Kairo, Gontornews — Presiden Sudan, Omar al-Basyir, bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi di Kairo, Senin (19/3). Pertemuan tersebut merupakan kunjungan sehari yang bertujuan untuk memperbaiki hubungan antara kedua negara.
Kedua pemimpin tersebut juga membahas Bendungan Renaissance Ethiopia Addis Ababa yang saat ini sedang dibangun namun pembangunan bendungan itu akan dapat mengancam pasokan air tawar Mesir.
Sebab pembangunan bendungan itu berdekatan dengan Sungai Nil yang merupakan jalur kehidupan bagi orang-orang di lembah sungai Nil, Mesir.
“Kami sepakat untuk bekerja sama dengan saudara-saudara kita di Ethiopia untuk mencapai kesepakatan kemitraan di Sungai Nil yang menguntungkan setiap orang dan untuk terus mengerjakan hasil dari Mesir, Sudan dan puncak trilateral Ethiopia mengenai bendungan Renaissance,” kata Sisi, Aljazeera.
Sementara itu, Presiden Bashir, dalam pertemuan tersebut memuji kepemimpinan Sisi dan berharap Presiden tersebut sukses dalam pemilihan umum yang akan berlangsung pada bulan Maret ini.
“Mesir sekarang sedang berada di masa pemilihan dan dalam periode seperti itu, di banyak negara, pasti ada kemungkinan ketidakamanan, dan kami berdoa kepada Tuhan untuk menyelamatkan Mesir dan tetap stabil dan aman,” kata presiden Sudan.
Hubungan antara kedua negara tersebut mengalami keretakan setelah Mesir mengakui dua pulau Laut Merah Tiran dan Sanafir ke Arab Saudi pada tahun 2016. Hal itu enyebabkan rekonfigurasi perbatasan maritim Kairo dengan Khartoum.
Sementara itu, Sudan mengajukan pengaduan ke Dewan Keamanan PBB pada 2017 dan menuduh Mesir telah mencaplok wilayah perbatasan, yang biasa disebut sebagai segitiga Halayeb secara ilegal.
Wilayah yang disengketakan tersebut terdiri dari sekitar 20.000 km persegi dan itu telah lama menjadi duri dalam hubungan dua tetangga tersebut.Perselisihan tersebut merupakan hasil dari pembatasan 1899 Inggris terhadap dua wilayah, pada saat Sudan masih merupakan bagian dari kerajaan Mesir.
Kondisi diperburuk setelah Khartoum mengumumkan akan menyerahkan kendali pulau Suakinah Laut Merah ke Turki untuk mengembalikan kota Ottoman tua dan membangun dermaga angkatan laut yang baru.
Analis mengatakan hal itulah yang menyebabkan Mesir mengerahkan pasukan ke sebuah pangkalan militer UEA di Eritrea pada awal Januari 2018 lalu. Dan disusul dengan Khartoum yang menarik duta besarnya ke Kairo.
Menteri luar negeri Sudan, Ibrahim Ghandour, mengumumkan pada bulan Februari bahwa duta besar negaranya akan kembali ke Mesir setelah bertemu dengan rekannya dari Mesir.[Devi Lusiana]




















