Sydney, Gontornews — Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi menghadiri sebuah konferensi di Sydney, Ahad (18/3). Dalam kehadirannya tersebut, Suu Kyi berbicara banyak tentang Rakhine, negara bagian Myanmar yang bermasalah.
Dikutip laman Reuters, Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull mengatakan, Pemimpin Myanmar itu telah meminta bantuan negara-negara tetangga Asia Tenggara dan negara lainnya, soal masalah kemanusiaan yang terjadi di negaranya tersebut.
“Kami telah membahas situasi di negara Rakhine yang cukup panjang hari ini, ” kata Perdana Menteri mengatakan kepada wartawan pada akhir pertemuan puncak Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Australia.
Namun Turnbull tidak mengatakan seperti apa dukungan yang diminta Suu Kyi tentang kekerasan terhadap Rohingya di negaranya. Sementara Pusat Koordinasi untuk Bantuan Kemanusiaan ASEAN sejak Oktober telah memberikan bantuan kepada Myanmar.
Pejabat PBB mengatakan, hampir 700.000 Muslim Rohingya telah meninggalkan Myanmar. Mereka melarikan diri ke Bangladesh setelah serangan militan terjadi pada 25 Agustus tahun lalu dan memicu tindakan kekerasan.
Kekerasan tersebut dipimpin oleh pasukan keamanan di Rakhine. Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Amerika Serikat menyebut hal itu sebagai pembersihan etnis.
Penyelidik independen PBB untuk hak asasi manusia di Myanmar, Yanghee Lee, mengatakan di Jenewa bulan ini, ia telah melihat bukti tentang dugaan genosida yang terjadi di Myanmar. Namun Myanmar membantah tuduhan tersebut dan telah meminta “bukti nyata” pelanggaran oleh aparat keamanan.
Sejak Suu Kyi berkuasa 2016 lalu, dan sempat memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian 1991 atas perjuangannya untuk demokrasi, telah gagal mengatasi kekerasan yang dialami Rohingya. [Devi Lusianawati]






















