London, Gontornews — Ribuan warga Suriah melarikan diri dari serangan yang dipimpin oleh pemerintah di daerah kantong Gharsa yang dikuasai pemberontak di dekat Damaskus. Presiden Suriah Bashar al-Assad bersumpah, pertempuran akan berlanjut sampai ‘terorisme’ diberantas.
Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Ahad (4/3), pasukan pemerintah Suriah telah merebut sekitar seperempat wilayah dalam beberapa hari ini.
Didukung oleh kekuatan udara Rusia, militer Suriah berhasil merebut kembali kontrol atas sejumlah desa, media pemerintah melaporkan.
Pasukan pemerintah merebut sejumlah distrik termasuk Al-Nashabiyeh dan Otaya, dan ‘mengusir kelompok-kelompok teroris’ di pinggiran timur Damaskus, demikian menurut media pemerintah mengutip sumber militer.
Mereka telah mencapai pusat daerah kantong terkepung di pinggir Beit Sawa, menurut Observatorium Suriah yang berbasis di Inggris itu.
Seperti dirilis Aljazeera, media militer mengatakan, pasukan Suriah sampai di pinggiran Mesraba, di Ghouta tengah.
Pemberontak dipaksa mundur dan berkumpul kembali di Ghouta timur karena kebijakan “bumi hangus” pemerintah Suriah yang melibatkan tembakan artileri berat, serangan udara, dan serangan helikopter, kata seorang juru bicara kelompok pemberontak Jaish al-Islam pada hari Ahad (4/3).
Dalam pesan suara, juru bicara Hamza Birqdar bersumpah pasukan pemerintah akan diusir dari wilayah yang mereka kuasai.
“Pemberontak telah memperkuat posisi untuk menghadapi pasukan penyerang,” tambahnya. Ghouta timur, yang menampung sekitar 400.000 orang, berada di bawah pengepungan yang melumpuhkan dan pemboman harian selama berbulan-bulan. Lebih dari 600 warga sipil terbunuh dalam dua minggu terakhir ini. [Rusdiono Mukri]






















