New York, Gontornews — Duta Besar Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, meminta Dewan Keamanan PBB untuk membentuk komisi independen yang bertugas mencari “kejahatan” Israel termasuk pembunuhan dan melukai demonstran Palestina di Jalur Gaza.
Riyad Mansour mengatakan pada Jumat (20/4) malam, Otoritas Palestina (PA) akan menyerahkan daftar keluhan dalam beberapa hari mendatang ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB, dengan maksud untuk membentuk komite investigasi atau misi pencari fakta.
“Tampaknya pasukan pendudukan Israel tidak menahan diri, mereka tidak mendengarkan siapa pun dan mereka melanjutkan pembantaian ini,” kata Mansour kepada wartawan di New York.
Pernyataan Mansour muncul setelah pasukan Israel menembak mati empat orang Palestina, termasuk seorang bocah berusia 15 tahun, dan melukai ratusan lainnya saat lebih dari 10.000 orang melakukan demonstrasi massal di Jalur Gaza menuntut hak untuk kembali bagi para pengungsi Palestina.
Demonstrasi hari Jumat ini merupakan yang keempat dari rencana demonstrasi selama berminggu-minggu yang dijuluki Great March of Return. Dengan kematian empat orang itu, maka jumlah orang Palestina yang dibunuh oleh Israel sejak protes dimulai pada akhir Maret mencapai 39 orang.
Kementerian Kesehatan Palestina menyebutkan, lebih dari 4.000 orang terluka.
Penggunaan peluru tajam oleh Israel untuk membubarkan massa demonstran di Gaza telah memicu kecaman internasional. [Rusdiono Mukri]





















