Jakarta, Gontornews — Pemerintah berencana mengubah status Batam dari Kawasan Perdagangan Bebas atau Free Trade Zone (FTZ) menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Ini karena perkembangan FTZ Batam dinilai tidak sesuai harapan. Demikian kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam siaran persnya, Kamis (18/8).
“FTZ Batam sudah tidak kompetitif lagi. Jika terus dipertahankan akan kalah dengan negara lainnya. Rencananya kita akan mentrasformasikan FTZ ini menjadi KEK,” kata Menko Perekonomian Darmin Nasution.
Perubahan menjadi KEK Batam nantinya akan melalui tahap transisi. Masa transisi ini diharapkan selesai dalam waktu tiga tahun termasuk di dalamnya pemerintah akan mengganti kelembagaan dari FTZ Batam menjadi KEK Batam. “Dalam masa transisi kita akan buat desain (kelembagaan) seperti Dewan Nasional KEK, Dewan Kawasan FTZ Batam berubah menjadi Dewan Kawasan KEK serta BP Batam sebagai Badan Usaha Pengelola KEK sekaligus administrator,” lanjut Darmin.
Menurutnya, selama ini daya saing Batam dinilai makin menurun dan tidak mampu mengimbangi kawasan sejenis di Malaysia dan Singapura. Transformasi menjadi KEK dimaksudkan agar Batam mampu menghadapi era pasar bebas, semacam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
“Kalau mau Batam benar-benar bersaing dengan Malaysia dan Singapura, kita seyogianya harus maju selangkah lagi. Kita sadar FTZ ini tidak bisa dipertahankan lama-lama,” tandas Darmin. [Muhammad Khaerul Muttaqien/Rus]


















