mendapatkan prestasi itu, saya makin terpacu untuk menjadi seorang yang benar-benar teladan. Teladan dalam arti bermakna bagi orang banyak.

Saya pernah bekerja di IBM sebelum pindah ke Bank of Tokyo dan bekerja di sebuah maskapai Bouroq Airlines yang berkantor di Kemayoran Jakarta saat itu. Tapi, saat di Bouroq Airlines, saya diminta untuk mengelola perusahaan yang berkaitan dengan fishing, perikanan dan penangkapan ikan di laut. Jadi saya diharuskan mencari kapal besar yang berlayar hingga ke Thailand, mencari kapal longline untuk menangkap ikan tuna meskipun saya belum pernah pergi ke laut. Bos saya saat itu asli Manado. Dia non-Muslim, meski saya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Saya hanya fokus pada pekerjaan dan menunjukkan saya bisa melakukan pekerjaan itu.

Bagaimana kisah pertemuan Anda dengan Jusuf Kalla?

Dari Bouroq Airlines, saya bertemu dengan Suhaili Kalla, adik Pak Jusuf Kalla. Pak Suhaili pun bertanya kepada saya: “Kamu kerja di mana?” Saya jawab kerja di perusahaan grup Bouroq Airlines. Saya bekerja di Bouroq Airlines dari 1986 sampai 1988.

Beliau kala itu bertanya: “Kamu mengapa kerja dengan orang Nasrani? Coba sini, kirim CV-mu!” Beliau tahu kalau saya dari Gontor dan kita sering bertemu. Dia tahu kalau saya lulusan Universitas Gajah Mada, sementara Bukaka sedang membutuhkan orang. Dari situlah saya diajak beliau ke Bukaka pada tahun 1988.

Di Bukaka, saya pegang accounting meski jiwa saya itu ada di bidang pengembangan bisnis atau business development. Karena saya bekerja sebagai akuntan, saya menjadikan Bukaka sebagai perusahaan yang sudah memiliki laporan keuangan. Dulu, Bukaka tidak memiliki laporan keuangan karena masih dalam periode rintisan namun belum bisa berjalan optimal karena dulunya masih merupakan perusahaan milik keluarga. Jika keluarganya jalan-jalan, laporan keuangannya tidak ada. Akhirnya, saya mulai membuatkan laporan keuangan. Saya pun merekrut seorang konsultan keuangan dari Kantor Akuntan Publik (KAP) agar segera mendapatkan laporan keuangan. Seseorang yang mau melihat bagus atau tidaknya perusahaan harus memulai dari laporan keuangannya.

Tidak lama kemudian, tahun 1994 tepatnya, Bukaka memutuskan untuk IPO (Initial Public Offering) atau Go Public. Saya ikut berperan dan berkontribusi. Setelah itu, saya meminta kepada owner Bukaka untuk pindah dari akunting ke pengembangan bisnis dan saya ditempatkan sebagai manajer pengembangan bisnis.

Singkat cerita, berkat Ridha Allah SWT, saya mendapatkan dua proyek besar: OSP, Outside Plant, dari ADB (Asian Development Bank). Dulu, Telkom masih menggunakan kabel pada pada tahun 1994. Sekarang sudah tidak lagi karena sudah menggunakan fixed line. Saat itu, kita menerima proyek dengan nilai sekitar Rp120 miliar, itu untuk memasang kabel-kabel ke rumah-rumah.

Tidak lama kemudian, kita dapat KSO (Kerja Sama Operasi) dengan PT Telkom, yang saat itu sama-sama melakukan IPO. Tetapi, karena Telkom merupakan perusahaan yang bersifat worldwide dan international, mereka membutuhkan partner yang bisa meng-endorse bahwa Telkom memiliki performa yang bagus.

Maka dari itu, Telkom menginisasi KSO di lima region: Sumatera, Kalimantan, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Indonesia Timur. Inti dari kerjasama operasi itu investor. Karena itu, Bukaka menggandeng perusahaan telekomunikasi asal Singapura, Singapura Telecom atau yang lebih dikenal dengan Singtel, diharuskan melakukan investasi ‘sekian’ untuk membangun titik-titik telepon di rumah-rumah itu, sebanyak 450 ribu di seluruh Indonesia Timur.

Waktu lapor ke Pak Jusuf (Kalla) saya bertanya: “Berani Pak Jusuf?” kata Pak Jusuf: “Mengapa tidak berani? Justru Indonesia Timur kurang telepon, ayo kita garap!” kira-kira begitu. Insting bisnis beliau memang luar biasa. Saya bahkan sempat ragu-ragu waktu itu karena feasibility study tidak layak. Tapi beliau bilang: “Ini layak, justru”. Jadi beliau melihat dari sisi yang lain. Dari situ, saya belajar banyak dari beliau. Alhamdulillah, baguslah hasilnya. Bagaimanapun, Pak Jusuf sudah mendapatkan cukup banyak keuntungan dari proyek tersebut.

Namun, karena telekomunikasi sangat volatile, atau tidak stabil dari sisi teknologinya, serta keharusan membangun departemen penelitian dan pengembangan, maka ketika proyek KSO itu selesai, kita keluar. Sejak itu, Pak Jusuf Kalla beralih fokus ke pembangunan tenaga listrik tenaga air.

Pada tahun 1993, saya yang selalu aktif di ikatan alumni Gajah Mada dan HMI lantas mendirikan BPRS, Bank Perekonomian Rakyat Syariah yang dulunya bernama Bank Perkreditan Rakyat. Akronim BPR-nya sama, tapi singkatannya beda. Kita mendirikannya karena terinspirasi dari pendirian Bank Muamalat tahun 1992. Saya dan teman-teman senior seperti Pak Fuad Bawazir dan sebagainya sepakat untuk membuat ‘mainan’ meski tidak tahu bagaimana masa depannya.

Ini perlu karena biasanya reuni sering kali diisi dengan kumpul-kumpul, nyanyi-nyanyi, lalu bubar. Tidak ada suatu ide yang dihasilkan. Akhirnya, ide untuk mendirikan BPRS itu muncul pada tahun 1993 dan saya ditunjuk sebagai Komisaris pertama. Setelah enam tahun, saya keluar dari BPRS yang diberi nama BPRS Harta Insan Karimah, disingkat HIK.

Artinya, kita pasti jadi motor penggerak, makanya beda antara leader dan manager. Leader itu bagaimana menggerakkan orang.

Pada tahun 2022, saat saya sudah tidak jadi Ketua Dewan Kemakmuran Masjid di Masjid Darussalam (Perumahan Taman Persada Jatibening Bekasi), teman-teman saya dari Muhammadiyah datang ke rumah. Mereka meminta saya untuk masuk dalam nominasi dalam musyawarah daerah pimpinan daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bekasi.

Singkat cerita, saya dikukuhkan sebagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Bekasi pada bulan November 2023. Tidak lama setelah itu, saya juga diminta menjadi Wakil Ketua Umum MUI Kota Bekasi, yang ketuanya junior saya di Gontor. Beliau hanya meminta saya untuk tandem: beliau jadi ketua, saya jadi wali ketua.

Anda sudah malang melintang di dunia usaha, bahkan sejak muda. Jika flashback ke belakang, apa yang menyemangati Anda untuk belajar di Pondok Modern Darussalam Gontor?

Saya ingin menjadi orang yang pintar bahasa Inggris. Itu saja awalnya. Mengapa? Sejak kecil saya hidup di Muntilan, Magelang. Setiap hari saya melihat orang asing berdatangan karena ingin berwisata ke Candi Borobudur. Saya bertanya dalam hati: “Kok bisa ya mereka pintar berbahasa Inggris?” Saya juga ingin (bisa). Waktu di SMP, saya sudah bisa sedikit-sedikit bahasa Inggris karena sering mendekati turis-turis itu sambil mengajak mereka berbicara. Ayah saya mendengar itu dan mengantar saya langsung ke Gontor.

Setelah saya lihat, persaudaraan dan kerjasama di Gontor itu bagus. Pendidikan di Gontor membangun karakter saya menjadi lebih kuat. Disiplin bangun Shubuh, latihan Pramuka dan segala kegiatan membentuk karakter itu. Kalau orang bilang, karakter tidak pernah menyerah. Itu karakter santri Gontor yang asli. Tapi kalau sekarang ada alumni Gontor yang sedikit-sedikit mengeluh, itu berarti bukan orang Gontor.

Anda belajar selama 5 tahun. Apa bekal yang bisa Anda ambil dari Gontor?

Begini, saat keinginan dan cita-cita saya itu justru muncul saat saya memutuskan keluar dari Gontor. Ketika saya masuk ke UGM dan bertemu banyak orang, sikap untuk ‘harus bisa’ dan siap berkompetisi dengan para mahasiswa UGM yang lain telah mendorong saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, dari ribuan mahasiswa UGM saya yang dipanggil Pak Dekan dan selanjutnya dinobatkan sebagai mahasiswa teladan.

Saya bahkan diminta Pak Dekan untuk mendampingi dan bertindak sebagai penerjemah tim peneliti dari University of Tokyo, Jepang selama dua bulan. Kala itu, mendapatkan honor Rp6.000 per hari.

Mereka bertanya apa saja; saya yang menerjemahkan. Saya mendapat uang banyak. Terus saya menulis di koran. Saya juga aktif di diskusi-diskusi. Jadi, saya terpilih. Saya memang bukan yang terpintar, tapi mungkin yang terbaik. Sejak itu, saya harus hidup sebagai seorang teladan. Itu konsep saya: menjadi teladan dan harus selalu bermanfaat. Bahkan, saya aktif sebagai pendonor darah.

Anda aktif mendonor darah. Bagaimana kisahnya?

Alhamdulillah, berkat Ridha Allah SWT, saya masih rutin donor darah minimal setiap dua bulan. Mungkin saya sudah lebih dari 100 kali donor darah. Hanya saja, buku catatan donor saya hilang sejak di Jawa Tengah. Dulu masih manual. Karena kartunya hilang, pencatatan harus mulai dari awal.

Saya telah melakukan sekitar 92 kali donor darah, dan itu tercatat oleh petugas. Tinggal sedikit lagi mencapai 100. Saya merasa diberi kesempatan hidup oleh Allah SWT. Karena itu, harus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satunya melalui donor darah. Bagi saya, itu sangat ringan, tapi bagi orang lain, itu sangat berharga. Itu luar biasa. Donor darah itu betul-betul khairunnas anfa’uhum linnas.

Suatu hari saya masuk ke lobby di daerah Kramat. Oleh petugas, saya ditanya golongan darahnya. Setelah diminta, ternyata darah yang didonorkan akan diberikan kepada seorang anak perempuan berusia 6 tahun penderita leukimia. Coba bayangkan, apa yang bisa kita lakukan hanya dengan  donor darah secara rutin?

Saya ini hanya lulusan S1 saja. Tidak S2, S3 atau bahkan profesor. Saya benar-benar seorang profesional. Sekarang, sejak menjadi ketua PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah), saya juga aktif sebagai Badan Pengawas Harian (BPH) Institut Bisnis Muhammadiyah yang ada di Karawang. Saya juga mengelola lembaga pendidikan Al-Azhar Syifa Budi di Jati Bening. Saya juga berkhidmat dalam pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Sebagian besar sekolah dari TK, SD, SMP, SMA, SMK ingin saya benahi. Belum lagi, saya di PDM Bekasi mendapatkan penawaran untuk mengakuisisi sebuah rumah sakit di daerah Kaliabang Bekasi.

Gontor membangun karakter saya untuk tidak menyia-nyiakan peluang bagi saya pribadi ataupun orang lain. Misal, saya di Al-Azhar Syifa Budi tidak bergaji, di Muhammadiyah juga demikian. Mungkin, hanya uang transpor saja jika ada pertemuan atau semacamnya. Di HIK saya masih mendapat gaji. Saya ingin membuat sesuatu sebagai legasi untuk yang lain.

Apa pesan Anda bagi pengusaha alumni Gontor?

Mulailah segala sesuatu dengan niat, bukan semata-mata untuk keuntungan pribadi, tapi membangun bisnis agar dapat membuka lapangan kerja. Itu yang pertama. Kalau memang mau mendapat profit bikinlah usaha lain. Maka ketika mendapatkan keuntungan, berikan bonus untuk karyawan.

Sekarang karyawan HIK sudah mencapai 200 orang. Kalau misal satu keluarga dengan tiga anak, jika dikalikan dengan 200 karyawan, ada berapa? Seribu perut yang bisa kita hidupi. Artinya, kita bisa memberikan kehidupan kepada ribuan orang. Konsep-konsep itulah yang mungkin bisa mendatangkan keberkahan. Tentu yang dimaksud dengan keberkahan adalah ziyadatul khair, bertambahnya kebaikan-kebaikan. Karena akumulasi dari keberkahan kadang tidak bisa masuk nalar. []

Tags: Alumni GontorBPRS Harta Insan KarimahBukakazahrul hadiprabowo
Share9Tweet6Send
Previous Post

Wakil Ketua MPR Resmikan Gedung Rufiah Ma’had Khadijah Li Tahfizhil Qur’an Cirebon

Next Post

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

30 August 2026
Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

29 August 2026
Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

30 August 2026
Pondok Modern Al-Imtinan Putri Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Perpulangan Santriwati

Pondok Modern Al-Imtinan Putri Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Perpulangan Santriwati

29 August 2026
Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

Torehkan Prestasi, Pesantren Madinatul Qur’an Depok Sukses Cetak 121 Hafizh Qur’an

29 August 2026
Perebutkan Piala Rektor dan Hadiah Jutaan Rupiah:  INAIS Bogor Gelar Festival Hadrah dan Qasidah 2026

Perebutkan Piala Rektor dan Hadiah Jutaan Rupiah:  INAIS Bogor Gelar Festival Hadrah dan Qasidah 2026

0
IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

0
Dosen FEBI IDAQU Jadi Pemateri Webinar Internasional IFPA Bahas Perencanaan Keuangan Pernikahan Berbasis Maqashid Syariah

Dosen FEBI IDAQU Jadi Pemateri Webinar Internasional IFPA Bahas Perencanaan Keuangan Pernikahan Berbasis Maqashid Syariah

0
Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

0
Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

0
IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

IKPM Banten Gelar Silaturahmi dan Pelepasan Santriwati Gontor

1 September 2026
Dosen FEBI IDAQU Jadi Pemateri Webinar Internasional IFPA Bahas Perencanaan Keuangan Pernikahan Berbasis Maqashid Syariah

Dosen FEBI IDAQU Jadi Pemateri Webinar Internasional IFPA Bahas Perencanaan Keuangan Pernikahan Berbasis Maqashid Syariah

1 September 2026
Perebutkan Piala Rektor dan Hadiah Jutaan Rupiah:  INAIS Bogor Gelar Festival Hadrah dan Qasidah 2026

Perebutkan Piala Rektor dan Hadiah Jutaan Rupiah:  INAIS Bogor Gelar Festival Hadrah dan Qasidah 2026

31 August 2026
Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

Wakil Bupati Lebak Hadiri Panggung Gembira Spektakuler Smart Generation 627 Darel Azhar

30 August 2026
Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

Kasih Sayang Rasulullah SAW kepada Umatnya

30 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo
  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result