Bogor, Gontornews — Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami (PMUQI) Leuwiliang Bogor bekerjasama dengan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, 27-28 Mei 2024, menyelenggarakan workhsop pembelajaran Durusullughoh bagi 40 calon guru pengajar Durusullughoh. Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari pembukaan program Kulliyyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) di PMUQI dengan mengikuti sistem mu’adalah.
Demi mempercepat pelaksanaan program KMI, Pimpinan PMUQI bekerjasama dengan Fakultas Tarbiyah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UNIDA Gontor untuk melaksanakan workshop metodologi dan evaluasi pembelajaran untuk materi Durusullughoh di Hall Pertemuan Kantor Sekretariat Pondok.
Hadir sebagai pemateri, 4 dosen PBA UNIDA Gontor: Wakil Dekan III Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor Dr Ikhwan Mahmudi MPdI, Ketua Program Studi PBA Pascasarjana UNIDA Gontor Dr Agus Yasin MPdI, Muhammad Wahyudi MPd selaku Ketua Program Studi PBA beserta Dedi Mulyanto PBA selaku Dosen Prodi PBA UNIDA Gontor.
“Tujuan workshop ini agar bisa meningkatkan kompetensi, keterampilan serta kualitas pembelajaran bahasa Arab bagi para pengajar dalam mengajarkan materi sesuai metode dan strategi direct method KH Imam Zarkasyi di KMI Pondok Modern Darussalam Gontor,” ungkap keterangan resmi UNIDA Gontor.
Secara teknis, Workshop ini dibagi menjadi 5 sesi: sesi pertama, terkait metode pengajaran bahasa Arab dalam durusullughoh; sesi kedua, terkait pengembangan media dan sumber belajar dururusullugah; sesi ketiga, tentang starategi pengelolaan kelas dalam pembelajaran Bahasa Arab; sesi keempat dan kelima membahas microteaching dan evasluasi pembelajaran.
Sebagai informasi, pondok yang didirikan oleh KH Helmy Abdul Mubin, Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor 1975, ini telah berdiri sejak 31 tahun silam, tepat tanggal 21 Juli 1993 atau 1 Muharram 1413 Hijriah. Pada 10 Juli 1994, pesantren resmi beroperasi dan menerima santri baru.
PMUQI Bogor tercatat memiliki lebih dari 4000 santri dan santriwati dan alumninya telah tersebar, tidak hanya di dalam negeri tapi juga mancanegara.
“Lembaga ini mengelola pendidikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) setingkat dengan SMP dan Madrasah Aliyah (MA) setingkat dengan SMA. Kurikulum yang digunakan adalah “Integrated Curriculum” yang mengintegrasikan kurikulum Pesantren Modern dengan kurikulum Pesantren Tradisional (Salaf, Kementerian Agama, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan),” tutup keterangan UNIDA Gontor. [Mohamad Deny Irawan]





















