Tangerang, Gontornews -– Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah melakukan penelitian intensif serta pengembangan energi terbaharukan generasi ke-2 yang berasal dari limbah kelapa sawit. Menuerut Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI, Agus Haryono, Bioetanol generasi kedua ini selain lebih murah dari bioetanol generasi pertama juga lebih ramah lingkungan.
“Kami telah berhasil mengembangkan bioetanol generasi ke-2 yang lebih ramah lingkungan dibanding generasi sebelumnya,” kata Agus Hariyono di Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan, Skamis (1/3).
Menuerut Agus, salah satu keunggulan bioetanol generasi ke-2 adalah bahan bakunya yang berasal dari limbah tandan kelapa sawit (TKS). Berbeda dengan bioetanol generasi pertama yang mengandalkan bahan pangan.
Senadan dengan Agus, Peneliti pusat penelitian kimia LIPI, Haznan Abimanyu menyebut pemanfaatan TKS sebagai bahan baku etanol merupakan upaya untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi bioetanol generasi pertama. Selain itu, bioetanol generasi ked-2 juga membantu pemerintah dalam mengelola sampah kelapa sawit yang kerap kali merepotkan petani sawit.
“Indonesia memiliki lahan kelapa sawit yang luas. Artinya, TKS cukup melimpah dan berpotensi untuk bahan bakar generasi ke-2 secara berkesinambungan,” ungkap Haznan sebagaimana dilansir LIPI.go.id.
Haznan menambahkan bahwa harga bioetanol generasi ke-2 lebih murah dari generasi sebelumnya yang berada di angka Rp 6.500,- per liter. Haznan dan tim, saat ini, tengah menyempurnakan alat pembuat etanol generasi ke-2 tersebut.
“Kami masih berkoordinasi dengan Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI untuk mengembangkan mesinnya, sehingga kita tidak perlu impor lagi,” tutup Haznan. [Mohamad Deny Irawan]



















