pesanan-majalah-edisi-khusus
32 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 16 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

Oleh Prof Dr Rusydi Sulaiman MAg, Guru Besar Pengkajian Islam IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Direktur Madani Center Bangka Belitung

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
16 August 2026
in Tafsir
0
Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

Foto: Sufi muda

قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا

Artinya: “Berkata Musa kepada Khidhir: Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu ilmu yang telah diajarkan kepadamu.” (QS Al-Kahfi: 66)

Salah satu wujud budaya atau kebudayaan (tsaqaafah) adalah wujud kelakuan (khashaaish Adabiyyah) yang hadir sebagai kompleksitas aktivitas kelakuan berpola dari manusia sebagai masyarakat. Dua hal lainnya yaitu wujud ideal (Mawaahib ‘Aqliyyah) dan wujud benda (Imkaanat Maadiyyah). Wujud kelakuan bersumber dari kalbu dan mewujud menjadi beragam istilah, yaitu: perilaku, tata krama, sopan santun, etika, akhlak, moral, kebiasaan, tradisi dan juga adab yang kesemuanya mesti melekat dalam diri manusia. Bila tidak, maka seseorang tidak disebut manusia yang sesungguhnya walaupun dua wujud lain tersebut mewarnainya. Katakanlah, adab sebagai representasi wujud kelakuan (Khashaaish Adabiyyah) belakangan ini mulai dikesampingkan, apalagi dengan derasnya pengaruh modernitas yang hanya mementingkan rasionalitas. Euforia sikap terhadap hal tersebut membuat manusia tidak memerlukan adab (akhlak) lagi. Dalam memperoleh ilmu pengetahuan sekali pun, terdapat prinsip-prinsip yang hilang sehingga sesuatu yang didapat menjadi tidak berkah. Dialog atau persentuhan Musa AS dan Khidhir AS menjadi pembelajaran bagi kita di dunia pendidikan. Maksudnya, murid harus patuh kepada guru (ada aturan tertentu) karena guru memiliki otoritas ketika ia akan membekalkan sesuatu kepada muridnya.

Dilema Pendidikan

BACA JUGA

Penegakan Hukum yang Adil: Wujudkan Keamanan dan Harmoni

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Siapkan Bekal Kehidupan Abadi Demi Gapai Ridha Ilahi

Menjaga Kesucian Hati dari Rasa Iri terhadap Nikmat Orang Lain

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Sudah sangat dimaklumi bahwa pendidikan apa pun bentuknya bertujuan melahirkan generasi berkualitas. Sejatinya, pendidikan yang sempurna merupakan proses pembentukan berupa pengaruh disentuhkan kepada anak (peserta didik) sejak dini agar berkembang tiga aspek dalam dirinya; fisik, akal dan akhlak (adab) sehingga mencapai kebahagian hidup di dunia dan akhirat. Namun, faktanya tidak juga demikian, pembekalan kognitif (transmisi ilmu pengetahuan) lebih diutamakan. Memang si anak akhirnya pintar dan cerdas, tapi sering tidak beradab dan mengalami krisis moral (dekadensi moral). Hampir pasti pembentukan sepihak tersebut tidak akan menjadikannya bijak. Ingat, “Orang pintar’ membela yang bayar, tapi orang bijak membela yang benar”. Sepertinya kata bijak tersebut tidak juga menyentuh karena materi keduniaan (Maadiyah Dunyaawiyyah) lebih menggoda dan itu sangat pragmatis. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib berbunyi: “Man izdaada ‘ilman wa lam yazdad hudan, lam yaz dad minallaahi illaa bu’dan” yang artinya: barangsiapa bertambah ilmu dan belum bertambah hidayah, maka tidak akan bertambah dari Allah kecuali jauh (dari-Nya).

Teguhkan Adab (Akhlak): Belajar dari Musa AS dan Khidhir AS

Menjadi orang yang diapresiasi bukan karena kesempurnaan fisik dan bukan semata-mata kecerdasan, melainkan karena adab (akhlak) terasa lebih penting. Ilmu yang bersumber dari akal dan adab yang bersumber dari kalbu sebaiknya sejalan (balanced) dan saling melengkapi. Predikat Ulul Albab mengindikasikan hal tersebut. Berdasarkan surat Al-Kahfi ayat 66 Allah SWT menegaskan bahwa ilmu Nabi Musa tidak setinggi Nabi Khidhir, walaupun ia merasa lebih mengetahui segalanya sehingga sulit diingatkan, disebabkan perbedaan pendapat dengan Nabi Khidhir. Akhirnya Musa AS merasakan bahwa ada sosok yang lebih tinggi dari dirinya (Al-Kahfi: 66), yaitu: “Berkata Musa kepada Khidhir: Bolehkan aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu.”

Khidhir menanggapi (Al-Kahfi: 67), yaitu: Dia (Khidhir) menjawab, “Sesungguhnya engkau tidak akan sanggup bersabar bersamaku”. (Al-Kahfi: 68), yaitu: “Bagaimana engkau akan sanggup bersabar atas sesuatu yang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentangnya.” (Al-Kahfi: 69). “Dia (Musa) berkata: Insya Allah engkau akan mendapatiku sebagai orang yang sabar dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun”. (Al-Kahfi: 70). “Dia (Khidhir) berkata: Jika engkau mengikutiku, janganlah engkau menanyakan kepadaku tentang apa pun sampai aku menerangkannya kepadamu”.

Dalam Al-Kahfi ayat 65, sebenarnya telah dijelaskan kehadiran seorang nabi yang bernama Khidhir. Menurut Prof Dr Quraish Shihab, kata ‘abdun dimaksud adalah Khidhir yang sering kali dikaitkan dengan hal-hal irasional: apakah masih hidup atau sudah wafat. “Khidhir” berarti hijau. Agaknya penamaan itu merupakan simbol keberkahan yang menyertai hamba Allah yang istimewa (Shihab, 2010: 340).

Kata “Min ‘indina” menunjukkan rahmat dari Allah, sementara kata “min ladunna” menunjukkan anugerah ilmu dari Allah. Abu al-Hasan al-Harraali menjelaskan bahwa kata yang pertama menunjukkan sesuatu yang jelas, sedangkan yang kedua menunjukkan sesuatu yang tidak tampak (Shihab, 2010: 340). Berdasarkan mukaasyafah, tidak sebatas akal (logika), dalam surat Al ’Alaq: 45, Allah berfirman: “Allah yang mengajar dengan pena. Yang mengajar manusia apa yang belum diketahuinya.”

Ibnu Su’ud menyebutnya dengan istilah “ilmu Al-Ghuyuubi”, ilmu yang hanya didapatkan oleh orang tertentu. Maka diperlukan syarat tertentu seperti sabar dan ketaatan sebagai bentuk adab (akhlak) dalam menuntut ilmu, dan perolehannya atas kehendak Allah (Ibnu Su’ud, Juz 5. tt.: 234).

Dialog tersebut menegaskan bahwa memperoleh ilmu tidaklah cukup dengan akal dalam pengertian zahir, melainkan dengan akal potensial dan penyertaan adab; etika pencari ilmu. Ketika terdapat beberapa epistemologi dalam konteks perolehan ilmu pengetahuan, maka epistemologi Irfani yang bersifat iluminatif dan intuitif lebih tinggi. Ilmu itu energi yang bersumber dari sosok berkepribadian baik dan memiliki integritas tinggi, bukan sosok sekadar melahirkan teori karena kekuatan akal, tapi ketajaman rasa (mukaasyafah).

Adab

Adab sama halnya dengan etika, mengimplikasikan sebuah kebiasaan, sebuah norma tingkah laku praktis dengan konotasi ganda: pertama, nilai tersebut dipandang terpuji; kedua, nilai tersebut diwariskan dari generasi ke generasi. Selain makna etis praktis, adab dalam perkembangannya lebih bernuansa intelektual. Adab mengandung pengertian pengetahuan, membawa pada budaya intelektual tingkat tinggi yang berimplikasi pada hubungan sosial yang berkualitas dan halus (Asari, 2006: 8283). Beradab berarti memiliki adab (civilized) atau berpendidikan (educated), terderivasi dari kata civilization (peradaban).

Istilah lain dalam bahasa Arab, disebut Tamaddun, Ta’dib dan Hadhaarah (Sulaiman, 2014: 2). Peradaban adalah bagian dari kebudayaan yang melekat padanya ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Dari beberapa adab (akhlak), terpilih adab tertentu, disebut Keterkhususan Adab (Khashaaish Adabiyyah). Menurut Nabi Khidhir, Nabi Musa harus memiliki adab tertentu, yaitu bersabar dan tawaḍhu’ dalam memperoleh ilmu. Argumen rasional memerlukan kepasrahan dan penerimaan atas apa pun yang diajarkan guru, dalam hal ini Nabi Khidhir. Adab semacam itu menurun tajam dalam diri generasi Z.

Akhir-akhir ini masyarakat selalu diusik oleh perbuatan menyimpang peserta didik di lembaga pendidikan, seperti: tawuran, bullying (perundungan), aksi melawan guru, pemukulan terhadap guru hingga memperkarakan guru kare na halhal kecil. Tidak ada lagi nuansa pendidikan di sekolah (madrasah), padahal lembaga tersebut didirikan untuk mendidik dan melahirkan genera si berkualitas.

Sekadar mengingatkan, bahwa para pendahulu telah menasihati anak cucunya agar mempertahankan nilai kearifan lokal selain mengadopsi hal-hal baru. Sudah banyak kebiasaan baik di masa lalu yang terkikis, termasuk adab terkait hubungan orang tua dan anak dan juga hubungan guru-murid. Lemahnya adab generasi muda akan berakibat pada lemahnya masa depan mereka. Sebaliknya, bila mereka baik, maka Allah menambahkan hidayah kepada mereka sebagaimana ditegaskan dalam surat Al-Kahfi ayat 13.

Menyikapi tujuan pendidikan, diperlukan upaya konkret berupa penguatan aspek-aspek tertentu dalam diri manusia, apa dan siapa pun dia, terlebih pendidik, pemerhati, dan pengelola lembaga pendidikan. Dalam hal ini, adab dan peradaban merupakan aspek paling utama untuk diperkuat sebagai pijakan etik menuju masyarakat madani, yaitu orang-orang yang beradab (civilized people) dan/atau yang berperadaban tinggi (high culture) sebagaimana berpijak pada kisah pengorbanan Musa AS dan kepribadian tinggi Khidhir AS dalam surat Al-Kahfi ayat 66. Karena itu, predikat Al-Madiinah Al-Fadhiilah haruslah dijadikan sebagai tujuan akhir pendidikan. []

Tags: AdabIlmuKhidhirMusa
ShareTweetSend
Previous Post

Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

15 August 2026
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

16 August 2026
Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

16 August 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Elite Intelektual dan Masa Depan Bangsa: Refleksi atas Taklimat Presiden

Adab Ilmu

25 January 2026
Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

0
Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

0
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

0
Penegakan Hukum yang Adil: Wujudkan Keamanan dan Harmoni

Penegakan Hukum yang Adil: Wujudkan Keamanan dan Harmoni

0
Gontor Raih Penghargaan ‘Pesantren Teladan Pajak’ dari DJP Jawa Timur

Gontor Raih Penghargaan ‘Pesantren Teladan Pajak’ dari DJP Jawa Timur

0
Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

Teguhkan Adab (Akhlak) untuk Masa Depan Pendidikan

16 August 2026
Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

Menggali Akar Integritas dalam Tradisi Keilmuan Islam

16 August 2026
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

16 August 2026
UNIDA Gontor Kerjasama Magang dengan Elcorps Bandung

UNIDA Gontor Kerjasama Magang dengan Elcorps Bandung

16 August 2026
saiful falah pemerhati pendidikan

Lima Agenda Konkret Bogor Kota Pelajar 2034

16 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔️ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔️ Kontribusi Rp1.500.000.
✔️ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.📌 Kontribusi seikhlasnya
📌 Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
📌 Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
✅ Logo Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Sosial Media (jika ada)📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result