Jakarta, Gontornews–Nurhadi dinobatkan sebagai tokoh pemuda di KTM Rawa Pitu. Dalam dirinya melekat semangat bagaimana mengajak para pemuda khususnya di Rawa Pitu, Tulangbawang, Lampung, untuk bahu membahu membangun kawasan transmigrasi agar menjadi kawasan yang maju. Apalagi daerah ini didukung Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk diterapkan program Kota Terpadu Mandiri (KTM).
Program transformasi desa menjadi kota bukan berarti menyulap desa menjadi kota tapi membawa akses yang ada di kota seperti bank, lembaga keuangan, pasar, infrastruktur dan alat produksi yang modern sehingga di desa nuansanya kota.
Pemerintah melalui program KTM telah membangun pasar induk yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat, serta menyediakan alat pengolahan padi terintegrasi yang canggih dengan kapasitas mencapai 3 ton per jam.
KTM Rawa Pitu memiliki produk unggul di bidang pangan karena wilayahnya rendah dan pasang surutnya normal sehingga untuk tanaman padi lebih baik dibanding daerah lain. KTM Rawa Pitu memiliki lahan sekitar 17.000 Ha untuk lahan padi. Selama ini setahun bisa panen 2 kali yang kedepan akan dicoba 3 kali masa panen. Dengan meningkatkan hasil panen pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian masyarakat.
βDisini ada air dari rawa yang dialirkan wilayah pertanian sehingga ketika di daerah lain mengalami kekeringan di daerah kita panen raya. Demikian juga ketika musim kemarau justru menjadi masa paling bagus hasil panenya,β tuturnya.
Di KTM Rawa Pitu Nurhadi menjadi penggerak dan membuka pengetahuan pemuda untuk meningkatkan produktifitasnya. Sebab kebanyakan anak-anak setelah sekolah inginya keluar daerah untuk kerja. Disinilah Nurhadi selalu mengarahkan supaya mereka bisa kuliah. Faktor ekonomi yang selama selama ini menjadi kendala kuliah disiasatinya dengan mengadakan pelatihan menanam jamur yang hasilnya untuk kuliah.
βApalagi ada lahan luas sehingga budidaya jamur cukup berpotensi dan menjanjikan,β akunya.
Selain itu Nurhadi juga membuka KJKS Citra Gemilang Sejahtera. Karyawanya juga pemuda yang gajinya untuk kuliah. Memang berat untuk memulai perjuangan di daerah yang masih jauh dari kemajuan. Selain namanya baru, banyak berita buruk tentang koperas di masyarakat. Tapi dengan ketekunan dan kerja keras KJKS CGS memiliki 1.500 anggota dengan omset sekitar 3 miliyar.
Beberapa produk yang ditawarkan adalah pembiayaan syariah, simpanan pelajar cerdas, simpanan hari pernikahan, simpanan hari raya dan simpanan kurban masyarakat (sikurma). Untuk mendukung kegiatan pemberdayaan di masyarakat dengan berbagai kegiatan dan bidang, Nurhadi selalu semangat mengikutu pelatihan dengan harapan bisa diterapkan di daerahnya.
Atas dorongan itulah Nurhadi pernah sampai ke Jogjakarta untuk mengikuti pelatihan koperasi dan usaha. Semua upaya ini dilakukan untuk menambah wawasannya tentang koperasi dan usaha kecil menengah.
Alhasil, KTM Rawa Pitu memiliki produk unggulan dibidang pertanian yaitu Beras Hitam. Beras jenis ini memiliki kadar gula yang rendah sehingga selain untuk bahan makanan, beras ini juga memiliki khasiat menyembuhkan penyakit diabetes. βProduk pertanian ini bisa menjadi salah satu alternatif pengobatan penyakit diabetes,β papar.
Indonesia memang membutuhkan lebih banyak lagi, sosok penggerak desa bermental wirausaha seperti Nurhadi. Selain mendorong kemandirian warga desa, ide dan gagasannya akan mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya mempercepat pembangunan nasional. βKami ingin selalu berinovasi kalau ada daerah yang sudah berhasil membuatnya,β tandasnya.
Untuk diketahui, Nurhadi sendiri lahir dari orangtua asal Jogjakarta, yang dulunya pernah ikut program transmigrasi ke Pulau Sumatra. Dari tempaan kehidupan yang serba sulit itulah muncul jiwa kemandiriannya. [Ahmad Muhajir/DJ]





















