Teheran, Gontornews – Sesaat setelah PM Lebanon, Saad Hariri mundur, Sabtu (4/11) malam waktu Indonesia, Kementerian Luar Negeri Iran mengonfirmasi bahwa pengunduran diri Hariri merupakan bagian dari permainan Zionis.
“Pengunduran diri tiba-tiba dan pernyataan (Hariri) tidak hanya mengejutkan tapi juga disesalkan karena itu merupakan permainan yang dirancang oleh mereka yang ingin menyakiti wilayah ini,” ungkap Jurubicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi, sebagaimana dilansir Tehran Times, Sabtu (4/11).
Dalam rilis resminya, Iran menganggap pernyataan Hariri bahwa Iran kalah di Dunia Arab adalah hal yang tidak berdasar. Iran juga menuduh bahwa pernyataan Hariri merupakan pernyataan yang sering dilontarkan oleh musuh-musuh Iran yaitu Zionis, Saudi dan Amerika Serikat.
Kemenlu Iran juga menyatakan bahwa pemenang dalam permainan ini adalah Zionis yang kerap menyebabkan ketegangan negara-negara Muslim di kawasan Arab.
“Dalam situasi ketika kita mendekati akhir Daesh (ISIS) dan petualangan kelompok teroris di beberapa negara, usaha yang perlu dilakukan adalah atmosfer yang menenangkan sebagai kompensasi atas kerusakan yang disebabkan teroris yang dipelihara Amerika dan sekutu mereka. Mereka berusaha untuk merekonstruksi negara-negara yang hancur akibat peperangan.”
“Iran selalu mengupayakan pelestarian perdamaian dan stabilitas di negara-negara regional yang telah menetapkan kepentingannya dalam perdamaian, stabilitas dan kemakmuran ekonomi di negara tetangga dan regional.”
“Itulah sebabnya, Iran telah menempatkan perjuangan melawan ketidakamanan, ketidakstabilan dari kelompok ekstrem dan teroris lewat kebijakan regional yang berkontribusi pada perdamaian bagi semua negara,” pungkas Qassemi. [Mohamad Deny Irawan]




















