Ankara, Gontornews — Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan, pihak berwenang Turki tidak dalam posisi untuk memverifikasi apakah anak pembom bunuh diri bertanggung jawab untuk ledakan yang menewaskan sedikitnya 54 orang pada hari Sabtu. Pernyataan ini berlawanan dengan pernyataan sebelumnya oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.
“Kami tidak dalam posisi untuk memverifikasi apa-apa tentang siapa pelaku itu – apakah itu anak, orang dewasa, atau organisasi,” kata Yildrim kepada wartawan di Ankara, Senin (22/8), mengacu pada serangan bunuh diri di sebuah pesta pernikahan di Kota Gaziantep.
“Kami tidak memiliki petunjuk tentang siapa pelaku di balik serangan itu,” tambahnya. “Informasi awal tentang siapa yang melakukan serangan, apa nama organisasinya, itu semua tidak benar,” katanya seperti dikutip Al Jazeera, Selasa (23/8).
Erdogan mengatakan pada hari Minggu, anak pembom bunuh diri berusia 12 – 14 tahun bertanggung jawab atas serangan itu. Ia juga menuduh ISIS atau Daesh sebagai pelaku pengeboman di Gaziantep itu.
Sejauh ini belum diketahui apakah ada bukti baru sehingga Yildirim ‘meralat’ pernyataan Erdogan sebelumnya.
Sebelumnya pada hari Senin, harian Turki Hurriyet, mengutip pejabat keamanan yang memeriksa rekaman CCTV dari lokasi kejadian, anak yang diduga pelaku pembom bunuh diri didampingi oleh dua orang dewasa ke tempat pernikahan.
“Dua orang dewasa itu kemudian melarikan diri dengan kendaraan sebelum ledakan,” Hurriyet melaporkan.
Seorang pejabat keamanan Turki mengatakan kepada kantor berita Reuters, Senin, mereka sedang menyelidiki kemungkinan orang dewasa menempatkan bahan peledak pada anak tanpa sepengetahuannya, dan meledakkannya dari jarak jauh. Atau, seorang anak cacat mental telah ditipu membawa perangkat peledak itu. [Rusdiono Mukri]



















