Jakarta, Gontornews—Direktur Eksekutif LAZ Al Azhar Sigit Iko Sugondo mengatakan LAZ Al Azhar sebagai lembaga zakat melalui program pemberdayaan masyarakat lewat Rumah Gemilang Indonesia (RGI) telah mengentaskan 1.700 generasi produktif dari pengangguran.
Selain itu melalui program pemberdayaan ekonomi keluarga Sejuta Berdaya dengan 18 KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) di 11 propinsi di Indonesia LAZ Al Azhar juga telah membebaskan hingga 6.500 jiwa dari jeratan riba.
Menurut Sigit, dalam melakukan program pemberdayaan, LAZ Al Azhar sedang melakukan kegiatan agama. “Saat ini banyak yang berpendapat dakwah itu identik dengan ta’lim, tabligh akbar dll. Namun sebenarnya ada dakwah yang sifatnya ucapan, teladan, dan tindakan, yaitu dengan pemberdayaan masyarakat”, jelasnya dalam Seminar Nasional “Dakwah Transformatif : Pemberdayaan Masyarakat Melalui Manajemen Institusi Dakwah” yang diselenggarakan di UIN Jakarta (31/10) kemarin.
Lanjut Sigit menjelaskan indikator dakwah terbagi menjadi tiga, yaitu kognitif tahap di mana masyarakat sudah mengetahui, kedua afektif tahap di mana masyarakat sudah memahami dan ketiga psikomotorik tahap dimana masyarakat melakukan tindakan. Kognitif misalnya masyarakat sudah mengetahui bahwa membayar zakat adalah kewajiban bagi umat muslim.
Sedangkan afektif misalnya masyarakat sudah memahami bahwa membayar zakat adalah kewajiban bagi ummat muslim. Dan psikomotorik merupakan tahap dimana masyarakat sudah membayar zakat karena sudah tahu dan paham bahwa membayar zakat adalah kewajiban bagi umat muslim. [Muhammad Khaerul Muttaqien]





















