Manila, Gontornews — Pimpinan Wilayah Otonomi Muslim di Mindanao Gubernur Mujiv Hataman berencana akan melaporkan para pejabat dari Urdaneta yang menyerukan pengusiran umat Islam dari Provinsi Pangasinan, Filipina.
“Semoga ini tidak benar, karena ini adalah tindakan diskriminasi,” ucap Hataman seperti dikutip interaksyon, Selasa (9/8) waktu setempat.
Hataman mengaku terkejut dengan adanya wacana Walikota Urdaneta, Amadeo Gregorio Perez IV di manilatimes terkait hal tersebut. Laporan Times mengatakan, Perez ingin dalam waktu tiga minggu dewan kota memberlakukan suatu peraturan yang mendesak menghentikan masuknya Muslim ke wilayahnya.
Laporan itu mengatakan Perez mengutip sebuah laporan dari Drug Enforcement Agency Filipina (DEAF), bahwa diduga setidaknya 84 persen dari 5.000 warga Muslim di sini menjajakan narkoba. Laporan tersebut juga memaparkan mereka yang mulai terlibat kejahatan narkoba berusia di atas 12 tahun.
Laporan ini juga mengidentifikasi adanya desa narkoba, tempat umat Islam berada. Sementara itu, Komisi Nasional Muslim Filipina mengatakan pihaknya telah memverifikasi laporan yang diterbitkan di Manila Times tersebut.
Menurut Hataman, tak pernah terpikirkan olehnya ada pejabat pemerintah daerah yang suka mengambil tindakan berdasarkan prasangka buruk, bukan bukti nyata. Pernyataan tersebut, menurutnya akan mencabut rasa kekeluargaan sesama warga, dan tidak mengatasi akar kriminalitas di sana.
Hataman mengutuk tindakan ceroboh yang jelas berprasangka terhadap saudara Muslim. Selain melanggar hak asasi manusia, tindakan tersebut juga melanggar konstitusi yang melindungi setiap warga negara untuk hidup bebas mengamalkan agama di Filipina.
Meskipun Hataman juga mengakui perlu upaya pemerintah untuk membasmi narkoba, namun ia tak membenarkan penyalahgunaan kekuasaan yang melampaui aturan hukum di negaranya. “Belum lagi batas-batas akal dan akal sehat, terutama ketika itu mengarah pelanggaran hak asasi manusia,” pungkasnya.
Untuk itu pihaknya akan mengundang pejabat Urdaneta untuk berdialog dan memastikan bahwa saudara-saudara Muslim tidak akan diperlakukan seperti penjahat hanya karena iman mereka. Pada saat yang sama, Hataman juga menyerukan semua pemimpin Muslim untuk berani melapor ketika hak-hak mereka dilanggar dan berdiri bersama-sama untuk menghadapi penindasan.
Pada saat yang sama, pemerintah Filipina belakangan ini memang tengah gencar-gencarnya perang terhadap narkoba dan membasmi jaringan obat-obatan terlarang di Filipina. Presiden Filipina Rodrigo Duterte bahkan mengaku tak gentar menghadapi pengadilan PBB atas keputusannya menghabisi para gembong dan pengguna narkoba di negaranya. [Ahmad Muhajir/Rus]






















