Jakarta, Gontornews – Bulan ini Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan RI akan mengadakan riset penyakit tidak menular khusus tumor payudara dan serviks. Riset nasional berbasis komunitas ini menyediakan layanan pemeriksaan gen penanda kanker (BRCA1 dan 2).
Sekretaris Badan Litbangkes Ria Soekarno menyebutkan, pemeriksaan ini merupakan pelengkap dari pemeriksaan payudara klinis (SADALNIS), Inveksi Asam Asetat (IVA) dan usap serviks yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih.
Responden riset meliputi 70 ribu perempuan urban berusia 25-64 tahun di 34 provinsi di Indonesia.
Ria mengatakan, penyakit kanker payudara dan serviks adalah salah satu penyakit tidak menular utama yang dapat dicegah dengan deteksi dini dan pengendalian faktor risiko.
“Pengendalian kanker saat ini sudah mulai dikembangkan ke arah faktor genetic,” paparnya dirilis situs depkes.go.id.
Salah satu penanda (marker) genetik yang sudah diidentifikasi adalah breast cancer suspectibility gene 1 dan 2 (BRCA1 dan BRCA2) yang dikembangkan sebagai kemoprofilaksis yaitu pemberian kemoterapi pada orang yang mempunyai BRCA positif untuk tujuan pencegahan kanker. “Di Indonesia data mengenai BRCA pada perempuan belum banyak tersedia serta belum banyak diperiksa,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemeriksaan BRCA 1 dan 2 dilakukan pada responden dengan pemeriksaan payudara klinis (SADALNIS) positif dan atau SADALNIS negatif namun memiliki riwayat kanker ovarium dan payudara pada diri atau anggota keluarga lain (genetik).
Responden yang terindikasi itu kemudian diambil darah venanya sebanyak 9 ml untuk diperiksa di laboratorium Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Badan Litbang Kesehatan di tahun berikutnya.
“Genetik merupakan karakteristik individu yang merupakan variabel yang tidak dapat dimodifikasi selain umur dan etnik,” terang Ria. [Rusdiono Mukri]

















