Istanbul, Gontornews – Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan mengatakan, Sabtu (9/12), keputusan Amerika Serikat tentang Yerusalem bertentangan dengan hukum internasional dan fakta regional.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Rabu (6/12), mengumumkan kebijakan negerinya yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel. Ia tidak menggubris peringatan dari seluruh dunia yang menyebutkan kebijakan itu akan meningkatkan perselisihan antara Israel dan Palestina.
“Tugas pemimpin dunia untuk menciptakan perdamaian, bukan untuk menciptakan konflik,” kata Erdogan dalam acara penutupan Pekan Inovasi dan Kewirausahaan Eksportir Turki.
“Israel adalah negara penjajah, dan polisi mereka menembak pemuda dan anak-anak … Mereka menyerang Gaza dengan pesawat F-16. Mereka menyerang Palestina,” tambah Erdogan seperti dikutip hurriyetdailynews.com.
Presiden Turki itu juga menyoroti pentingnya stabilitas negaranya. “Jika Turki melemah, Palestina, Yerusalem, Suriah dan Irak akan kehilangan harapan.” [Rusdiono Mukri]


















