Gaza, Gontornews — Sedikitnya sepuluh Warga Palestina tewas dan ribuan lainnya terluka oleh tembakan dan gas air mata Pasukan Israel dalam aksi demonstransi melawan kependudukan Israel di tanah Palestina, Jumat (30/3).
Aksi demomstrasi digelar dalam rangka memperingati Hari Tanah di Palestina yang jatuh setiap tanggal 30 Maret.
Dikutip laman Aljazeera, Kementerian Kesehatan Palestina dalam sebuah pernyataan menyebutkan, kesepuluh korban tewas adalah Mohammed Najjar (25), ia ditembak di perut dalam bentrokan yang terjadi di timur Jabalia, Jalur Gaza utara.
Kemudian, Mahmoud Muammar (38) dan Mohammed Abu Omar (22) keduanya ditembak mati di Rafah. Lalu Ahmed Oudeh (19), Jihad Freneh (33), Mahmoud Saadi Rahmi (33), Abdelfattah Abdelnabi (22), Ibrahim AbuShaar (20) dan Iyad Abdelal masih belum diketahui usianya.
Sebelumnya pada hari yang sama, beberapa sebelum aksi dempnstraso digelar, Pasukan Israel juga telah menembak mati seorang petani Gaza, Omar Waheed Abu Samour. Ia ditembak ketika berdiri di tanahnya dekat Khan Younis dan belum ada konfirmasi langsung dari Tentara Israel soal aksi yang menewaskan Samour tersebut.
Sementara itu, Organisasi Bulan Sabit Merah yang menangani para korban menjelaskan, pasukan Israel telah menembakkan peluru tajam kepada para pengunjuk rasa dan menggunakan gas air mata untuk memaksa para demosntran menjauh dari pagar perbatasan yang dijaga ketat.
“Baku tembak terjadi langsung dan mengarah kepada warga sipil yang tidak bersenjata. Hal itu merupakan pelanggaran hukum. Kewajiban hukum internasional harus bisa membedakan antara warga sipil dan kombatan,” kata Organisasi itu dalam sebuah pernyataan.
Menurut media Israel, tentara Israel telag mengerahkan lebih dari 100 penembak jitu di setiap sisi perbatasan dengan izin untuk menembak para demonstran.
Demonstrasi memperingati Hari Tanah itu diserukan oleh semua faksi politik dan beberapa organisasi masyarakat sipil Palestina yang ada. Para pengunjuk rasa menyampaikan pesan utama melalui aksi tersebut, yaitu menyerukan kembali hak bagi para pengungsi Palestina atas tanah mereka.
“Rakyat Palestina telah membuktikan dari waktu ke waktu bahwa mereka dapat mengambil inisiatif dan melakukan hal-hal hebat. Aksi ini adalah awal dari kembalinya hak ke seluruh Palestina,” jelas Ismail Haniya, Pimpinan Hamas dalam aksi tersebut.






















