Chittagong, Gontornews — Topan Roanu melanda pantai Bangladesh, Sabtu (21/5), menewaskan enam orang dan memaksa sekitar 500 ribu warga mengungsi. Badai terjadi disertai angin kencang dan hujan deras.
Topan dahsyat yang terjadi tengah hari waktu setempat itu berkecepatan 88 kilometer per jam.
“Topan telah melanda wilayah pesisir selatan Barisal dan Chittagong dengan kecepatan angin 62-88 kilometer per jam,” kata Omar Faruq, seorang pejabat departemen meteorologi Bangladesh, kepada AFP.
Beberapa desa di sekitar Pantai Banshkhali di Chittagong tergenang banjir setinggi 1.5 meter setelah topan terjadi.
“Ribuan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah badai menerjang desa mereka,” kata pejabat Palang Merah, Ruhul Amin, kepada AFP.
Γ’β¬ΕEnam orang tewas dan ratusan rumah rusak tertimbun lumpur di dua kabupaten bagian selatan,Γ’β¬Β kata polisi seperti dirilis Arabnews.com.
“Seorang ibu dan anak remaja tewas setelah tanah longsor mengubur rumah mereka di Sitakundu di Chittagong. Longsor itu disebabkan oleh hujan deras,” papar inspektur polisi Shah Alam.
Satu anak lain meninggal di Kota Chittagong, dua lainnya di Kota Tajmuddin di Pulau Bhola di wilayah pesisir. Sementara seorang wanita (50-an) meninggal di bawah sebuah rumah yang rata di dekat Patuakhali.
“Sejauh ini kami telah mengevakuasi lebih dari 500 ribu orang ke tempat penampungan,” kata Reaz Ahmed, kepala Departemen Manajemen Bencana Bangladesh.
Otoritas bencana telah menutup pelabuhan laut dan sungai dan memerintahkan kapal pukat ikan tidak melaut.
Sedangkan departemen meteorologi memperingatkan potensi bahaya tanah longsor di kabupaten bagian tenggara Bangladesh.
Para pejabat mengatakan, 4.000 tempat penampungan telah disiapkan di bagian selatan negara itu. [Rusdiono Mukri]






















