Afrin, Gontornews — Serangan sehari yang dilancarkan tentara Turki di Afrin, Suriah, telah memaksa 10.000 orang melarikan diri untuk mengungsi, Kamis (15/3). Selain itu, sebanyak 12 orang tewas dan 60 lainnya luka-luka.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, yang berkantor di Inggris menjelaskan, sejak kemarin, ribuan orang terus melarikan diri dari Afrin ke Nubul dan Zhara di daerah utara Aleppo, yang merupakan wilayah di bawah kendali pemerintah Suriah.
Serangan udara, tembakan artileri, dan ancaman invasi darat oleh Turki akan segera terjadi, ” Dua belas orang terbunuh dan 60 lainnya terluka dalam 24 jam terakhir, di kota Afrin dan pinggiran kota,” jelan organisasi tersebut, Aljazeera.
Sementara itu, umber Kurdi mengatakan jumlah korban tewas kemungkinan akan tetus meningkat, sebab banyak korban luka yang saat ini dalam kondisi kritis.
“Staf kami telah melakukan yang terbaik, tapi kamar kami terus dipenuhi korban terluka dan orang-orang kesakitan, dan kami kekurangan beberapa persediaan medis,” kata Dr Joan Shitika, Kepala Rumah sakit kota Afrin.
Kamis kemarin, Televisi Arab dan Turki telah menyiarkan gambar ribuan Warga Afrin yang meninggalkan tempat tinggal mereka ada yang dengan menggunakan mobil dan berjalan kaki. TV DHA Turki menunjukkan truk berisi barang-barang pribadi milik warga yang sudah berada di luar Afrin, dan itu merupakan satu-satunya jalan keluar yang tersisa.
Mereka yang tinggal di belakang membentuk antrian panjang di luar toko untuk membeli roti dan bahan makanan lainnya untuk persiapan pengepungan penuh oleh pasukan Turki dan sekutu.[Devi Lusiana]





















