Jakarta, Gontornews — Wanita dengan riwayat keluarga pernah mengalami kanker payudara mempunyai risiko dua kali lebih besar untuk terjadinya kanker payudara dibandingkan dengan wanita tanpa riwayat keluarga kanker payudara. Demikian dikatakan Sekretaris Badan Litbangkes Ria Soekarno.
Gen yang berhubungan dengan perkembangan kanker payudara yang diturunkan ini adalah BRCA1 dan BRCA2. “Kerusakan pada gen ini dapat meningkatkan risiko wanita terkena kanker payudara sampai 85 persen,” papar Ria sebagaimana dirilis situs depkes.go.id.
Dari sekian banyak jenis kanker, baik pada laki-laki maupun perempuan, jenis kanker yang dapat dicegah di antaranya adalah kanker payudara dan serviks. Kanker payudara dapat dideteksi dengan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) atau pemeriksaan payudara klinis (SADALNIS) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih.
Sedangkan kanker serviks dapat dideteksi dengan pemeriksaan pap smear dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) serta dapat dicegah dengan vaksinasi HPV (Human Pappiloma Virus).
Ira juga menjelaskan, insiden kanker payudara meningkat seiring dengan bertambahnya umur. Jarang terjadi pada umur kurang dari 30 tahun, kecuali pada kasus yang berhubungan dengan faktor familial. [Rusdiono Mukri]

















