Mekkah, Gontornews β Para muqimin (penduduk non Saudi) alumni Gontor dan ratusan alumni lainnya yang sedang berhaji gelar acara tasyakuran 90 tahun pondok modern Darussalam Gontor (PMDG) di pelataran Masjid bin Baz, Aziziah-Mekkah, rabu (7/9).
Acara lanjutan pasca sujud syukur bersama di masjidiharam pada senin (5/9) kemarin ini digelar dengan maksud mempererat silaturahim antar alumni seperti halnya reuni akbar alumni di PMDG sabtu (3/9) lalu yang dihadiri belasan ribu alumni Gontor dari seluruh Indonesia.
Dalam acara yang berlangsung tepat shalat isya tersebut, Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama Republik Indonesia juga berkenan hadir untuk memeriahkan suasana. Tidak hanya Lukman, anggota DPR komisi IX, Anshory Siregar dan Sunandar Ibnu Noer juga terlihat hadir dalam pertemuan tersebut.
βSetelah kemarin hadir di acara temu alumni dalam rangka tasyakuran 90 tahun Pondok di Gontor, Alhamdulillah, saya juga bisa hadir di acara yang sama di Mekkah, terimakasih untuk semua alumni yang telah mensukseskan acara ini,β ungkap putra mantan menteri Agama, Saifuddin Zuhri, tersebut
Selain manteri Agama, Kepala Staff Tekhnis Urusan Haji (TUH) di Jeddah, Ahmad Dumyati Bashori juga hadir dan berkenan untuk berbagi pengalamannya selama di Gontor.
βSaat di Gontor dulu saya proletar (istilah santri yang tidak aktif di organisasi). Alhamdulillah, sekarang dipercaya untuk melayani para haji, tamu Allah,β kata alumnus 1989 tersebut.
Kehadiran Menteri Agama dalam pertemuan tersebut juga sekaligus menjadi ajang tabayun tentang isu LGBT yang mendera dirinya. Menurut Lukman, penghargaan yang diberikan kepada salah satu aktifis LGBT pada sebuah acara telah dipelintir oleh sebagian pihak.
βSaat itu, sebagai seorang muslim, saya berempati dan berusaha mencari solusi terbaik untuk korban LGBT dengan cara mengulurkan tangan untuk keluar dari situasi dan kondisi tersebut. Namun kemudian banyak kalangan memelintir, seolah saya setuju dengan perilaku LGBT,β jelas politis Partai Persatuan Pembangunan tersebut.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan pembacaan doa dan ramah tamah bagi seluruh tamu yang hadir.
βMenteri dan semua alumni tampak khusyuβ menikmati kebersamaan tajammu alumni Gontor yang ketika berkumpul, sudah tidak ada lagi batasan status sosial, semua melebur dalam ukhwah gontorian (jalinan persaudaraan sesama alumni Gontor),β ungkap Nordin Hidayat, kontributor Gontornews di Jeddah.
βTidak lupa, setiap angkatan berpoto bersama dengan sang menteri, untuk mengabadikan acara peringatan 90 tahun Gontor, yang baru pertama kali dalam sejarah, di kota suci Mekkah,β pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]

















