Dapchi, Gontornews — Nigeria telah mengonfirmasi bahwa 110 siswi Nigeria masih belum diketahui keberadaannya setelah kelompok bersenjata Boko Haram menyerang sebuah sekolah pekan lalu.
Sebagaimana dirilis Aljazeera, Menteri Informasi dan Kebudayaan Nigeria Alhaji Lai Mohammed mengumumkan pada hari Ahad (25/2), 110 siswa perempuan masih hilang.
Anak-anak sekolah diculik setelah pejuang bersenjata menyerbu Kolese Sains dan Teknik milik pemerintah di Dapchi, di negara bagian timur laut Yobe, pada 19 Februari.
Mohammed menyebutkan, saat serangan terjadi, di sekolah itu terdapat 906 siswa.
Polisi dan pejabat pertahanan sipil ditugaskan ke semua sekolah di Yobe untuk mencari siswa yang hilang itu, Mohammed menambahkan.
“Kami kembali ke Yobe sebagai bagian dari upaya untuk memberikan bantuan kepada orangtua anak-anak perempuan, untuk memberi tahu mereka bahwa mereka tidak sendiri dan juga untuk meyakinkan mereka bahwa kami tidak akan beristirahat sampai kami menemukan anak-anak perempuan itu.”
Angkatan udara Nigeria akan mengerahkan pesawat pengintai dan tentara untuk membantu dalam pencarian, kata Presiden Muhammadu Buhari.
Sementara itu pemerintah negara bagian Yobe telah mengeluarkan sebuah pernyataan pada hari Kamis yang mengatakan bahwa beberapa gadis berhasil diselamatkan. Namun buru-buru pernyataan itu dicabut kembali dalam waktu 24 jam, dengan mengatakan bahwa informasinya “tidak dapat dipercaya”.
Insiden tersebut telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan orangtua anak-anak di sekolah di Dapchi. Mereka mengatakan, peristiwa itu mengingatkan mereka pada penculikan massal yang dilakukan oleh pejuang Boko Haram pada bulan April 2014.
Pada saat itu, kelompok bersenjata tersebut menculik 276 siswi Nigeria dari Kota Chibok. Lebih dari sepertiga dari gadis-gadis itu belum ditemukan hingga saat ini. [Rusdiono Mukri]





















