Jakarta, Gontornews — Wajahnya selalu tampak ceria, sesuai dengan sematan nama yang ada pada dirinya, Cheriatna. Tak heran jika nama bisnis yang ia kelola sejak tahun 2012 ini berhubungan dengan suasana kebahagiaan dan keceriaan, yaitu Cheria Halal Holiday Travel, perusahaan yang mengusung layanan wisata halal domestik dan mancanegara. Berikut kisahnya:
Kisah cerita Cheriatna membangun Cheria Halal Holiday ini hanya bermodal lulus di bangku SMA. Namun semangat untuk bisa pergi ke mancanegara dengan biaya gratis akhirnya menemukan peluangnya di bisnis travel ini.
Sejak SMP, ia suka jualan dan jalan-jalan, ia sudah mandiri dengan jualan koran keliling di kawasan Rempoa Ciputat. Bahkan, saat masih bujang berani pergi merantau ke Jepang untuk menimba pengalaman dan belajar ilmu di negeri Jepang tahun 1998.
Bukan hanya itu, ia berani mengambil Langkah di dunia digital marketing meski ia tak memeliki background dunia Information Technology (IT) dan travel. Kemampuannya yang bisa menulis ia tuangkan di banyak sosial media.
Setelah dari Jepang itulah, Cheriatna semakin penasaran dengan pesona dunia yang penuh warna. Itulah sebabnya, ia akhirnya kenal dengan negeri-negeri lainnya seperti Singapore, Malaysia dan Cina. Pengalaman tersebut dilakukannya secara gratis dan di saat belum punya travel dan belum punya bisnis sendiri.
Akhirnya setelah melalang buana di belahan dunia menjadi agen, bersama sang istri Farida Ningsih akhirnya berani memulai usaha travel Bernama Cheria Halal Holiday, mengusung konsep wisata halal mancanegara dan domestik.
Menurut Cheriatna, mengusung wisata halal bukan tanpa alasan, karena Indonesia berpenduduk mayoritas Muslim tentunya saat bepergian di negara yang Muslim minoritas tetap bisa terjaga kehalalan menu yang dikonsumsi dan kemudahan dalam ibadah.
Cheriatna menjelaskan, keunggulan wisata halal adalah pada kenyamanan wisatawan dalam beribadah. Kemudahan wisatawan Muslim untuk menemukan masjid yang bersih untuk para traveller. “Ketika wisatawan Muslim dapat menunaikan ibadah shalat dengan nyaman, mereka akan lebih senang dalam berwisata,” katanya.
Selain itu, kehalalan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Ini menjadi ciri khas wisata halal, dalam menyediakan layanan kuliner halal. Pelayanan bisa berupa penyediaan rumah makan atau restoran dengan menu halal. Karena di tempat-tempat wisata yang mayoritas penduduknya non-Muslim sulit mencari makanan dan minuman yang terjamin kehalalannya.
Dalam memasarkan produknya, Cheriatna banyak menggunakan strategi digital marketing. Karenanya tak heran jika googling dengan kata kunci wisata halal tour and travel maka nama Cheria akan berada di halaman pertama google.
Cheriatna juga membangn aplikasi untuk memudahkan para traveller dalam traveling. Dalam format direktori halal lifestyle berbasis digital, ia memaksimalkan potensi wisata melalui Halal Traveler Club yang bisa diunduh secara gratis melalui playstore maupun ios.
Cheriatna mengatakan aplikasi ini mengakomodir serba-serbi kebutuhan healing para traveler muslim yang hobi keliling dunia. “Fitur-fitur dalam aplikasi akan mengoptimalkan kebutuhan marketing penjualan paket wisata halal seluruh mitra dan agen,” ujarnya.
“In syaa Allah aplikasi ini digemari milenial. Pertama, ke mana kaki melangkah, enggak galau lagi soal penginapan, tempat ibadah, dan restoran halal,” tuturnya.
Kedua, rekomendasi lengkap paket wisata halal favorit di dalam dan luar negeri. Ketiga, notifikasi doa harian dan hadist yang tidak terinterupsi iklan. “Keempat, punya kesempatan luas keliling dunia gratis,” ungkapnya.
Menurut Cheriatna, para milenial cukup bermodalkan smartphone dan bisa jalan-jalan sekaligus cuan. “Reward poin yang diakumulasikan jadi halal tur ke Asia, Amerika, Eropa, hingga World Club,” beber penulis buku Laris Manis Bisnis Wisata Halal dan Keluarga Traveler: Keliling Dunia Hasil Kerja Sarungan, Alhamdulillah sudah ada beberapa orang yang bisa menikmati jalan-jalan gratis ini.
Sebagai perusahaan perjalanan wisata halal, Cheriatna juga memberikan kesempatan kepada para imam masjid dan pimpinan pengajian untuk menjadi tour leader ibadah umrah melalui program sosial bernama Travel Halal Academy. “Alhamdulillah program ini masih berjalan sampai sekarang, mereka sudah diberangkatkan ke Eropa, Timur Tengah dan Asia,” tutur bapak dari 14 anak ini.
Melalui program ini, tambah Cheriatna berharap mereka punya pengetahuan tambahan dan pengalaman tentang dunia Islam secara utuh, selain itu juga ada program sosial lain yaitu program gratis belajar bisnis travel untuk anak muda milenial.
Masa terberat di dunia travel adalah ketika terjadi pandemi Covid-19 yang terjadi tahun 2020 hingga 2022. Pasalnya semua tamu batal terbang dan harus reschedule sampai waktu yang belum jelas, kantor terpaksa tutup dan semua karyawan harus dirumahkan bahkan terpaksa juga dipanggil polisi untuk dimintai keterangan karena banyak tamu yang belum berangkat. “Alhamdulillah tahun 2023 pandemi covid mulai menghilang dan kini semua tamu sudah bisa berangkat Kembali,” jelasnya.
Sejak tahun 2023, Cheria Halal Holiday mengoptimalkan potensi wisata halal dengan ekspansi ke 100 kota di Indonesia. Konsumen yang ingin bepergian ke dalam maupun luar negeri kini lebih mudah memesan paket wisata dari daerah tempat tinggalnya.
“Terobosan ini langkah tanggap kami merespons permintaan pasar. Setelah dua tahun terkurung pandemi, antusiasme masyarakat berwisata halal kian tinggi. Selama ini konsumen kami jauh-jauh ke Jakarta untuk memesan paket tur. Tentu butuh waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit. Solusinya, Cheria Holiday mesti menjemput bola. Kalau ada mitra kami di dekat mereka tinggal, semua jadi lebih mudah,” tutur CEO Cheria Holiday.
Cheriatna mengatakan, ekspansi ini merespon relaksasi kebijakan bepergian ke berbagai destinasi wisata halal baik dalam maupun luar negeri yang diinisiasi positif oleh pemerintah Indonesia. Geliat halal lifestyle yang berkembang pesat diyakini mampu memulihkan ekonomi pasca gelombang pandemi Covid-19.
“Potensi 10 juta wisatawan muslim domestik menjadi barometer Cheria Halal Holiday mengepakkan sayap bisnis ke berbagai kota di Indonesia,” ujar Cheriatna.
Ekspansi Cheria yang merupakan pelopor wisata halal dunia ini berbuah manis. Kini, Cheria Halal Holiday terus membuka kantor cabang di berbagai wilayah, mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, hingga Kalimantan. Begitu juga Cheria mengepung wilayah Jabodetabek, Bandung, Jambi, Surabaya, Bali, Yogyakarta, Malang, Cirebon, Sidoarjo, Banten, Lamongan, dan Banjarmasin.
“Semakin banyak lokasi, artinya Cheria Holiday makin dekat di hati. Semoga wisata halalnya juga makin hepi. Semoga kelak hadir 100 mitra dan 1.000 agen di seluruh Indonesia,” harap Cheriatna.
Cheriatna mengatakan, misi mulia ekspansi Cheria Halal Holiday ke berbagai kota besar di Indonesia, demi mempercepat penambahan devisa negara dari ekosistem pariwisata halal. Apalagi sejumlah destinasi wisata halal Indonesia terus berbenah meningkatkan ketersediaan penginapan nyaman, menu halal, juga kemudahan akses beribadah.
“Sebagai langkah strategis menggenjot devisa dan menggarap ekosistem pariwisata halal Indonesia, kami berkolaborasi dengan Garuda Indonesia dan Bank Syariah Indonesia,” urai Ketua Asosiasi Travel Halal Indonesia (ATHIN) tersebut.
Melalui kerjasama harmonis dengan maskapai pelat merah, pihaknya menggaransi konsumen mereka dapat tiket hemat untuk mengeksplor sejumlah destinasi pariwisata halal Indonesia.
Sembilan tahun berpengalaman di dunia traveling, pemilik Cheria Halal Holiday ini telah meraih beberapa penghargaan baik nasional maupun Internasional, di antaranya Travel Halal Terbaik dari Kementerian Pariwisata di Tahun 2016 dan Travel Muslim Terbaik dari pemerintah Cina dan Mesir di tahun 2023. [Fathur]





















