Kuala Lumpur, Gontornews — Kepala polisi Kuala Lumpur mengatakan, pembunuhan Fadi al-Batsh, akademisi Palestina di ibukota Malaysia, merupakan ‘masalah internasional’ yang sedang diselidiki dari semua sudut.
Otoritas Malaysia mengatakan, otopsi jasad anggota Hamas, Fadi al-Batsh, dilakukan Ahad (22/4) pagi, sehari setelah penembakan. Hamas dan keluarga korban menuduh Israel sebagai pelaku penembakan.
“Kami sedang menyelidiki semua sudut. Saya harus menyelidiki dengan sangat hati-hati dan mendalam. Ini adalah masalah internasional,” kata kepala polisi Mazlan Lazim.
Gerakan Hamas yang berkuasa di Gaza mengatakan, al-Batsh adalah anggota penting organisasi itu, dan menuduh badan intelijen Israel, Mossad, berada di balik pembunuhan itu.
Hamas mengatakan al-Batsh adalah “ilmuwan dan cendekiawan muda Palestina” yang membuat “kontribusi penting” dan berpartisipasi dalam forum internasional di bidang energi.
Kelompok itu awalnya berhenti menyalahkan Israel, dan hanya mengatakan bahwa al-Batsh telah dibunuh oleh “tangan pengkhianat”.
Namun, pemimpin puncaknya kemudian menuduh Mossad membunuhnya dan mengancam akan membalas.
Ismail Haniyeh mengatakan kepada The Associated Press pada hari Sabtu (21/4) bahwa berdasarkan pembunuhan sebelumnya “Mossad tidak jauh dari kejahatan tercela dan mengerikan ini”.
Sementara ayah al-Batsh di Gaza, meminta pihak berwenang Malaysia untuk menyelidiki “pembunuhan” ini.
Ketika ditanya apakah Israel berada di belakang serangan itu, Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman menolak untuk menanggapinya. “Kami mendengar tentang ini [pembunuhan] di berita,” kata Lieberman kepada radio Kan Reshet Bet Israel.
Seperti diketahui, para pejabat Israel jarang membuat pernyataan tentang aktivitas agen intelijennya. [Rusdiono Mukri]




















