pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Friday, 11 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Perguruan Tinggi Melawan Terorisme

Oleh Dr Taufan Maulamin SE AK MM, Sekjen Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi Indonesia (APPERTI)

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
15 May 2018
in Kolom
0
Perguruan Tinggi Melawan Terorisme

Beberapa hari setelah Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar Ijtima’ Ulama di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terjadi aksi bom bunuh diri di sejumlah tempat di Jawa Timur. Pembunuhan ini menewaskan pelaku dan sejumlah korban tak bersalah. Ini tentu ironi, di tengah upaya MUI menegaskan tentang Islam yang rahmatan lil alamin, masih ada segelintir oknum yang melakukan aksi bertentangan dengan ajaran Islam. Ditambah, beberapa minggu sebelumnya, sejumlah cendekiawan Muslim dunia berkumpul di Bogor mendeklarasikan pesan damai yang dikenal dengan Bogor Message.

Dari aspek akademis, terorisme menjadi sebuah frasa yang sulit didefinisikan. Hal ini yang menyebabkan pendefinisian terorisme tidak tuntas dalam RUU Antiterorisme hingga saat ini. Standar ganda definisi terorisme itu sendiri yang kemudian menjadikan pembahasan tidak bisa buru-buru dalam merampungkan RUU tersebut. Apalagi, perang global melawan terorisme menjadi sebuah pemaknaan sendiri bahwa secara faktual yang diperangi adalah kelompok Islam. Perihal Israel mencaplok wilayah Palestina dan membunuh ratusan ribu orang selama bertahun-tahun, tidak pernah ada penyematan terorisme kepada negara Yahudi tersebut.

Pembunuhan keji terhadap ribuan Muslim Rohingya pun tidak membuat masyarakat internasional menyebut para pelakunya dengan sebutan kelompok teroris. Itu hanya segelintir contoh standar ganda yang digunakan komunitas internasional tentang apa itu terorisme. Standar ganda yang disuguhkan kepada umat Islam ini membuat aksi terorisme tidak mudah diatasi. Kita sudah memiliki badan khusus, satuan setingkat detasemen khusus yang menangani ancaman terorisme ditambah dengan anggaran yang luar biasa besarnya.

Meski demikian, kenyataannya masih saja ada aksi-aksi pembunuhan yang memang sengaja untuk menebar teror. Perguruan tinggi memiliki andil besar untuk mengatasi persoalan ini. Beberapa tahun belakangan, sejumlah kalangan menuding kampus sebagai sarang kaderisasi kelompok teror. Lagi-lagi, tudingan tersebut mengarah kepada kelompok-kelompok Islam. Meski bantahan sudah dibuat, bahkan dalam aksi demonstrasi massal setahun lalu, di mana kelompok Islam menunjukkan toleransi yang tinggi, salah satunya ketika ada pengantin Nasrani yang diantar ke halaman gereja.

BACA JUGA

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Padahal kedua pengantin itu melewati kerumunan massa yang tengah berunjuk rasa. Ada lagi ketika sebuah gereja di Jatinegara, Jakarta Timur, dikepung umat Islam yang tengah demonstrasi. Tidak ada aksi kekerasan, perusakan apalagi pembunuhan yang terjadi pada saat itu. Itu menunjukkan wajah toleransi umat Islam terhadap umat yang berbeda. Fotonya viral seantero jagad maya. Bagi mereka yang aktif di kampus, maka tidak ada tempat untuk mengembangkan budaya kekerasan dengan alasan apa pun. Kondisi ini menjadi tantangan bagi para penyelenggara perguruan tinggi di Indonesia.

Bagi semua pihak, perguruan tinggi di samping sebagai sumber ilmu, juga harus mampu menjadi pusat integritas dan peradaban. Oleh karena itu, PT diharapkan mampu menjadi garda terakhir dalam membangun karakter bangsa, termasuk juga menghalau berkembangnya paham radikal dan terorisme. Sebagai organisasi besar di Indonesia, APPERTI senantiasa mengingatkan anggotanya bahwa tidak akan menerima radikalisme yang membonceng agama apapun di Tanah Air. Penyimpangan dan manipulasi ajaran agama untuk menjustifikasi tindakan kekerasan yang bersumber dari penafsiran literal sepotong-potong hanya akan melahirkan ekstrimisme. Sikap ekstrim ini sendiri bakal menjadi embrio radikalisme dan terorisme yang merusak negara dan membuat citra buruk agama tersebut. APPERTI menilai ada tiga penyebab masih maraknya aksi terorisme.

Pertama, akibat adanya wawasan keagamaan yang keliru. Para pelaku teror salah dalam menggunakan simbol agama. Jalan kekerasan yang ditempuh justru akan menyulitkan posisi umat, khususnya dalam membangun persepsi positif masyarakat pada gerakan keagamaan. Seperti yang sudah ditulis di awal, ketika MUI dan sejumlah cendekiawan Muslim berusaha menampilkan gerakan keagamaan yang damai, menjadi rusak dan tidak berguna karena adanya kelompok sempalan yang menggunakan jalan kekerasan. Menempuh cara-cara teror dalam mencapai tujuan agama yang suci, sama saja dengan mengkhianati dan mengotori kesucian agama itu sendiri.

Kedua, ketimpangan ekonomi, ketidakadilan dan ketiadaan stabilitas politik yang melahirkan aksi terorisme. Terorisme adalah ancaman terhadap negara yang sama halnya dengan separatisme dan gerakan disintegrasi (Bambang Pranowo, 2010: 203). Rongrongan disintegrasi nasional kalau mau dilihat secara mendalam, akarnya sebetulnya sederhana: mendalamnya kemiskinan dan ketidakadilan.
Begitu pula sejumlah kasus terorisme yang pernah mengguncang di Indonesia, sebetulnya persoalannya bermuara pada kesenjangan ekonomi dan keadilan sosial. Jargon agama terkadang hanya jadi pemantik dari ledakan sosial yang muncul akibat ketidakadilan sosial ekonomi. Oleh sebab itu, memahami masalah terorisme harus didekati dengan multidimensi dan multi disiplin ilmu. Memperkuat rasa nasionalisme di perguruan tinggi bisa menjadi cara efektif untuk melawan gerakan-gerakan teror, khususnya yang ada di lingkungan kampus. Pemerintah harus serius untuk melakukan pemerataan ekonomi dan keadilan sambil terus menerus membuka diri mengembangkan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Kekuatan ekonomi yang ditopang dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi agar bersifat mandiri, tidak bergantung pada negara lain. Sedang keadilan menekankan pada terbentuknya tatanan masyarakat yang berbudaya dan sadar hukum. Dalam konteks ini, pembangunan kebudayaan dan kesadaran hukum menjadi amat penting untuk membangun solidaritas dan nasionalisme yang bertumpu pada keadilan sosial.

Ketiga, aksi terorisme harus dibaca sebagai kemungkinan akrobat politik para elit, baik dalam maupun luar negeri, yang memiliki tujuan menghancurkan kedaulatan bangsa dan negara. Motif terorisme sangat sulit untuk diungkap dan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Misalnya, ketika Amerika Serikat pada era Bush Jr. melakukan teror atas nama negara terhadap Irak dengan argumentasi pembenaran aksi teror berdalih adanya senjata pemusnah massal. Didahului pencitraan melalui publikasi internasional bahwa Irak adalah musuh bersama masyarakat internasional. Suatu isapan jempol yang mengakibatkan jutaan ton TNI meledak meluluhlantakkan Irak.
Akhir kata, kita perlu menyadari bahwa keadilan adalah peristiwa yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, keadilan juga merupakan tonggak untuk membina persatuan, kesatuan, ketahanan dan persatuan nasional. Demikian pentingnya keadilan sampai-sampai Tuhan sendiri menyatakan bahwa alam semesta ini pun diciptakan dengan keadilan (keseimbangan). Tanpa keadilan, semuanya akan hancur. Manusia akan saling memangsa. Negara-negara di dunia akan berperang. Planet-planet akan saling bertumbukan. Tanpa keadilan alam akan hancur. Tanpa keadilan, nasionalisme dan ketahanan nasional suatu bangsa akan hancur.

Tags: MelawanPerguruan tinggiTerorisme
Share46Tweet29Send
Previous Post

Citilink Inzinkan Pramugari Berhijab

Next Post

Antara Madzhab Hanbali dengan Salafi Kontemporer

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

5 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

0
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

9 September 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
â–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result