Tangerang Selatan, Gontornews — Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Edy Setiadi menyebutkan, aset keuangan syariah hingga Mei 2016 sebesar Rp 3.952,1 triliun. Aset ini terdiri atas aset perbankan syariah yang mencapai Rp 297,9 triliun, industri keuangan non bank (IKNB) syariah Rp 74,8 triliun, dan pasar modal syariah Rp 3.579,4 triliun (data per Juli 2016).
“Peranan keuangan syariah dalam berbagai sektor ekonomi juga terus meningkat, antara lain melalui pendanaan APBN, proyek-proyek swasta, dan UMKM,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (5/8).
Meningkatnya peranan keuangan syariah, ujar Edy, juga terlihat dari peningkatan rasio aset keuangan syariah terhadap GDP. Total aset keuangan syariah dibandingkan GDP Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.
“Tahun 2011 total aset keuangan syariah hanya mencapai 30,4 persen dari GDP. Nilai tersebut meningkat menjadi 40,3 persen pada tahun 2015,” ungkapnya.
Sedangkan data OJK, aset pasar modal syariah per Juli 2016 terdiri atas saham syariah Rp 3.172 triliun, sukuk korporasi Rp 11,11 triliun, sukuk negara Rp 386,17 triliun, dan reksa dana syariah Rp 9,92 triliun.
Sementara itu, aset IKNB syariah yang sebesar Rp 74,8 triliun ini terdiri atas aset perusahaan asuransi syariah Rp 29,83 triliun, perusahaan pembiayaan syariah Rp 27,51 triliun, perusahaan modal ventura syariah Rp 469 miliar, PT Pegadaian (Persero) Rp 4,1 triliun, dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Rp 12,21 triliun.
Sementara aset perbankan syariah hingga Mei 2016 mencapai Rp 297,9 triliun atau tumbuh 9,38 persen dibanding posisi yang sama tahun lalu. Jumlah jaringan kantor bank syariah dan unit syariah mencapai 2.191 kantor dengan total Dana Pihak Ketiga Rp 238,37 triliun dan total pembiayaan Rp 217,86 triliun.
Edy mengatakan, OJK bersama dengan industri keuangan syariah melaksanakan salah satu program unggulannya dalam bentuk “Keuangan Syariah Fair (KSF)”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan awareness, pemahaman dan utilitas masyarakat terhadap produk keuangan syariah dengan target peningkatan jumlah konsumen/investor produk keuangan syariah dan peningkatan pemahaman masyarakat tentang produk dan jasa keuangan syariah.
KSF akan digelar enam kali di berbagai kota di Indonesia, di antaranya di Summarecon Mall Serpong, Tangerang Selatan, 4-7 Agustus 2016 yang merupakan KSF ke-3 di tahun 2016. [Ahmad Muhajir/Rus]


















