Yogyakarta, Gontornews — Pagi hari sekitar pukul 6.30 pagi para santri putri menuju ke gedung sekolah Sma dan Smp IT Pondok Pesantren Baitussalam. Semua santri putri nampak asyik dan riang menuju sekokah. Di sana mereka tidak masuk ke kelas untuk mendapatkan pelajaran, melainkan mulai progam bahasa harian.
Kegiatan ini berlangsung setiap harinya dengan 2 bahasa resmi, arab dan inggris disertai kakak kelas 5 dan 3 sebagai mudabbir lughoh. Kegiatan ini berlangsung antara 15-20 menit dengan menggunakan metode praktek langsung. Para santri putri diajarkan agar terus mencoba untuk selalu berbahasa resmi, walaupun salah dan malu harus terus dicoba, karena bahasa itu praktek bukan hanya sekdar ditulis atau dihafal.
Kegiatan harian ini mencangkup semua kelas dari 1 sampai 6 juga ustadzah sebagai pengontrol jalanya progam bahasa. Pada kegiatan tersebut para santri membekali diri dengan buku kosa kata bahasa dan juga papan tulis kecil untuk menulis kosa kata baru.
Alhamdulillah progam bahasa santri putri berkembang lebih pesat dan bagus dari santri putra. Santri putri lebih mudah dalam hal pembiasaan dan menaati peraturan bahasa dari pada santri putra. Harapan kedepan santri putra dan putri lebih bisa meningkatkan bahasa mereka, karena bahasa itu penting dan hanya orang-orang yang penting yang tau akan kepentingan.[Idham Ocha]

















