Ponorogo, Gontornews — Pengasuh Pesantren al-Hikam Malang dan Depok KH Hasyim Muzadi mengaku miris terhadap gerakan sekulerisme yang merusak tatanan dasar Islam, menguasai media dan mempengaruhi opini publik. Di antaranya munculnya kasus LGBT yang menuntut pengakuan perkawinan sejenis di Indonesia dengan berlindung di balik HAM.
“Kita diserang orang tapi tidak bisa memberikan mujadalah bil ihsan. Dan diperlihatkan seakan-akan Islam tidak menghargai anak, perempuan dan sebagainya,” tuturnya dalam acara Silaturahim dan Seminar Nasional “Pendidikan Mu’alimin dalam Sistem Pendidikan Nasional” dalam rangka Peringatan 90 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Gedung BPPM Gontor, Kamis (1 /9).
Alumnus Gontor tahun 1962 ini mengaku pernah berkeliling dunia untuk mencari sumber penyerangan tersebut. Diketahui bahwa sumber penyerangan itu Amerika Serikat, Jenewa (Swis), Den Haag (Belanda), Prancis, dan beberapa negara lainnya.
“Negara-negara ini menyerang dengan persiapan argumentasi serta dana yang lengkap,” ujarnya.
Misalnya untuk membongkar Syariah bagaimana menggugurkan kandungan itu sah, kawin sejenis boleh, semua ada kursusnya. Penggiringan mereka, sangat luar biasa seolah-olah secara rasional sah dan bisa diterima, didukung penguasaan media massa yang kuat dan biaya yang besar.
Fakta ini bukan satu perang biasa tapi ghazul fikri, bagaimana seorang Muslim bisa saling bunuh hanya karena fanatisme golongan. Serangan ini, menurut Kiai Hasyim harus dijawab dengan mujadalah billati hiya ahsan dengan serangan balik yang sebanding.
“Bagaimana mujadalah billati hiya ahsan dan serangan balik yang sebanding oleh mereka. Kalau tidak segera dibendung, kita di belakang hari bisa kehilangan anak dan generasi tanpa disadari orang lain,” Kiai Hasyim mengingatkan.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden ini yakin tugas ini bisa dilakukan oleh Gontor yang sudah berusia 90 tahun dengan kiprah alumninya di bidangnya masing-masing. Tentunya dilakukan oleh alumni yang masih punya rasa iba pada umat Rasul SAW.
“Saya yakin kalau gerakan ini dimulai dari Gontor pasti bisa karena yang dibutuhkan orang yang khawariyun dalam al-Qur’an,” terang Kiai Hasyim yang disambut antusiasme ratusan alumni yang menyimak pemaparan tersebut. [Ahmad Muhajir/Rus]



















