Ankara, Gontornews – Dalam waktu sepekan, Pemerintah Turki berhasil menetralisasi 21 teroris. Sebanyak 13 di antaranya tewas, 2 ditangkap, dan 6 lainnya menyerahkan diri dalam kurun waktu 12-19 Maret.
Kementerian Dalam Negeri Turki mengatakan dalam sebuah pernyataan, pasukan keamanan telah melakukan sebanyak 1.171 operasi kontra-terorisme dalam seminggu terakhir.
Penggunaan istilah netralisasi dalam operasi kontraterorisme menurut Kementerian Dalam Negeri Turki untuk mengabarkan bahwa para teroris tersebut telah menyerah, terbunuh atau tertangkap.
“Selama operasi tersebut, 536 orang juga ditangkap karena membantu dan bersekongkol dengan kelompok teroris PKK,” jelas pernyataan itu seperti dirilis Anadolu.
Sementara itu ada sekitar 39 orang lainnya yang tertangkap karena dugaan keterkaitannya dengan kelompok teroris Daesh (ISIS). Lalu sebanyak 537 orang juga ditangkap karena diduga terkait dengan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), dan dua lainnya terkait dengan kelompok teroris kiri.
FETO dan pemimpinnya yang berbasis di AS, Fetullah Gulen, merupakan kelompok yang bertanggung jawab atas kudeta yang dilakukan pada Juli 2016 lalu. Kudeta tersebut telah menewaskan 250 orang dan melukai 2.200 orang lainnya.
Selain penangkapan terhadap teroris, operasi tersebut juga berhasil mengamankan 576 kilogram bahan peledak, 111 granat tangan, 53 pucuk senjata, dan sekitar 10.477 butir amunisi.
Operasi digelar di provinsi tenggara Turki: Mardin, Sirnak, Mus, Tunceli, Hakkari, Siirt, Bitlis, Diyarbakir, serta Provinsi Kahramanmaras di bagian selatan negeri itu.
Sebanyak 76 tempat persembunyian teroris juga dihancurkan.
Pasukan keamanan juga menahan 1.114 tersangka untuk kejahatan yang berkaitan dengan terorisme, dan 100 lainnya untuk kejahatan perdagangan luar negeri yang terorganisir.
Setelah memeriksa sebanyak 544 akun di media sosial, divisi cyber crime polisi Turki meluncurkan proses hukum terhadap 297 tersangka.
Selain itu, Pemerintah Turki juga menggelar operasi antinarkoba dan penyelundupan. Total 3.896 operasi antinarkoba dan operasi penyelundupan telah dilakukan. “Hasilnya sebanyak 5.110 tersangka ditangkap,” ungkap pernyataan tersebut.
Penggerebekan juga berhasil mengamankan ganja seberat 455 kg, 176 kg heroin, sekitar 1,24 juta pil atau bentuk lain dari obat-obatan terlarang lainnya, serta hampir 174 ton dan 161 galon minyak selundupan. [Devi Lusianawati]




















