Sana’a, Gontornews — Serangan udara oleh koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi di ibukota Yaman telah menewaskan 38 kelompok Houthi termasuk dua komandan.
Seperti dirilis Aljazeera, saluran berita Al Ekhbariya milik Saudi mengatakan pada hari Sabtu (28/4), dua pemberontak berpangkat tinggi tewas dalam serangan di Sana’a, Jumat (27/4) malam.
Sedangkan Televisi Al Arabiya milik Saudi mengatakan, 38 pemberontak tewas dalam serangan di sebuah gedung Kementerian Dalam Negeri Houthi. Sebuah kantor polisi yang berdekatan dengan kementerian yang dikuasai Houthi juga diserang.
Houthi mengonfirmasi serangan udara terhadap Sana’a tetapi tidak memberikan rincian korban.
Pada hari Sabtu, kelompok itu mengadakan pemakaman besar-besaran untuk dua komandannya di Sana’a.
Enam truk pick-up yang membawa mayat para pemimpin, dan Houthis lainnya yang tewas dalam serangan itu, dikawal oleh tentara berseragam menuju lapangan tempat menunggu kerumunan ribuan orang.
Sementara itu pada hari Sabtu, pertahanan udara Saudi dilaporkan mencegat empat rudal yang ditembakkan oleh pemberontak Houthi di Provinsi Jazan di Saudi selatan dekat perbatasan dengan Yaman.
Kelompok itu meluncurkan delapan rudal balistik terhadap Jazan, yang ditujukan pada “target ekonomi dan vital”, kantor berita Houthi melaporkan.
Perang Yaman telah memasuki tahun keempat. Pada September 2014, Houthi menguasai Sana’a dan terus bergerak ke arah selatan menuju kota terbesar kedua di negara itu, Aden.
Menanggapi kemajuan Houthi, koalisi negara-negara Arab yang dipimpin oleh Arab Saudi meluncurkan serangan militer pada tahun 2015 untuk mengalahkan Houthi dan memulihkan pemerintahan Yaman. [Rusdiono Mukri]


















