Jakarta, Gontornews—-Syamsul Herry Johnson, alumni Gontor 1975 ini pernah lama aktif di Dewan Pembina Yayasan Koperasi Indonesia IKOPIN Bandung. Pekerjaannya sebagai pimpinan cabang, direktur, manager di berbagai perusahaan pernah digelutinya. Namun, jauh sebelum itu Johnson mengawali kariernya sebagai administrator, buyer, interpreter di Intra Kingdom Microwave Project (Western Electric Company USA) yang berada di Saudi Arabia (1979-1980). Itu pun untuk mengisi kekosongan karena kuliah diliburkan untuk penyesuaian tahun ajaran saat menteri dijabat Bapak Daoed Joesoep.
Selesai studi di Brawijaya, Johnson mengadu nasib ke Jakarta dan menjadi Asisten Manager Marketing dan Kredit di PT Sejahtera MBF Leasing di Jakarta (1986-1989), Pimpinan Cabang untuk wilayah Timur Indonesia di Surabaya (1989-1990), dan Senior Marketing Executive di PT Sejahtera MBF Leasing di Jakarta (1990-1991).
Tak hanya itu, Johnson bahkan sempat didapuk sebagai Corporate Secretary PT Nusantara Ragawisata, sebuah perusahaan milik keluarga cendana (1993-1994), General Manager (1994-2006) di PT Gabungan Koperasi Batik Indonesia Investment (PT. GKBI Investment). “Saya menilai GKBI itu salah satu pendirinya Mbah Haji Djadjuli Ponorogo Tokoh Muhammadiyah dan Pak H. Djunaid Pekalongan salah satu pendiri Kospin Jasa Pekalongan. Dan pesan mbah saya juga agar tidak lupa dengan koperasi,”kenangnya.
Meski deretan jabatan mentereng pernah dilakoninya, hari-harinya tidak lupa memikirkan koperasi. Karenanya Johnson pilih aktif di Dewan Koperasi Indonesia Pusat (1996-1999), Dewan Pembina Yayasan Institute Koperasi Indonesia IKOPIN Bandung (2004-2006), dan sampai sekarang masih duduk sebagai Dewan Pimpinan Paripurna DEKOPIN Pusat. “Kenapa saya masih memikirkan koperasi? Itu karena wejangan, wasiat dan arahan Pak Zar dan Mbah saya. Satu ketika, Mbah Djadjuli datang ke Gontor dan ngobrol dengan Pak Zar. Beliau adalah teman akrab KH Imam Zarkasyi. Pada waktu itu ada yang memanggil saya disuruh ke rumah pak Zar,” kenang pria kelahiran Ponorogo 10 Juni 1956.
Kala itu Johnson mengira hendak dihukum. Sampai di rumahnya, Pak Zar dan Mbah Djadjuli sedang ngobrol. Dari pembicaraan beliau berdua rupanya intinya itu agar saya kelak mau memikirkan koperasi. “Koperasi dan GKBI tak serahkan ke kamu. Kamu jangan jadi pegawai negeri ya Son,” ujar Johnson menirukan pesan kakeknya dan Pak Zar.
“Alhamdulillah di usia senja saya, telah berdiri dari dan oleh para alumni sebuah koperasi yang bernama koperasi Kosagon Indonesia Sejahtera yang berlevel nasional dan telah mendapatkan pengesahan dari Kemenkop RI. Mohon do’a restu dan dukungan dari semua pihak serta semoga bermanfaat untuk ummat dan kita semuanya. Aamiiin,”pungkas Johnson. [Muhammad Khaerul Muttaqien]




















