Jakarta, Gontornews – Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof Kamarudin Amin, menjelaskan Indonesia bisa menjadi kiblat baru studi Islam tingkat dunia. Kamarudin menjelaskan, selama ini, Barat dan Timur Tengah jadi kiblat studi Islam.
“Kita ingin menunjukkan kepada dunia internasional bahwa sesungguhnya Indonesia ini adalah destinasi studi Islam yang mempunyai kekhasan dan juga mempunyai ekselensi yang tidak kalah dengan studi Islam di Barat atau di Timur Tengah,” ungkap Kamarudin saat menyampaikan konferensi pers pelaksanaan International Islamic Education Expo di Kantor Kemenag, Jakarta, Rabu (15/11).
Indonesia, sebut Kamarudin, memiliki kekhasan serta keistimewaan yang tidak dimiliki penyelenggara kajian keislaman baik di Barat maupun Timur Tengah.
“Sesungguhnya kita mempunyai cita-cita, mempunyai target, mempunyai visi untuk menarik para pengkaji Islam baik dari Timur Tengah, Afrika, Asia Selatan dan Asia Tenggara untuk belajar Islam ke Indonesia,” ujarnya.
Kamarudin mencontohkan banyaknya mahasiswa asing yang belajar Islam di sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia.
“Kita mempunyai mahasiswa (asing) di Malang, Riau, Medan, Jambi, dan Jakarta . Sudah banyak orang asing yang belajar Islam di sana (PTKIN).”
“Kita mempunya visi menjadikan Indonesia sebagai destinasi studi Islam dan pusat peradaban dunia di masa mendatang,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]


















