Seoul, Gontornews — Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump siap untuk bertemu dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada bulan Mei mendatang. Hal tersebut sebagai tanggapan atas undangan Kim untuk menyelenggarakan KTT AS-Korea Utara yang pertama.
Dikutip dari Reuters, Kepala Kantor Keamanan Nasional Korea Selatan, Chung Eui-yong usai menyampaikan briefing kepada Trump mengenai pertemuan pejabat Korea Selatan dengan Kim mengatakan, Kim telah berkomitmen untuk melakukan denuklirisasi dan menangguhkan ujicoba nuklir atau rudal.
Korut telah berjanji akan menahan diri dari ujicoba nuklir atau rudal untuk kesekian kali. Hal tersebut yang menurut Chung telah dinanti. Namun demikian tambahnya, sanksi dan tekanan maksimal akan tetap diberikan.
“Saya mengatakan kepadanya (Trump) bahwa pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan bahwa dia berkomitmen untuk melakukan denuklirisasi,” kata Chung.
Sementara itu, pada Kamis malam Trump menulis dalam akun Twitter bahwa pertemuan dengan Kim sebagai hal yang positif.
“Kim Jong Un berbicara tentang denuklirisasi dengan Perwakilan Korea Selatan, bukan hanya pembekuan,” tulis Trump.
Selain itu, Trump juga menambahkan: “Kemajuan besar dibuat tapi sanksi akan tetap ada sampai tercapai kesepakatan. Rapat sedang direncanakan!”
Di sisi lain, Pembantu Trump telah mewaspadai tawaran diplomatik Korea Utara. Sebab,Β dalam sejarah Korea Utara mengingkari komitmen internasional yang dibuat di era pemerintahan Presiden Bill Clinton, Presiden George W. Bush dan Presiden Barack Obama.
Di bawah kepemimpinan Clinton pada bulan Oktober 2000 silam, misalnya, AS melalui Sekretaris Negara Madeleine Albright pernah mengadakan pembicaraan di Pyongyang dengan pemimpin Korea Utara saat itu Kim Jong Il, ayah Kim Jong Un, namun tidak ada hasil. [Devi Lusianawati]





















